You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (034)

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (034)

Pada artikel ini, kami mencoba menyebutkan contoh dari karomah yang Allah Swt anugerahkan kepada Sayyidi Syaikh Abul ‘Abbas Ahmad At-Tijany Ra.- Aku pun ridho kepada beliau dan semoga kita pun mendapat keridhoan beliau.-

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah berkata, “Di surga aku diberi kedudukan empat puluh nabi, dimana itu belum pernah diberikan kepada orang sebelumku.”

Perkara ini benar adanya dikarenakan:

Nabi Saw telah mengabarkan kepada kita, bahwa di surga ada sosok yang bukan dari golongan nabi, dimana para nabi pun mencari-cari sosoknya yang memiliki posisi sederajat dengan nabi.

Rasulullah Saw pernah bersabda,

إِنَّ الَّهِ عِبَادًا لَيْسُوا بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ يَغْبِطُهُمُ النَّبِيُّوْنَ وَالشُّهَدَاءُ بِقُرْهِمْ وَمَقْعَدِهِمْ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sungguh Allah memiliki hamba-hamba yang bukan dari golongan Nabi dan orang yang mati syahid, dimana para nabi dan orang-orang yang syahid pun cemburu terhadap mereka lantaran kedekatan dan kedudukan mereka di sisi Allah pada Hari Kiamat. ” (HR. At-Tirmidzi, dimana ia berkata, “Hasan shahih”; Ahmad; Al Harits bin Usamah; Al Baihaqi dalam Asy-Syu’ab, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya; Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh-nya dari riwayat Mu’adz bin Jabal. Ahmad; Ibnu Abi Hatim; Ath-Thabrani; Al Baihaqi dalam Al Asma’ wash-shifat dari riwayat Abu Malik Al Asy’ari. Ibnu Abi Ad-Dunya: Ibnu Jarir; Ibnu Mundzir; Abu Syaikh; Ibnu Mardawaih dan Al Baihaqi dari riwayat Abu Hurairah Ra.)

Rasulullah Saw juga pernah bersabda,

أُعْطِيَتْ أُمَّتِي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِي قَبْلِي، أَمَّا وَاحِدَةٌ: فَإِنَّهُ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ

“Pada bulan Ramadhan, umatku diberikan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelumku. Yang pertama, jika malam pertama bulan Ramadhan itu datang…. (HR.Al Baihaqi dalam Asy-Syu’ab dan dalam Fadha il Al Awqat, Al Fasawi dalam Arba în miliknya; Ibnu Syahîn dalam Keutamaan Bulan Ramadhan; Al Mundziri dalam At-Targhib wat-Tarhib dari riwayat Jäbir bin ‘Abdillah Ra.)


Rasulullah Saw juga pernah bersabda,

أَعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةً شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لي الْأَرْضُ مَسْجِدًا

“Aku diberikan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku, yaitu: Aku ditolong dengan dimasukkannya rasa takut kedalam hati musuh sejauh perjalanan satu bulan..”

Dalam riwayat lain disebutkan

أم يُعْطَهُنَّ نَبِيُّ قَبْلِي

“….yang belum pernah sekalipun diberikan kepada nabi sebelumku” (HR. Al Bukhari dan Muslim dalam Shahih mereka; An-Nasa’i; Ahmad; Ibnu Abi Syaibah; Al Baihaqi; Ad-Darimi; Abu ‘Awanah; Ibnu Hibban; ‘Abd bin Humaid dari Jabir bin ‘Abdillah. Ahmad; Al Baihaqi; Ath-Thabrani; Al Bukhari dalam Tarikh-nya dari riwayat Ibnu ‘Abbas. Ahmad Ad-Darimi; Ibnu Hibban; Al Bazzar dari riwayat Abu Dzarr Ra; Ibnu Abi Syaibah; Ar-Rüyâni dari riwayat Abu Musa Ra. Ath-Thabrani dari riwayat Ibnu “Umar Ta; Ath-Thabrâni dan Al Humaidi dari riwayat Abu Hurairah; Ath-Thabrani dari riwayat Abu Sa’id Al Khudri; Al Bazzar dari riwayat Imam Ali Ra. Al Kattani menyebutkan riwayat ini dalam Nazhm Al Mutanatsir Min Al Hadits Al Mutawatir, dari riwayat sepuluh orang.)

Redaksi, ٌأحَد “Seseorang” lebih umum daripada redaksi, ٌّنَبِي “Nabi,” sebab redaksi tersebut mencakup semua makhluk ciptaan Allah Swt, termasuk nabi dan umatnya. Maka jika engkau berkata, “Aku diberi apa yang belum pernah diberikan pada para nabi sebelum Rasulullah Saw,” maka perkataanmu ini benar adanya, karena kitapun mendapatkan kabar gembira tersebut lantaran kita mengikuti Nabi Muhammad Saw, sementara nabi yang adanya sebelum beliau Saw belum pernah ada yang mendapatkan pemberian tersebut.

Jika engkau berkata, “Sungguh orang mukminnya umat ini pun menjadi subjek pada perkara yang telah disampaikan kepada para nabi terdahulu,” maka penyataanmu itu benar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَا عْمَلُوْا صَا لِحًـا ۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ 
yaaa ayyuhar-rusulu kuluu minath-thoyyibaati wa’maluu shoolihaa, innii bimaa ta’maluuna ‘aliim

“Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 51)


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا کُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَا شْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ کُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu kuluu ming thoyyibaati maa rozaqnaakum wasykuruu lillaahi ing kungtum iyyaahu ta’buduun

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 172)

اللَّهُمَّ احْشُرْنَا فِي زُمْرَةِ أَبِي الْبَيْضِ القُمَانِي وَأَمِنَا بِمَدْدِ خَتَمِ الْأَوْلِيَاءِ الْكِثْمَانِي

Sumber : BUKU 100 KAROMAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY