
Elsubha.com – Kata Pengantar Sayyidi Sayyidi Al Hajj Abdul Karim Banis dalam Kitab Az-Zuhrul Fâ`ih fi Fadhli Shalâtil Fâtih
Segala puji bagi Allah yang membuka semesta yang tertutup dengan ikhtiyar yang khusus, takdir yang nyata dengan bentuk rahmat dan sisi ihsan. Yang menutup penciptaan dengan jenis manusia dengan hikmah dan ketelitian. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada perantara Dzat Pencipta yang dipilih dari keturunan Adnan, yang diutus untuk seluruh alam semesta dengan membawa agama yang kokoh, Al Qur’an dan juga jalan yang lurus sebagai hidayah dan penjelas. Semoga shalawat dan salam juga terlimpah pada keluarga beliau orang-orang baik dan para sahabat beliau orang-orang pilihan; yang menjadi penolong dan penyokong beliau Saw. Wa ba’du.
Aku adalah Abdul Karim bin Al ‘Arabi Banis mengatakan: Ketika shalawat fatih juga disebut dengan shalawat yaqûtatil faridah ini merupakan wiridannya Maulana al Quthb al Ghauts al ‘Arif Rabbani wal khatmun-nûrani, khâtimul awliya’ al Maktum wal barzakh fi kulli manthuq wa mafhum; syaikhina wa sanadina wa wasilatina ila Rabbina sayyidina wa maulana Abil Abbas Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra Semoga Allah memberikan kita kucuran ilahiyyah dari madad beliau pada sisi hakekat dan sisi cahaya diri.-kitty
Aku punya banyak karangan sejumlah sahabat sejak zaman Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra yang berisikan sebagian kecil yang dikabarkan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra terkait ragam keistimewaan yang tidak bisa diukur dan dibatasi, bahkan keutamaannya tidak terhingga. Salah satu sosok yang Allah Swt berikan inayah ilahiyyah (perhatian khusus dari sisi ketuhanan) adalah Abu ‘Abdillah Sayyidi Muhammad bin Muhammad bin ‘Abdillah yang sengaja mengumpulkan ragam keutamaan shalawat fatih dalam sebuah buku dibarengi dengan paparan i’rab dan maknanya yang lengkap dengan penjelasannya yang beliau beri judul Az-Zuhrul Få ih fi Fadhli Shalatil Fâtih. Sebuah buku yang menggunakan bahasa yang sederhana namun mampu memberikan pemahaman mendalam. Semoga Allah Swt membalasnya dengan kebaikan. ketika aku merasakan nikmat dalam menela’ahnya, terbersitlah ragam perkataan berikut:
سَرَى طَيْفٌ مَنْ فِي مَهَجَّتِي غَرْسُ الْهَوَى # فَطُوْدًا إِصْطِبَارِي مِنْ جَلَالَتِهِ هَوَى
وَإِذَا أَسْكَنِي أَوْدَى بِسَاكِنِ وُدِّهِ # نَوَى النَّجْعَ لَمَّا فَاجَعَتْهُ يَدَى النَّوَى
أَطَرَّتْ أَسَارِ طَائِرًا كَانَ سَاكِنَا # بِوَكْرِ بِجُرْعًا فِي الْفُؤَادِ فَمَا ارْعَوَى
وَأَضْمَرَتْ جُمْرًا أَضْرَعَتْ فِي جَوَاقِحِي # وَلَوْلَا غَزِيْرُ الدَّمْعِ مِمَّا أَوَى كَوَى
لَكَ إِلَيْهِ سَارَ اللَّطِيفُ شَنْفَ مُسَاهِمِي # وَرَوَ حَدِيثًا لِأَحِبَّةِ الجَوَى
فَقَلْبِي مُقِيمٌ فِي الْوِدَادِ وَرَاحَتِي # بِرَوْحِ الرَّجَا فِي وَصْلِ حَبَّةٌ ثَوَى
ثَوَى بِفُؤَادِي فَاسْتَهَلَّتْ مَدَامِعِي # لِكُلِّ مُثِيرِ الشَّوْقِ مَنْ لَا هَجَ الْجَوَى
فَلَسْتُ بِسَأَلِ حُبِّ طَهَ مُحَمَّدَ # وَلَا الْتَوَى عَنْ وُدِّ ذِي التَّاجِ وَاللِّوَى
بِهِ انْفَتَحَتْ أَغْلَاقُ كُلُّ مُكَوَّنٍ # وَمِنْ نُوْرِهِ اسْتِيْضَاحُ كُلُّ الَّذِي الْتَوَى
وَمِنْهُ أَضَاءَ الْكَوْنَ وَاتَّضَحَتْ بِهِ # دُجَى الْكَتَمِ عَنْ شَمْسٍ الْوُجُوْدِ وَمَا طَرَى
إِلَيْهِ أَشْهَى فِي الْفَتْحِ ذَوِ الْفَتْحِ فَاعْتَلَا # وَلَا فَتَحَ إِلَّا عَنْ وَسَاطِتِهِ رَوَى
لَهُ الْخَتْمُ وَالإِرْسَالُ قَدْ خَتَمَتْ بِهِ # عَلَى سِرِّ كُلِّ الْكَائِنَاتِ قَدْ احْتَوَى
وَلَا تَمَّ أَمْرٌ فِي الْوُجُودِ وَلَوْ سَمَى # بِفَتْحِ وَخَتْمٍ دُوْنَ مَا سَرَّهُ حَوَى
كَيْفَ وَنَصَرَ الْحَقِّ بِالْحَقِّ شَأْنُهُ # هُوَ النَّاصِرُ الْمَنْصُورُ بِالْحَقِّ لَا الْهَوَى
هَدَانَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ وَهَدْيُهُ # هُدَى اللَّهِ مَا زَاغَ الْفُؤَادُ وَلَا انْزَوَى
عَلَيْهِ صَلَاةُ اللَّهِ تَعْدِلُ قَدْرُهُ # وَمِقْدَارُهُ الْقَدْرَ الْعَظِيمَ عَلَى السَّوَى
وَءَالٍ وَصَحْبِ قَدْ أَتُوْنَا بِهَدْيِهِ # وَبَاعُوْا نُفُوْسًا فِي هُدَاهُ عَلَى الضَّوَى
وَتَابِعِهِمْ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ وَمَنْ # تَلَاهُمْ بِأَسْدَاءِ الدَّوَاءِ لِمَنْ دَوَى
ذَوُوْا الْعِلْمَ مَنْ قَامُوا بِإِيْضَاحٍ عَامِضٍ # وَبَاحُوْا بِأَسْرَارِ الْحَبَايَا وَمَا انْطَوَى
وَبَثُّوْا بِرَوْضِ الْعِلْمِ أَبْهَى أَزَاهِرَ # أَفَانِيْنَ فَلَقَّتْ فِي جَمَالٍ وَمُسْتَوَى
وَجَاءَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ نَحْلَ مُحَمَّدٍ # بِشَرْحٍ وَزَهْرٍ فَاتِحٍ طَابَ وَارْتَوَى
لِيَاقُوْتَةِ فَرِيْدَةٍ جَلَّ قَدْرُهَا # وَخَصَّتْ بِأَسْرَارٍ وَفَضْلٍ وَمُحْتَوَى
فَلَلهِ مِنْ شَرْحٍ أَتَى بِعَجَائِبَ # وَضَمٌ مَزَايَا بَلْ عَطَايَا كَمَا نَوَى
فَفَازَ بِعَطْفِ الْخَتْمِ دِى الْمَدَدِ الَّذِي # بِهِ نَالَ إِقْبَالًا وَسَعْدًا بِهِ انْتَوَى
جَزَاهُ الإِلَهُ الْعَرْشِ خَيْراً وَ كَمُلَتْ # مَحَاسِنَهُ بِالْفَتْحِ وَالْخَتْمِ وَالدَّوَاءِ
Lamunan akan orang yang ada dalam jiwaku itu buyar # berputar-putar menguji kesabaranku pada agungnya hawa nafsu
Ketika jiwa sudah tenang, iapun tenang dengan bercokolnya cinta didalamnya # rasa cinta itupun efektif bagi orang yang menginginkannya
Akupun berlari selayaknya terbangnya burung yang begitu tenang # yang menarik jiwa pada sikap nasionalisme Kepada itulah khayalanmu itu mengalir # ia mengisahkan kerinduan orang yang dicintai
Kalbuku tetap dalam kecintaan dan kenyamanan diriku ada pada puncaknya pengharapan untuk selalu bisa bersama sosok yang kecintaannya tertawan
