You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pondasi Ke-10 : Hari Kiamat

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Pondasi Ke-10 : Hari Kiamat

Hari kiamat merupakan hari yang paling mulia, paling indah, paling manis dan paling lengkap.

Hari kiamat merupakan hari limpahan rahmat bagi alam semesta, pada hari ini akan ditampakkan setiap kucuran rahmat yang telah diciptakan diatas muka bumi ini, yang jumlahnya dikalikan seratus.

Allah Swt berfirman,

اَلْمُلْكُ يَوْمَئِذِ ٱِلْحَـقُّ لِلرَّحْمٰنِ ۗ وَكَا نَ يَوْمًا عَلَى الْكٰفِرِيْنَ عَسِيْرًا
al-mulku yauma-izinil-haqqu lir-rohmaan, wa kaana yauman ‘alal-kaafiriina ‘asiiroo

“Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 26)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ مِائَةَ رَحْمَةٍ ، فَجَعَلَ فِي الْأَرْضِ مِنْهَا رَحْمَةً، فَبِهَا تَعْطِفُ الْوَالِدَةُ عَلَى وَلَدِهَا، وَالْبَهَائِمُ بَعْضُهَا عَلَى بَعْضٍ، وَالطَّيْرُ، وَأَخَرَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أَكْمَلَهَا اللهُ بِهَذِهِ الرَّحْمَةِ.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Allah Swt menciptakan seratus rahmat disaat Allah menciptakan langit dan bumi, dan membiarkan satu rahmat ada di bumi, dengan rahmat inilah seorang ibu mengasihi anaknya, hewan dan burung yang satu mengasihi yang lainnya, Allah mengakhirkan sembilan puluh sembilan rahmat lainnya hingga hari kiamat, saat hari kiamat tiba, maka Allah melengkapinya dengan rahmat ini. (HR. Al Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya; Ibnu Hibban, dimana lafazh hadits tersebut miliknya.)

Allah Swt berfirman,

قُلْ لِّمَنْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ قُلْ لِّـلّٰهِ ۗ كَتَبَ عَلٰى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۗ لَيَجْمَعَنَّكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيْهِ ۗ اَلَّذِيْنَ خَسِرُوْۤا اَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
qul limam maa fis-samaawaati wal-ardh, qul lillaah, kataba ‘alaa nafsihir-rohmah, layajma’annakum ilaa yaumil-qiyaamati laa roiba fiih, allaziina khosiruuu angfusahum fa hum laa yu-minuun

“Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 12)

Rasulullah Saw bersabda,

لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي

“Setelah Allah selesai menentukan qadha makhluk, Dia menulis di catatan milik-Nya yang berada diatas ‘Arasy,

“Sungguh rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku.” (HR. Al Bukhari dalam Shahih-nya.)

Berkasih sayanglah niscaya kalian akan dikasihi,

Rasulullah Saw bersabda,

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ

“Dzat Allah Ar-Rahman mengasihi orang-orang yang saling mengasihi. (HR. Abu Daud; Ahmad; At-Tirmidzi, dimana ia mengatakan, “hasan”.)

Rasulullah Saw bersabda,

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang kelak bersama orang yang dicintainya. ” (HR. Al Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya.)

Rasulullah Saw bersabda,

الْمُتَحَابُّوْنَ فِي اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرِ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ

“Orang-orang yang saling mencintai karena Allah berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, di bawah naungan ‘Arasy, dihari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.” (HR. Ahmad; Ath-Thabrani dan Ibnu Hibban.)

Semua tempat dibawah naungan ‘Arasy itu sudah dipesan, maka mulai saat ini pesanlah tempat kalian dengan kecintaan pada orang-orang shaleh.

Hari kiamat merupakan hari mendunia untuk berbaikan antara manusia, Rasulullah Saw bersabda,

اتَّقُوا اللهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُصْلِحُ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ

“Bertakwalah kalian kepada Allah dan damaikanlah orang disekitar kalian, sungguh Allah Swt mendamaikan antar sesama muslim.” (Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ : بَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ إِذْ رَأَيْنَاهُ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ ثَنَايَاهُ، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ : مَا أَضْحَكَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي ؟ قَالَ: رَجُلَانِ مِنْ أُمَّتِي حَشَيَا بَيْنَ يَدَيْ رَبِّ الْعِزَّةِ، فَقَالَ أَحَدُهُمَا: يَا رَبِّ خُذْ لِي مَظْلِمَتِي مِنْ أَخِي، فَقَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِلطَّالِبِ : فَكَيْفَ تَصْنَعُ بِأَخِيكِ وَلَمْ يَبْقَ مِنْ حَسَنَاتِهِ شَيْءٌ ؟ قَالَ: يَا رَبِّ فَلْيَحْمِلْ مِنْ أَوْزَارِي قَالَ : وَفَاضَتْ عَيْنَا رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبُكَاءِ، ثُمَّ قَالَ : إِنَّ ذَاكَ الْيَوْمَ عَظِيمٌ يَحْتَاجُ النَّاسُ أَنْ يُحْمَلَ عَنْهُمْ مِنْ أَوْزَارِهِمْ، فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِلطَّالِبِ: ارْفَعْ بَصَرَكَ فَانْظُرْ فِي الْجِنَّانِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: يَا رَبِّ أَرَى مَدَائِنَ مِنْ ذَهَبٍ وَقُصُورًا مِنْ ذَهَبْ مُكَلَّلَةَ بِاللُّؤْلُوِ لِأَيِّ نَي هَذَا أَوْ لِأَي صِدِّيقٍ هَذَا أَوْ لِأَيِّ شَهِيدٍ هَذَا ؟ قَالَ: هَذَا لِمَنْ أَعْطَى الثَّمَنَ، قَالَ: يَا رَبِّ وَمَنْ يَمْلِكُ ذَلِكَ ؟ قَالَ : أَنْتَ تَمْلِكُهُ، قَالَ : لِمَاذَا ؟ قَالَ: بِعَفْوِكَ عَنْ أَخِيكَ، قَالَ: يَا رَبِّ فَإِنِّي قَدْ عَفَوْتُ عَنْهُ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: فَخُذْ بِيَدِ أَخِيكَ فَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ : اتَّقُوا اللهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُصْلِحُ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra, dia berkata: Disaat Rasulullah Saw duduk, dimana kami melihat beliau tersenyum lebar hingga terlihat dua gigi seri beliau, Umar berkata kepada bellau, “Demi ayah dan ibuku, apa yang menyebabkan baginda tersenyum lebar?” Beliau bersabda, “Ada dua lelaki dari umatku yang sudah meninggal dunia menghadap disisi Rabb Al Izzah, salah satunya berkata, ‘Wahai Rabb, gantikanlah kezhalimanku dari saudaraku,” Maka Allah Saw berfirman kepada yang meminta itu, “Bagaimana mungkin engkau lakukan itu dari saudaramu, sementara tidak tersisa lagi kebaikannya? Lelaki itu berkata, ‘Wahai Rabb, maka bebankanlah ia dari dosa-dosaku’,

Periwayat itu berkata: Kedua mata Rasulullah Saw berlinang air mata, kemudian beliau bersabda, “Sungguh hari itu merupakan hari yang besar, manusia ada yang harus memikul dosa-dosa mereka (saudara mereka),” Allah berfirman kepada peminta itu, “Angkatlah pandanganmu, lalu lihatlah ke surga,” maka lelaki itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata, ‘Wahai Rabb, aku melihat mada ‘in yang terbuat dari emas dan juga ada istana terbuat dari emas yang dihiasi dengan permata, untuk nabi siapa, untuk sahabat siapa? Atau untuk orang yang mati syahid yang mana?” Allah berfirman, “Ini bagi orang yang memberikan harganya,” lelaki itu berkata, “Wahai Rabb, lantas siapa yang memilikinya?” Allah Swt berfirman, “Engkau yang memilikinya,” lelaki itu menimpali, “Dengan apa (wahai Rabb)?” Allah Swt berfirman,” Dengan ampunanmu atas saudaramu,” lelaki itu kembali berkata, “Wahai Rabb, (jika demikian) maka aku telah mengampuninya” Allah Swt berfirman, “Raihlah tangan saudaramu dan masukkan ia kedalam surga,” Rasulullah Saw bersabda, “Bertakwalah kalian kepada Allah dan damaikanlah diantara kalian, sebab Allah mendamaikan diantara sesama muslim.” (HR. Al Hakim, dimana ia menilainya shahih, Ibnu ‘Asakir).

Hari kiamat merupakan hari mendunia untuk memuliakan Rasulullah Saw dan menampakkan kedudukan beliau yang agung nan tinggi kepada semua makhluk. Allah mengangkat maqam Nabi Saw diatas maqam para malaikat, para nabi dan derajat dibawah mereka. Syafa’at ‘uzhma beliaulah yang akan diterima oleh semua makhluk. Semua makhluk diseluruh alam, kecuali Allah Swt.

Rasulullah Saw bersabda,

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ

“Aku adalah penghulu anak Adam.” (HR. Muslim; Abu Daud; Abu Ya’la; Ahmad dan Ibnu Abi Syalbah dari riwayat Abu Hurairah.)

Rasulullah Saw bersabda,

آدَمُ فَمَنْ دُونَهُ تَحْتَ لِوَائِي

“Adam dan yang memiliki derajat dibawahnya ada dibawah panjiku,” (HR. Ahmad; Abu Ya’la; Al Baihaqi dalam Asy-Syu’ab, dan Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dengan lafazh ini dari Ibnu ‘Abbas Ra; Sementara Al Marwazi meriwayatkannya dari Anas bin Malik dalam Ta’zhim Qadr Ash-Shalat.)

Rasulullah Saw bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian pula bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya.” (HR. Malik dalam Al Muwaththa Al Bukhari; dan Muslim dalam Shahih keduanya.)

Rasulullah pemimpin yang paling utama, yang bertanggung jawab atas semua makhluk sejak awal penciptaan hingga akhirnya. Beliaupun memberikan syafa’at pertama kali untuk mengeluarkan makhluk dari ketiadaan, beliau pulalah yang akan memberi syafa’at dihari kiamat.

Rasulullah Saw memberikan syafa’at bagi orang-orang yang berhak mendapatkannya, agar mereka juga bisa memberikan syafa’at pada yang lainnya. (Allah Swt berfirman dalam ayat kursi, “Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya,” (Qs. Al Baqarah [2]: 255); “Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. “(Qs. Yunus [10]: 3), dimana syarat syafa’at adalah adanya izin.)

Beliaupun juga memberikan syafa’at bagi orang-orang yang ta’at dari kalangan Ash-Shiddiqin dan juga Syuhada’, bahkan sampai para nabi pun mendapatkan syafa’at beliau agar mereka memiliki derajat yang tinggi di surga. Rasulullah Saw bersabda,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَيَرْغَبُ فِي شَفَاعَتِي

“Demi jiwa Muhammad yang ada dalam genggaman-Nya, sungguh Ibrahim pun menginginkan syafa’atku.” (HR. Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh-nya; Al Hakim dalam Tarikh-nya dari riwayat ‘Ubay bin Ka’ab.)

Perkara yang mendasar dalam hal ini adalah, bahwa Ibrahim As juga merupakan seorang nabi, tetapi syafa’at Rasulullah Saw harus ada padanya, dimana syafa’at tersebut bertujuan untuk meninggikan derajat nabi Ibrahim dan sebagai izin baginya agar dapat memberikan syafa’at bagi yang lainnya.

Beliaupun memberikan syafa’at bagi orang-orang yang bermaksiat, agar Allah Swt memberikan ampunan kepada mereka dan memasukkan mereka ke dalam surga.

Bahkan beliaupun memberikan syafa’at kepada para pembuat dosa besar agar Allah Swt meringankan adzab dari mereka dan mempercepat mereka pindah ke surga. Rasulullah Saw bersabda,

شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي

“Syafa’atku pada hari kiamat adalah bagi pembuat dosa besar dari umatku.” (HR. Abu Daud; At-Tirmidzi, dimana la menilainya shahih, Ahmad; Ibnu Hibban; Al Hakim dimana ia menilainya shahih, Ath-Thabrani dalam Al Kabir, Al Ausath dan Ash-Shaghir, Abu Ya’la; Al Baihaqi dalam Asy-Syu’ab dan As-Sunan dari Anas bin Malik Ra.)

Rasulullah Saw juga bersabda,

إِنِّي ادْخَرْتُ شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sungguh aku simpan syafa’atku pada hari kiamat bagi pembuat dosa besar dari umatku.” (HR. At-Tirmidzi, dimana ia menilainya hasan, Ibnu Majah dalam Shahih-nya; Al Hakim dalam Al Mustadrak, dimana menilainya shahih, Ath-Thayalisi dari riwayat Jabir bin ‘Abdullah.)

Bahkan disebutkan bahwa dengan keberkahan Rasulullah Saw adzab bagi Abu Lahab diringankan, yaitu pada hari senin lantaran ia telah memerdekakan Tsuwaibah; budak wanitanya, saat Abu Lahab diberitakan dan merasa gembira dengan kelahiran Rasulullah Saw. (Al Hafizh Ibnu Nashir Ad-Din menyebutkan dalam kitabnya; Ward Ash-Shadi Fi Maulid Al Hadi, dimana beliau bersenandung:

إِذَا كَانَ هَذَا كَافِرًا جَاءَ ذَمُّهُ وَتَبَّتْ يَدَاهُ فِي الْجَحِيمِ مُخْلدًا أَتَى أَنَّهُ فِي يَوْمِ الإِثْنَيْنِ دَائِمًا # يُخَفِّفَ عَنْهُ لِلسُّرُورِ بِأَحْمَدًا فَمَا الظَّنُّ بِالْعَبْدِ الَّذِي كَانَ عُمْرُهُ بِأَحْمَدَ مَسْرُورًا وَمَاتَ مُوَحِّدًا

“Apabila orang kafir patut dicela # kedua tangannya binasa dan kekal di neraka

Setiap hari senin datang #adzabnya diringankan lantaran ia senang dengan (kelahiran) Ahmad Lantas bagaimana dugaanmu dengan seorang hamba yang seumur hidupnya #merasa bahagia dengan Ahmad dan mati dalam tauhid.”)

Bahkan syafa’at beliau semakin luas hingga mencakup hal diselamatkan dari api neraka, ini seperti yang disebutkan dalam hadits shahih, “Allah Swt berfirman (dalam hadits qudsi):

ارْفَعْ رَأْسَكَ وَسَلْ تُعْطَهُ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ، ذُرِّيَّةٌ آدَمَ لَا تُخْرَقْ الْيَوْمَ بِالنَّارِ

“Angkatlah kepalamu! Pintalah dan engkau akan diberi, mintalah syafa’at dan engkau akan diberi syafa’at, maka aku (Rasulullah Saw) bersabda, “Wahai Rabb, anak keturunan Adam, janganlah hari ini mereka dibakar didalam api nereka.” (Ini merupakan penggalan dari hadits panjang yang diriwayatkan oleh Al Ajiri dalam Asy-Syari’ah, dan Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh-nya.)

Oleh karena itu semua, maka jadikanlah Rasulullah lebih penting bagi kalian, sebagaimana kalian diperintahkan, (dalam firman-Nya),

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِا لْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَ زْوَا جُهٗۤ اُمَّهٰتُهُمْ ۗ وَاُ ولُوا الْاَ رْحَا مِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُهٰجِرِيْنَ اِلَّاۤ اَنْ تَفْعَلُوْۤا اِلٰۤى اَوْلِيٰٓئِكُمْ مَّعْرُوْفًا ۗ كَا نَ ذٰ لِكَ فِى الْكِتٰبِ مَسْطُوْرًا
an-nabiyyu aulaa bil-mu-miniina min angfusihim wa azwaajuhuuu ummahaatuhum, wa ulul-ar-haami ba’dhuhum aulaa biba’dhing fii kitaabillaahi minal-mu-miniina wal-muhaajiriina illaaa ang taf’aluuu ilaaa auliyaaa-ikum ma’ruufaa, kaana zaalika fil-kitaabi masthuuroo

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 6)

Hari kiamat adalah hari penyaksian.
Dimana manusia menyaksikan Rabb mereka dalam gambaran sisi rahmat-Nya.
Para nabi dalam gambaran hakiki mereka.
Malaikat dalam gambaran hakiki mereka.
Para wali dan orang shaleh dalam gambaran sisi cahaya mereka.
‘Arasy dalam gambarannya yang berkilauan cahaya,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَتَرَى الْمَلٰٓئِكَةَ حَآ فِّيْنَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۚ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِا لْحَـقِّ وَقِيْلَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
wa tarol-malaaa-ikata haaaffiina min haulil-‘arsyi yusabbihuuna bihamdi robbihim, wa qudhiya bainahum bil-haqqi wa qiilal-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin

“Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.””
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 75)

Maka berimanlah, tunggulah beragam penyaksian, rahmat dan sisi Jamal-Nya Allah.

Sumber : BUKU RAHASIA WUSHUL TIJANY (AL USHUL FI SIRR AL WUSHUL) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY