
Elsubha.com – Sholawat Demi Menggapai Ridha Allah Swt
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menuliskan dalam sebagian surat beliau:
“Barangsiapa yang membaca shalawat dibawah ini sebanyak 10 kali setelah shalat Shubuh dan setelah sholat Ashar, maka ia wajib mendapatkan keridhoan Allah yang paling besar, diapun akan aman dari murka-Nya baik di dunia maupun di akhirat, bahkan rahmat dan penjagaan Allah akan senantiasa turun kepadanya secara bergiliran. Demikian bacaan sholawatnya:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ السَّابِقِ لِلْخَلْقِ نُوْرُهُ، وَالرَّحْمَةِ لِلْعَالَمِينَ ظُهُورُهُ عَدَدَ مَنْ مَضَى مِنْ خَلْقِكَ وَمَنْ بَقِيَ وَمَنْ سَعِدَ مِنْهُمْ وَمَنْ شَقِيَ، صَلَاةٌ تَسْتَغْرِقُ الْعَدَّ وَتُحِيطُ بِالْحَدِّ، صَلَاةَ لا غَايَةَ لَهَا وَلَا انْتِهَاءَ وَلَا أَمَدَ لَهَا وَلَا انْقِضَاءَ، صَلَا تُكَ الَّتِي صَلَّيْتَ عَلَيْهِ صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِكَ بَاقِيَةً بِبَقَائِكَ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ كَذَالِكَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى ذَلِكَ
Allohumma Sholli ala sayyidina Muhammadin As-sabiqi lil kholqi nuruhu war-rohmati lil ‘Aalamiina, zhuhuuruhu ‘adada man madho min kholqika, waman baqiya, waman sa ida minhum waman syaqiya, sholaatan tastaghriqul ‘adda wa tuhiithu bil haddi, sholatan laa ghooyata lahaa wa lan tiha wala amada lahaa walaa inqidho`a, sholaatukallati shollaita ‘alaihhi, sholaatan daa `imatan bidawaamika, baaqiyatan bibaqooika wa ‘ala Aalihi wa ashabihi kadzalika walhamdu lillahi ‘alaa dzaalika).
“Ya Allah, semoga Engkau berkenan menyampaikan shalawat kami atas penghulu kami Muhammad, yang cahaya penciptaannya tercipta lebih dulu, yang menjadi rahmat bagi alam semesta, nampaknya dia seperti sejumlah makhluk yang pernah tercipta dan yang tersisa dan yang senang maupun yang sengsara; yaitu shalawat yang mendalami bilangan dan dibatasi dengan batasan; shalawat yang tiada puncaknya maupun tiada akhirnya; yaitu shalawat-Mu yang Engkau gunakan untuk bershalawat padanya, yang berupa shalawat yang terus menerus dengan keberlangsungan-Mu; shalawat yang tetap dengan kekekalan Dzat-Mu’.”
Sumber : BUKU FAEDAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY
