
Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud firman Allah Swt,
اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَا سْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَا بُ السَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَا طِ ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُجْرِمِيْنَ
innallaziina kazzabuu bi-aayaatinaa wastakbaruu ‘an-haa laa tufattahu lahum abwaabus-samaaa-i wa laa yadkhuluunal-jannata hattaa yalijal-jamalu fii sammil-khiyaath, wa kazaalika najzil-mujrimiin
“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 40)
Dan kaitannya dengan hadits nabi Saw tentang nabi Adam As yang ada di langit pertama, disekitarnya ada hembusan nafas anak keturunannya.
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Sungguh ruh manusia ditinjau dari kondisinya, maka ia dapat terlihat di beberapa tempat pada satu waktu, tidak ada yang sulit bagi ruh dalam kondisi ini. Ketika ruh ada di bawah bumi, maka tidak sulit baginya pula untuk bisa terlihat di atas langit, ini adalah jawaban yang pertama.
Jawaban kedua: Sungguh pada perkara kenabian, mungkin bagi seorang nabi pada satu waktu dapat melihat semua alam berada di tangan kanan dan tangan kirinya, tidak sulit bagi mereka untuk melakukan ini, contoh nabi Adam As yang merupakan utusan Allah dan khalifah-Nya di muka bumi, ia dapat melihat hembusan nafas anak keturunannya dengan beragam tingkatan mereka yang berbeda-beda, martabat yang berbeda-beda dan beragam tempat yang berbeda; baik jauh maupun dekat. Nabi Adam As mampu melihat hembusan nafas anak keturunannya di sisi tangan kanan dan juga tangan kirinya, sesuai dengan batasan yang sudah kami sebutkan.
Syaikh Ali Harazim berkata: “Permasalahan antara ayat diatas dan juga hadits Nabi Saw adalah bahwa bagi arwah orang-orang kafir tidak akan dibukakan pintu langit, sedangkan nabi Adam As dapat melihat mereka di sisi tangan kirinya, sementara ia berada di langit, maka inilah permasalahan yang dijawab oleh Sayyidi Syaikh Ra.”
-Selesai sudah apa yang di-imla’ kan pada kami dari hafalan dan perkataan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-
