You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Biji Mutiara Ketujuh; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Biji Mutiara Ketujuh; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

Demikianlah keadaan seseorang yang sadar bahwa dirinya hanyalah fatamorgana apabila dibandingkan dengan wujud niscaya Dzat Yang Maha Dermawan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَعْمَا لُهُمْ كَسَرَا بٍ بِۢقِيْعَةٍ يَّحْسَبُهُ الظَّمْاٰ نُ مَآءً ۗ حَتّٰۤى اِذَا جَآءَهٗ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـئًـا وَّ وَجَدَ اللّٰهَ عِنْدَهٗ فَوَفّٰٮهُ حِسَا بَهٗ ۗ وَا للّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَا بِ 
wallaziina kafaruuu a’maaluhum kasaroobim biqii’atiy yahsabuhuzh-zhom-aanu maaa-aa, hattaaa izaa jaaa-ahuu lam yajid-hu syai-aw wa wajadalloha ‘ingdahuu fa waffaahu hisaabah, wallohu sarii’ul hisaab

“Dan orang-orang yang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya,”
(QS. An-Nur 24: Ayat 39)

Andai saja dia tidak terdorong oleh hasrat kuat niscaya ia tidak akan berprasangka ada air. Jia dia lepas dari kondisi seperti itu, maka fatamorgana hanyalah ungkapan tentang kemiripan. Hal itu baru terjadi setelah Allah menampakkan diri-Nya di hati orang tersebut yang paling dalam. Cahaya Allah akan bersinar terang ketika terjadipenampakan tersebut. Bayangkan engkau mendapat kebahagian dan keberuntungan luar biasa ketika menimbah kenikmatan pada waktu itu.

Ruang dan waktu membatasi-Nya, mata memandang-Nya, sebuah cara penampakan dapat dikategorikan pada-Nya, namun akal menolak Dia diserupakan dengan apapun. Akhirnya, setelah seseorang memperoleh kemampuan, dia kembali lagi ke sifat dasarnya, yaitu lemah. Dia baru sadar bahwa dirinya ternyata berada di luar tabir keagungan Tuhan. Ketika itulah dia mendapatkan Allah berada di sisinya. Allah menepati segala janji-Nya padanya, sehingga dia memperoleh petunjuk dari-Nya.

Sumber : Terjemah Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa karya Syaikh Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Al-‘Arabi al-Khatimi al-Tha’i al-Andalusi radhiyallahu ‘anhu

Tulis Komentar