Ketika kalbuku tertawan mudahlah mengalir air mataku # pada setiap moment yang memancing kerinduan orang yang kesedihannya memuncak
Aku tidak menanyakan kecintaan Thaha Muhammad # tidak pula bertanya apa kecintaan itu bersambut pada orang yang memakai mahkota nan punya kedudukan tinggi
Dengannyalah semesta yang semula tertutup bisa terbuka #dan dengan cahayanya setiap yang bengkok terterangi dengan cahayanya
Dari cahaya beliaulah semesta ini terang # bahkan sisi tersembunyi dari mataharinya wujud ini dan apa yang lentur itupun nampak jelas
Kepadanyalah aku menginginkan futuh dari orang yang futuh hingga tinggi derajatnya # dimana tidak ada futuh kecuali dengan perantara beliau Saw
Beliau Saw lah penutup, dimana utusan sudah ditutup dengan beliau Saw # yang mana beliau ada dalam rahasia alam semesta
Tidaklah sempurna perkara pada alam ini meskipun mendapati futuh # dan khotam tanpa memiliki rahasia beliau Saw
Bagaimana bisa dikatakan beliau menolong kebenaran dengan posisi yang beliaulah kebenaran itu # beliaulah penolong yang ditolong dengan kebenaran dan bukan dengan hawa nafsu
Beliau menunjukkan jalan yang lurus, petunjuk beliau # adalah petunjuk Allah selagi hati tidak menyimpang atau menyendiri
Semoga shalawat (terlimpah) pada beliau yang setara dengan kadar # dan keagungan Allah yang Agung
Dan (juga semoga terlimpah pada) keluarga dan sahabat yang telah membawakan hidayah beliau pada kita # bahkan mereka bergabung untuk mempertaruhkan nyawa mereka demi petunjuk itu
Dan (juga semoga terlimpah pada) orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan tabi’in dan orang yang # membacakan (Al Qur’an) obat yang paling manjur bagi orang yang berpenyakit
Mereka memiliki ilmu, merekalah yang menjelaskan perkara yang pelik # mereka menguak sisi yang tersembunyi dan mereka tidak mementingkan diri sendiri
Mereka menyebarkan taman ilmu hingga menyeruak semerbak bau harumnya # mereka telah menemui keindahan dan kesetaraan
Ibnu ‘Abdillah yang masih keturunan Muhammad, ia datang # dengan syarah yang jelas, memuaskan lagi menyeruakkan semerbak bau wangi
Akan shalawat yâqûtatil farîdah yang tinggi kadarnya # lagi penuh dengan ragam asrar dan ragam keutamaan yang terkandung
Demi Allah, syarah ini mendatangkan ragam keajaiban # lagi menghimpun ragam keistimewaan bahkan pemberian Allah sebagaimana yang ia niatkan
la menang dengan sisi mendapatkan madad dan perhatian khusus dari sang wali khatam # yang dengan sosok beliaulah adanya penerimaan yang baik dan dengan beliaulah kebahagiaan didapatkan
Semoga Tuhannya arasy membalasnya dengan kebaikan atau # Allah lengkapi sisi kebaikannya dengan futuh, khatam dan obat (Al Qur’an)
