You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Perbedaan Khalifah dan Muqaddam Dalam Thariqah At-Tijaniyah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Perbedaan Khalifah dan Muqaddam

Perbedaan khalifah dan muqaddam; khalifah adalah sosok yang mampu menyampaikan apa yang telah disampaikan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra kepada sang murid; baik berupa ragam pengetahuan, asrar dan semua dzikiran serta yang berhak memberi izin sang murid untuk ber-khalwat atau tidak. Sedangkan muqaddam, beliau adalah sosok yang menalqinkan wiridan lazimah dan juga menalqinkan sebagian wiridan ghair lazimah. Beliau inilah sosok yang senantiasa membimbing, memerintahkan sang murid dengan ragam perkara yang baik dan mencegah mereka dari ragam perkara mungkar, terlebih khusus jika beliau adalah sosok yang memberikan sang murid wiridan thariqah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu athii’ulloha wa athii’ur-rosuula wa ulil-amri mingkum, fa ing tanaaza’tum fii syai-ing fa rudduuhu ilallohi war-rosuuli ing kungtum tu-minuuna billaahi wal-yaumil-aakhir, zaalika khoiruw wa ahsanu ta-wiilaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 59)

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari riwayat Abu Hurairah Ra, bahwa ia berkata: Rasulullah Saw bersabda,

مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ، وَمَنْ يُطِعِ الأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ
عَصَانِي

“Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah ta’at kepada Allah; barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, berarti ia telah bermaksiat kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada (orang yang aku tunjuk jadi) pemimpin, berarti ia telah ta’at kepadaku; barangsiapa yang bermaksiat kepada (orang yang aku tunjuk menjadi) pemimpin, berarti ia telah bermaksiat kepadaku.”

Tidak diragukan lagi bahwa setiap dari masyayikh itu adalah para da’i yang menyeru kepada Allah Swt dan bagian dari pemimpin (yang dipercaya oleh) Rasulullah Saw. Orang yang Syaikh percayakan kepemimpinan umat dengan cara men-taqdim-nya, maka ia juga termasuk (orang yang dipercaya oleh Rasulullah Saw menjadi) pemimpin.

Disebutkan dalam Khalashah Al Mardhiyyah, ketika menjelaskan adab seorang murid, “Hendaknya seorang murid berkhidmah kepada orang yang di-taqdim oleh gurunya, meskipun yang bersangkutan ilmunya kurang.”

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah menyatakan seraya mengajarkan semua pengamal thariqah At-Tijaniyyah, “Hendaknya seorang murid ta’at kepada muqaddam yang memberikannya talqin wiridan; yaitu ketika beliau memerintahkan pada perkara yang baik dan juga ketika beliau melarang perkara yang mungkar atau juga ketika beliau berupaya memperbaiki situasi perseteruan yang sedang terjadi.”

Sumber : BUKU FATHURRABBANI (FATHURRABBANI FIMA YAHTAJU ILAIHI MURID TIJANY) SYAIKH MUHAMMAD ATH-THASFAWI AT-TIJANY