You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (016)

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (016)

Pada artikel ini, kami mencoba menyebutkan contoh dari karomah yang Allah Swt anugerahkan kepada Sayyidi Syaikh Abul ‘Abbas Ahmad At-Tijany Ra.- Aku pun ridho kepada beliau dan semoga kita pun mendapat keridhoan beliau.-

Cerita tentang wanita jadzab dan tergolong syarifah tersohor; Bilallah bin Mannânah Ra; anak perempuan dari Sayyidi Ahmad bin Muhammad Bannâni, ia berkata, “Suatu hari aku sedang duduk, tiba-tiba dua orang polisi menghampiriku agar aku berbicara kepada Sultan, aku kira Sultan ketika itu adalah Sultan Sulaiman. Sultan Sulaiman memang kerap memberinya hadiah dan ia pun sering pergi menghadap sang Sultan. Ia melanjutkan perkataannya, “Akupun pergi bersama keduanya hingga kami keluar dari pintu Al Futûh- yang merupakan salah satu pintu kota Fes-, akupun menghadap kepada Sultan dan aku tidak mendapati bahwa Sultannya adalah Maulana Sulaiman, yang aku temui ketika itu adalah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, aku belum pemah mengenal beliau sebelum itu, akupun terperanjat dengan apa yang aku lihat.

Kemudian Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berkata kepadaku, “Apa yang akan engkau katakan terkait wabah tha’un yang masuk ke kota ini, sungguh wabah ini masuk (ke dalam kota) lantaran orang-orang yang memiliki sifat ini dan itu.” Ketika aku mendengar itu, akupun berkata kepada beliau, “Apabila telah terjadi sebuah kesepakatan dari para wali yang ada dan mereka tidak lagi mampu menanggung cobaan ini, maka akulah yang akan menanggung cobaan itu dari manusia.”

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berkata, “Apa engkau mampu akan itu, engkau akan menanggung perkara itu?.” Wanita tersebut berkata, “Iya,” dan beliau memerintahkannya untuk kembali ke tempat semula ia berada. Saat ia (wanita ini) memasuki pintu kota, ia terkena tembakan dan jatuh tersungkur, ia tetap dalam kondisi itu sampai orang-orang datang ke lokasi dengan membawa tandu, kemudian membawanya ke tempat sernula ia berada. Orang-orang di sekitar mendengar selongsong peluru berbicara perihal wanita itu, setiap kali terdengar suara itu, wanita itu kerap berteriak histeris, kondisi ini terjadi sampai Allah Swt mengangkat cobaan dari negeri tersebut.

Sumber : BUKU 100 KAROMAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY