You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Kesempurnaan Para Nabi Dalam Menentukan Penutup Para Wali; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Kesempurnaan Para Nabi Dalam Menentukan Penutup Para Wali; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

Inilah silsilah keturunan yang paling mulia, yang sudah dipaparkan di muka, pada bab mengenai kemuliaan derajat. Orang yang tidak tahu tentangnya, ia betul-betul tidak tahu. Orang yang sudah tahu, ia sudah tahu betul.

Setelah seseorang rampung memberi isyarat, yang isyaratnya berupa ilmu pengetahuan, ketaatan padanya adalah keberuntungan, dialah orang yang menyampaikan berbagai hal, melapangkan dada dari berbagai persoalan, kini saya ingin menjelaskan tentang tema di atas, yang tiba-tiba saja terbersit dalam benak bagaikan datangnya hari kiamat, karena sudah memenuhi persyaratan untuk menjelaskannya, yaitu kesiapan teling para pendengar.

Tema di atas sangat perlu dijelaskan panjang lebar, simpul-simpulnya diuraikan, yaitu yang berupa firman-firman Allah yang terdapat di dalam Kitab Suci tentang rahasia-rahasia Khatamul Auliya (penutup para wali atau wali terakhir) ini, termasuk keterangan tentangnya yang datang dari hadis-hadis Nabi SAW.

Saya akan menyebutkan ayat-ayat Alquran yang bicara tentang kedudukan-kedudukan Khatamul Auliya, tanda-tandanya, dan saya akan berusaha menyamarkan penjelasan tentang nama-nama dan sifat-sifat Khatamul Auliya tersebut.

Ketahuilah:
Semoga Allah memperkokohmu dengan firman-firmanNya, dan menganugerahimu berupa pengarajan akan hikmah-hikmahNya, serta menjelaskan padamu tentang rahasia ke-Qadiman-Nya.

Khatamul Auliya yang memegang bendera kewalian sekaligus sebagai maqam puncak adalah orang yang tidak dikenal. Dia bisa memerintah dan tidak bisa ditentang, dalam hal kerohanian yang menjasad (rubaniyah mutajassidah) dan pribadi yang berjumlah banyak (fardaniyah muta’addidah). Secara fisik Khatamul Auliya ini tersembunyi. Namun secara maqam, status Khatamul Auliya jelas sekali. Jika pun setelah dirinya ada wali lain, maka wali itu tidak memiliki derajat yang tinggi. Wali tersebut adalah termasuk dari salah satu pengikutnya, sahabat, dan golongannya.

Tidakkan engkau melihat bahwa perintah tuhan telah terlaksana, dan takdir-Nya telah terwujud. Karena itulah, para Nabi yang datang setelah Nabi Muhammad SAW, berubah status menjadi wali, dengan alasan mereka betul-betul tunduk dan setia, menyerupai para pemimpin, dan termasuk sebagian dari cahaya-cahaya himmah (keinginan kuat).

Demikian pula hukum yang berlaku pada wali ini, yaitu wali yang datang sesudah Khatamul Auliya yang mulia sekali ini. Penyebutan penutup para wali, bukan penutup dalam kaitannya dengan waktu, akan tetapi dalam kesempurnaan maqamnya.

Jika dianggap perlu memperbandingkannya dengan pergerakan falak, baik zaman, waktu, dan masanya, maka dia boleh dinisbatkan padanya dari sisi ini

Demikian pula segala yang terkaitnya dalam hal derajat.

Sumber : Terjemah Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa karya Syaikh Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Al-‘Arabi al-Khatimi al-Tha’i al-Andalusi radhiyallahu ‘anhu

Tulis Komentar