You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pendahuluan Kitab Bustân al Haqâ`iq al ‘Irfaniyah fi Tartib al Awrâd wa Nawâfil al Khairât ‘Ala al Awqât an-Nahariyyah wal-Lailiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Pendahuluan Kitab Bustân al Haqâ`iq al ‘Irfaniyah fi Tartib al Awrâd wa Nawâfil al Khairât ‘Ala al Awqât an-Nahariyyah wal-Lailiyyah

Segala puji bagi Allah yang melimpahkan karunia kepada orang-orang yang berdzikir mengingat-Nya; yang melimpahkan rahmat kepada orang-orang yang bersyukur pada-Nya; yang memberi karunia kepada orang-orang yang memuji-Nya; yang melindungi mereka di dalam benteng-Nya yang tak tembus dan yang membenamkan mereka dalam ampunan dan lautan kemurahan-Nya. Kami memujinya yang Maha Tinggi dan bersyukur padanya dengan pujian seperti orang yang hatinya hancur dan disembuhkan. Kami pun mohon pertolongan Yang Maha Agung agar senantiasa beriman kepadanya serta meninggalkan orang-orang kafir.

Kamipun bersaksi bahwa tiada llah selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya; sebagai sebuah kesaksian yang akan kami temukan tersimpan di akhirat. Kami bersaksi bahwa junjungan dan pembimbing kami; Nabi Muhammad Saw adalah hamba dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurahkan kepada beliau, keluarga beliau dan para sahabat beliau yang mulia lagi shaleh, terutama para khalifah yang empat dan sisanya dari sepuluh yang dijamin masuk surga, merekalah yang senantiasa berjuang untuk membela agama yang benar, melawan orang-orang kafir yang jahat, menjaga landasan syari’at yang mulia. Mereka pulalah yang menetapkan tonggak-tonggak agama serta mengumpulkan ragam mutiara agama dan menyusun ayat dan surah-surahnya, mereka pulalah yang tekun melakukan amal kebajikan secara sukarela dan juga berdzikir mengingat-Nya dengan dzikiran orang yang mengetahui bahwa Dialah Allah yang menciptakan pendengaran dan penglihatan; Dialah yang menciptakan manusia dengan sebaik-baik wujud dan juga sifatnya. Amma ba’du.

Wahai saudaraku Umar bin Al Madani Al Mazwari -Semoga Allah menerangi kalbuku dan kalbumu dengan cahaya keyakinan serta menggolongkanku dan engkau termasuk orang yang dicintai; orang-orang yang mendapat pesona, disayangi lagi berjaya. Lantaran prasangka baikmu padaku, engkau pernah meminta padaku untuk menuliskan sebuah risalah tentang tata krama di hadapan Allah; Sang Raja dari segala raja-sekaligus menyusun dzikiran dan amalan sunnah pada waktu-waktu yang telah ditentukan; pada jam-jam siang hingga malam hari.

Demi hidupmu, sungguh aku ini seperti halnya orang yang menyelam di sekitaran laut luas yang berombak tinggi, di sekitarnya terdapat para pembesar Arifinbillah yang pandai berenang. Merekalah sejatinya ahli masyrab. Allah Swt telah mensucikan kalbu mereka dari rongrongan jiwa, sehingga mereka pun berbicara dengan futuhat Rabbaniyah, dengan menggunakan mawahib yang suci nan bercahaya serta asrar luhur dari Allah. Mereka membagi waktu dalam ketaatan kepada Tuhan mereka dan menyusun dzikiran bagi murid-murid mereka untuk membantu jiwa mereka. Sebagaimana tertera dalam sebuah peribahasa, ‘Sampai sebagian kaum memuji perjalanan di waktu malam,” dimana mereka menemukan semua tangkapan di perut keledai yang buruk rupa.” Maka merekapun berada dalam hakekat.

Dalam Bahr Thawil disebutkan,

عَبِيدًا وَلَكِنَّ الْمُلُوْكَ عَبِيْدُهُمْ # بِهِمْ تَزْدَهِي الدُّنْيَا وَحُقَّ لَهَا الْفَخْرُ

“Para budak, tetapi para Rajalah yang sebenarnya budak mereka, # melalui mereka dunia berkembang dan merekapun berhak untuk mendapat kebanggaan.”

Lantaran firasat nurani kalianlah yang menjadi salah satu sebab yang membantuku untuk mendalami bidang ini; bidang yang membutuhkan penyucian dan pemurnian jiwa serta pembersihan dan tarqiyah, terlepas dari apa yang aku miliki secara batin, yaitu kalbu yang cahayanya redup, dipenuhi dengan kegelapan dosa dan dengan penampilan yang menipu dan tertipu. Meski pada kenyataannya, tak lain semua itu adalah keutamaan Allah, ketika Allah ber-tajalli pada seorang hamba, Dia pun akan

memurnikan hamba tersebut dari kekurangan diri seraya mengangkatnya dengan kerendahan hati, sehingga ia pun menari di atas karpet bersama para wali al kamilin dan diselubungi dengan tirai para washilin, sehingga dengan itulah kondisi dirinya berubah dan kesulitannya pun hilang, diapun akan disambut dengan futuh dan wushul diapun akan mengenakan jubah kebahagiaan dan sisi penerimaan dari Allah Swt; lisan hakikat pun akan menyapa untuk menghibur dirinya dan untuk memperbaiki kerusakan ahwalnya.

Disebutkan dalam Bahr Basith:

لَكَ الْبِشَارَةُ فَخَلَعْ مَا عَلَيْكَ فَقَدْ # ذُكِرْتَ ثُمَّ عَلَى مَا فِيْكَ مِنْ عِوَجٍ

“Engkau mendapatkan kabar gembira, karenanya lepaskanlah apa yang engkau kenakan, sebab engkau telah disebut-sebut # meskipun engkau dalam kondisi bengkok (menyimpang).”

Dengan demikian ia pun akan memasuki hadirat orang-orang yang shaleh, mengenakan pakaian orang-orang yang taat lagi bertakwa, ambisinya pun akan berlomba dengan para pembesar wali. Iapun akan menapak tilas para washilin dalam niatan mereka. Secara lahiriyah, iapun akan berjalan seperti orang-orang yang bodoh lagi dungu. Di dunia inderawi, jika engkau melihatnya, engkau akan berpaling darinya bahkan merasa takut, sedangkan dalam hakekat, ia adalah salah satu orang yang paling kuat dalam cinta dan hasratnya kepada Tuhan, meski dengan penampilan yang terdistorsi untuk menyembunyikan kebenaran, namun batinnya senantiasa diterangi oleh rahasia Tuhan.

Akupun mohon kepada Allah yang Maha Sempurna lagi mutlak Dzatnya; pemilik karunia yang tak terbatas serta pemberian yang melimpah nan tak pernah habis, agar Dia membukakan pada kita bagian dari futuh Rabbani dan nafahat-Nya, sehingga kita tergolong rijalnya Allah yang sempurna dalam ranah kemakrifatan pada-Nya, sehingga kita pun tidak melihat di alam ini adanya pemberian manfaat selain dari Dia, tidak ada pula yang membuka belenggu kalbu yang menghalangi terjalinnya hakikat kebenaran selain Dia. Dialah Allah yang memberikan kepada hamba apa yang diinginkan dari keutamaan-Nya yang luas lagi melimpah; Dia pun mensucikan siapapun yang Dia kehendaki dan membimbingnya pada jalan yang lurus.

Atas dasar inilah wahai sahabatku, aku pun mulai menuliskan apa yang dipinta dengan memberi judul catatan kecil ini dengan “Taman hakikat Agung dalam Penyusunan Wiridan dan Amalan baik Sebagai Amalan Tambahan untuk Siang dan Malam Hari.”

Teks Kitab Asli Bustân al Haqâ`iq al ‘Irfaniyah fi Tartib al Awrâd wa Nawâfil al Khairât ‘Ala al Awqât an-Nahariyyah wal-Lailiyyah karya Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Hajjuji At-Tijani radhiyallahu ‘anhu

Sumber : BUKU 24 JAM NON STOP TIJANY; AMALAN HARIAN IKHWAN TIJANY DILENGKAPI DENGAN AL-HIKAM AN-NURANIYAH (BUSTÂN AL HAQÂ `IQ AL ‘IRFANIYAH FI TARTIB AL AWRÂD WA NAWÂFIL AL KHAIRÂT ‘ALA AL AWQÂT AN-NAHARIYYAH WAL-LAILIYYAH) SYAIKH MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL-HAJJUJI AT-TIJANY

Tulis Komentar