
Elsubha.com – Mengenal Dzat, Sifat, dan Perbuatan Allah Swt; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa
SAMUDRA luas yang gelombangnya kau dengar bergemuruh keras, untuk mengenal Dzat, sifat, dan perbuatan Allah SWT, saya kawinkan dengan anggur murni di ceruk yang dalam dan gelap. Untuk mengenal dan mengetahui tentang Dzat Allah tidak bisa menggunakan ilmu manusiawi maupun pengetahuan teoretis. Ada Seseorang yang menyelami samudra itu untuk mencari Yaqut merah yang serupa mawar. Lalu ia muncul ke permukaan, kedua tangannya terkepal dan berwarna kuning, membisu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, aneh dan tak bisa dimengerti akal rasional, kedua sayapnya kuncup ke belakang, dan setelah keluar dari dasar samudra yang gelap serta selesai menarik napas, ada yang bertanya kepadanya:
“Apa pendapatmu tentang perkara yang terjadi padamu itu?”
la menjawab, “Sungguh sangat jauh sekali apa yang selama ini mereka cari. Mereka berharap-harap setelah menyelami air samudra ini. Demi Allah, tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui hakikat-Nya, roh maupun tubuh biasa tidak akan mampu mengetahui-Nya. la sungguh Mahaagung, la mengetahui segalanya, namun tak ada satu pun yang bisa mengetahui tentang-Nya, la adalah Wujud yang memiliki segalanya, namun tidak dimiliki oleh siapa pun.”
Jadi, akal menjadi linglung, orang cerdas menjadi bingung dalam mencari pengetahuan tentang sifat-sifat-Nya, bagaimana caranya agar dapat mengetahui tentang Dzat-Nya. Bukankah engkau sudah tahu ketika sifat ketuhanan-Nya menampakkan diri pada zaman dahulu. sehingga Musa a.s, kalimullah itu, seketika tidak sadarkan diri, dan gunung-gunung bergoncang dahsyat. Engkau bisa membayangkan seandainya sifat ketuhanan itu menampakkan diri kepada Musa a.s tanpa perantara gunung. Niscaya semua orang pada zaman itu, bukan sekadar Musa a.s seorang, akan hancur lebur dan binasa, kemudian diciptakanlah manusia dan alam semesta yang baru sama sekali. Jika demikian yang akan terjadi akibat penampakan sifat ketuhanan itu, lalu bagaimana jika engkau sebagai manusia biasa yang merasakan dan mengalaminya?! Jika manusia pilihan, panutan umat manusia, Musa a.s., Sang Kalimullah, menjadi tidak sadarkan diri, lantas bagaimana jika peristiwa semacam itu dialami oleh seorang manusia yang lemah?! Kami sudah merumuskan rahasia-rahasia tertentu berkenaan dengan sifat-sifat Allah SWT, dimana orang cerdas sekalipun tidak akan mampu memahaminya, tidak seorang pun mampu mencapai hakikat pengetahuan tentangnya, kecuali dalam kadar tertentu.
