You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Sebuah Isyarat; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sebuah Isyarat; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

Sekalipun di muka telah disajikan pemaparan yang sudah jelas dan terang benderang, akan tetapi inti persoalannya adalah apakah manusia merupakan sesuatu yang tidak ada dalam makrokosmos ini, apakah manusia merupakan sesuatu yang terpisah dari makrokosmos dan berada jauh bersama kedudukannya yang mulia? Manusia secara fisik adalah makhluk yang terakhir, akan tetapi secara roh adalah makhluk pertama. Jika manusia merupakan bagian dari alam makro ini lantas dimanakah pengertian tentang jelmaan? Jika bukan bagian dari alam makro, lalu penisbatan model apa yang bisa diambil dari manusia untuk menjelaskan tentang alam makrokosmos? Perhatikan dengan betul, gunakan akal setajam mungkin, murnikan dan maksimalkan ingatan, optimalkan pikiran dan pendekatan, serta bersiap-siaplah menerima penjelasan yang datangnnya dari Rasulullah SAW. Dari sana engkau akan sampai pada titik terang, tabir-tabir akan segera disingkap untukmu. Ini adalah titik kecil yang perlu engkau ketahui dengan baik, temukan hakikatnya, la adalah percikan buih yang mengandung rahasia tersembunyi.

Jika engkau ingin saya menjelaskannya untukmu, maka dengarkan dengan baik, raihlah apa yang saya isyaratkan untukmu. Anggaplah alam semesta ini (makrokosmos) berada dalam ruang dan waktu (al-aina), dan manusia berada dalam dan sebagai benda (al-‘ain) itu sendiri. Jika engkau sendiri yang berada dalam ruang dan waktu, otomatis engkau adalah bagian darinya. Jika engkau berada dalam dan sebagai benda, maka benda tidak akan memberikan penjelasan apapun padamu tentang dirinya. Nyatanya, engkau tidak bisa lepas dari ruang dan waktu (lasta fi ‘adam al-aina). Akan tetapi, engkau adalah barzakh bagi dua hal yang saling memerintah (al-Amirani). Orang yang pergi sekaligus yang datang, orang yang mengambil sekaligus yang memberi, ia disebut barzakh. Perhatikan ruang dan waktumu (ainaka), selidiki dirimu (‘ainaka). Saya hanya orang yang menafsiri dirimu dengan baik dan mengkuduskan keagunganmu, kecuali jika engkau menyamai perkara Allah dan menyamakan diri saya dengan makhluk lain. Ini adalah mutiara berharga bagi orang yang memiliki hati nurani, namun sulit memahaminya orang yang tidak berkompeten dan bukan ahlinya. Makrokosmos beserta isinya, baik kehidupan alam atas maupun alam bawah, ketika dipisahkan maka manusia bukan sesuatu yang lain dari kesemua itu. Ketika disatukan maka manusia meliputi semua jenis dan semua benda yang terdapat di dalam makrosmos. Bagi orang yang ‘arif, adalah benar adanya apabila dikatakan bahwa alam semesta berasal dari manusia. Manusia memiliki bagian penjelmaan yang jauh lebih besar kuantitasnya dibanding alam semesta (makrokosmos).

Ketahuilah, berdasarkan penyingkapan ilahiah dan ilmu pengetahuan, manusia adalah roh bagi jagad semesta ini. Jagad semesta adalah benda jisim, dan saat sekarang ini manusia adalah roh alam dunia. Kelanggengan alam dunia berada pada tangan manusia. Untuk manusialah, bumi dibentangkan, langit ditinggikan. Sementara untuk alam akhirat kelak, roh manusia menunggu datangnya perintah tuhan untuk masuk ke dalam tubuh alam akhirat. Saat sekarang ini, alam semesta bagaikan tubuh Adam sebelum ditiupkannya roh, atau seperti bumi sebelum terjadinya peristiwa Nuh. Jika ciptaan yang bernama manusia ini dicabut maka alam dunia akan segera musnah, segala isi alam dunia akan hancur lebur. Selanjutnya, roh manusia ditiupkan ke dalam tubuh alam akhirat, sehingga surga-surga dapat hidup. Bagi manusia, alam akhirat sama halnya seperti alam dunia, la menjadi tabir penghalang bagi manusia. Sedangkan roh yang bersandar kepada Allah yang pernah meniupkannya ke dalam tubuh alam makhluk adalah hakikat Muhammad yang tinggal bersama-Nya Yang Maha Esa. Dengan demikian. Muhammad adalah manusia di dua kehidupan. Kehadirannya di dua alam menyebabkan alam ini lahir dari hakikat Muhammad. Dari hakikat itu, lahir pula apa yang dimiliki oleh Arsy, semisal permata indah.

Tujuan saya dalam hal ini ingin meletakkan di setiap sisi permata itu marjannya masing-masing. Atau dengan kata lain, setiap permulaan pasti memiliki akhir. Hanya saja bab ini bukan untuk menjelaskan bagaimana proses terjadinya yang banyak dari dzat yang satu. Dari yang satu lahirlah keragaman. Saya ingin menyempurnakan penjelasan tentang mutiara dan permata ini satu per satu, masing-masing ditempatkan pada posisinya. Sehingga penjelasan saya sampai ke persoalan tentang penciptaan yang paling akhir. Harapan saya adalah supaya orang yang memikirkannya tidak mengalami kebingungan, dan supaya dia mengikuti semua makna dan gagasan yang disampaikan. Jika saya sudah menyerahkan keseluruhan mutiara yang ada, menyusun pembahasannya dengan baik, dan memperkenalkan medan yang mesti ditempuh kepada para penuntut ilmu, maka kita akan beralih membicara biji-biji (marjan) mutiara itu.

Sumber : Terjemah Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa karya Syaikh Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Al-‘Arabi al-Khatimi al-Tha’i al-Andalusi radhiyallahu ‘anhu

Tulis Komentar