You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Al Qadam Berarti Thariqah dan Kedudukan

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Al Qadam Berarti Thariqah dan Kedudukan

Terkait pernyataan Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, “Kedua telapak kakiku ini ada di atas tengkuk setiap wali Allah.” Maka yang dimaksud dengan kedua telapak kaki disini adalah thariqah dan kedudukan yang beliau miliki, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَكَا نَ لِلنَّا سِ عَجَبًا اَنْ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰى رَجُلٍ مِّنْهُمْ اَنْ اَنْذِرِ النَّا سَ وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ قَا لَ الْكٰفِرُوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ مُّبِيْنٌ
a kaana lin-naasi ‘ajaban an auhainaaa ilaa rojulim min-hum an angzirin-naasa wa basysyirillaziina aamanuuu anna lahum qodama shidqin ‘ingda robbihim, qoolal-kaafiruuna inna haazaa lasaahirum mubiin

“Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka, “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan.” Orang-orang kafir berkata, “Orang ini (Muhammad) benar-benar pesihir.””
(QS. Yunus 10: Ayat 2)

Sehingga maknanya adalah, bahwa metode suluk beliau sesuai dengan tuntunan syari’at, sedangkan martabat yang Allah Swt anugerahkan kepada beliau, penghukumannya diserahkan kepada para wali; yang mana kedudukan beliau tetap pada kedudukan terhormat, sebagaimana yang engkau katakan tentang suatu urusan, “Sungguh memang itu nyata apa adanya.”

Sementara kata, “Wali,” sungguh adat istiadat menilainya memiliki arti yang sesuai dengan makna mutlaknya; yaitu istilah bagi orang selain sahabat Nabi Saw, sebab martabat sahabat Nabi Saw merupakan martabat yang paling tinggi, sehingga mereka tidak termasuk kedalam kata, “wali” tersebut.

Sedangkan perkataan yang dinuukilkan dari Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, “Pada hari Kiamat disiapkan untukku mimbar yang terbuat dari cahaya, dimana ada penyeru yang menyerukan, ‘Ini adalah imam kalian.” Maksudnya redaksi, ‘Ini adalah imam kalian,” bahwa seruan itu untuk orang-orang mengambil manfaat dari beliau di alam panca indera dan alam maknawi; yaitu pengamal thariqah Tijaniyyah. Sedangkan Orang-orang secara umum bukanlah yang dimaksud oleh beliau. Sebab, sangat mustahil jika yang dimaksudkan adalah bahwa para nabi dan rasul atau juga sahabat nabi secara umum mengambil istimdad dari beliau dan hal ini telah dipaparkan dengan sangat jelas didalam Al Jawahir, bahwa beliau ber-istimdad dari mereka dan juga yang lainnya. Sebab jika tanpa mereka, maka kita pun tidak dapat mengetahui Allah Swt dan juga agama ini.

Terkait kata, “Mimbar,” Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,

إِنَّ اللَّهِ عِبَادًا يَجْلِسُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنَابِرٍ مِنْ نُوْرٍ يُغْشَى وُجُوهُهُمْ النُّوْرُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ حِسَابِ الْخَلَائِقِ

“Sungguh Allah memiliki hamba-hamba yang la dudukkan di atas mimbar yang terbuat dari cahaya pada Hari Kiamat, wajah-wajah mereka ditutupi dengan cahaya sampai hisab semua makhluk selesai.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad yang jayyid.)

Sebagaimana pula yang disebutkan terkait Al Mutahabbin Fillâh (orang-orang yang saling mencintai karena Allah Swt), Rasulullah Saw bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْمُتَحَابُّوْنَ فِي جَلالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُوْرٍ يَغْبِطُهُمُ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ.

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Orang-orang yang saling mencintai pada keagungan-Ku, mereka memiliki mimbar yang terbuat dari cahaya, dimana para nabi dan orang-orang yang mati syahid iri terhadapnya.” (HR. At-Tirmidzi, dimana ia berkata, “Hasan shahih.”)

Jikapun kita membiarkan pernyataan Syaikh Ahmad At-Tijany Ra atas keumumam pernyataan tersebut, maka ketika itu beliau sedang dalam kondisi fana dalam hadrah Al Muhammadiyyah, beliau berbicara dengan lisan martabat tersebut. Sebagaimana tidak diragukan lagi, bahwa Rasulullah Saw adalah penghulu semua makhluk dan juga imam mereka tanpa ada yang memperdebatkan hal ini.

Sumber : BUKU SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ MENJAWAB, ANTARA TUDUHAN DAN FAKTA (RADD AKADZIB AL MUFTARRIN; ULAMA TAZKIYAT AN-NAFS MIN A’LAM AN-NAS BIL KITAB WAS-SUNNAH) SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI