
Elsubha.com – Keutamaan Shalawat kepada Nabi Saw secara Umum : Catatan Kedua
Sebagian wali Allah berkata: Ketahuilah saudaraku, bahwa jalan wushul menuju hadrah Allah Swt melalui shalawat kepada Nabi Saw merupakan jalan yang paling dekat menuju-Nya. Orang yang tidak berkhidmah secara khusus untuk Nabi Saw dan tidak meminta agar dapat masuk ke hadhrah Allah Swt, maka sama saja ia menginginkan sesuatu yang mustahil, meski sebenarnya hijab hadhrah Allah itu dapat dimasuki, hanya saja lantaran kebodohannya akan adab kepada Allah, ia tidak bisa masuk ke dalamnya, posisi dirinya seperti petani yang diminta langsung bertemu seorang sultan seorang diri, maka pahamilah ini.
Wahai saudaraku, hendaknya engkau mem-perbanyak shalawat kepada Nabi Saw sekalipun engkau tidak memiliki dosa. Gambarannya seperti ini; ketika ada pengawal sultan atau budaknya sultan mabuk, maka perbuatan pengawal sultan dan budaknya sultan tidak mengancam status sang sultan, berbeda dengan orang yang bukan pengawal sultan atau budaknya dan melihat dirinya lebih baik dari pengawal sultan atau budaknya, meski sebenarnya ia pun bukan sosok orang yang menjadi perantara kepada sultan. Aku juiga tidak melihat ada orang yang mengancam anak sang sultan ketika ia mabuk, hal ini dikarenakan adanya bentuk penghormatan bagi sang ayah.
Begitu pula dengan orang yang berkhidmah pada Nabi Saw, maka malaikat Zabaniyyah di akhiratpun tidak bisa mengancamnya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Saw. Jika ini telah engkau lakukan, maka engkau telah membuat perlindungan meski dengan kekuranganmu, maka janganlah engkau melakukan ragam amal shaleh kecuali engkau meminta pertunjuk dari Nabi Saw sebagai guru khususmu.
Diriwayatkan dari Asy-Syibli: Ada seorang lelaki meninggal dunia, kemudian aku melihat dalam mimpi, kala itu aku katakan padanya, “Bagaimana Allah memperlakukanmu?” Ia menjawab, “Wahai Asy-Syibli, aku telah melalui sebuah perkara yang besar; yaitu ketika aku terkejut dengan pertanyaan yang datang padaku, akupun bergumam, bagaimana pertanyaan ini bisa datang padaku, padahal aku meninggal dunia dalam Islam, lalu ada suara yang mengatakan, ‘Ini adalah hukuman bagimu lantaran perbuatanmu di dunia, Ketika dua malaikat itu ingin menghukumku, tiba-tiba ada sosok yang ganteng nan wangi baunya datang dan menyebutkan hujjah-ku. Lalu aku berkata kepadanya, ‘Dari mana engkau ini?’ ia menjawab, “Aku adalah orang yang tercipta dari shalawatmu kepada Nabi Muhammad Saw dan aku diperintahkan untuk menolongmu dalam setiap kesulitan yang engkau hadapi.” Kisah ini disebutkan oleh Ibnu Basykuwal, dimana kisah inipun dapat dilihat pada Al Anwar karya Al Qasthallâni.
Dalam Fathul Mubîn disebutkan: Shalawat pada penghulunya sadat, termasuk perkara penting pada setiap waktu; yaitu bagi orang yang menghendaki kedekatan dengan Rabb pemilik bumi dan langit ini. Ia mampu menarik ragam asrar dan futuh, membersihkan batin dari ragam perkara yang membuatnya keruh. Shalawat ini sangat dianjurkan bagi salik pemula dan yang memiliki keinginan luhur serta bagi salik senior menuju Allah Swt. Perkara ini sama-sama dipinta untuk dilakukan bagi para salik, murid thariqah yang senantiasa ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt, orang yang sudah wushul lagi membutuhkan tarbiyah, orang yang ‘Arifbillah dari ke fana -an diri menuju ke-baqa -annya.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, sarana yang dapat membantunya ber-suluk, bagi murid thariqah; jalan yang dapat mengangkat derajatnya kala ia ragu, dan bagi orang yang ‘Arifbillahı, dengannya ia akan mengatakan, “Ini engkau dan Rabbmu.”
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, dapat menambahnya semakin kuat (dalam ber-suluk), bagi seorang murid thariqah; dapat manambah futuwwah dan bagi orang yang ‘Arifbillah, dapat membuatnya berada di maqom haibah.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik; dapat membawa dirinya (menuju Allah), bagi murid thariqah; dapat membuatnya sempurna dan bagi orang yang ‘Arifbillah, dapat mengokohkannya pada ragam maqamât.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, dapat menjadi sebab untuk mendapatkan cahaya ilahiyyah, bagi murid thariqah; dapat memberikan bantuan dengan perkataan, dan bagi orang yang ‘Arifbillah, dapat membuat jiwanya cukup dengan Allah daripada ragam isyarat.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, dapat menguatkan keyakinan, bagi murid thariqah; dapat menambah keimanannya dan bagi orang yang ‘Arifbillah; dapat menambah perhatian Allah padanya.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, dapat mengokohkan diri dalam bersuluk, bagi murid thariqah; dapat menambahkan sisi keimanan dan bagi orang yang ‘Arifbillah; dapat membuat jiwanya cukup dengan Allah Swt.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, dapat memberikan ragam jalan menuju Allah, bagi murid thariqah; dapat menjadi sarana untuk mendapat ragam kucuran ilahiyyah yang mulia dan bagi orang yang ‘Arifbillah, dapat membantunya ketika bisa berjumpa dengan Allah.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, dapat menambah cahaya Allah padanya, bagi murid thariqah; sebagai sarana menggapai kucuran ragam asrar dan bagi orang yang ‘Arifbillahı, dapat membuatnya sama memandang siang dan malam.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, dapat menggiringnya melakukan amal shaleh, bagi murid thariqah; membantunya memperbaiki ragam kondisi jiwa dan bagi orang yang ‘Arifbillah, dapat menguatkannya ketika ia wushul pada Allah Swt.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, dapat membuatnya semakin bersemangat (ibadah), bagi murid thariqah; dapat menjaga sang murid dari keberpalingan dan bagi orang yang Arifbillah, darinya ia memohon madad untuk menggapai hakekat.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik; lebih membuatnya bersemangat, bagi murid thariqah; sarana memperoleh ragam cahaya ilahiyyah dan bagi orang yang Arifbillah, dapat membuatnya semakin beradab di hadapan Allah Swt.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, sarana mendapatkan ragam cahaya ilahiyyah, bagi murid thariqah; mampu menyingkap baginya ragam jejak ilahiyyah dan bagi orang yang Arifbillah, dapat membuat dirinya merasa dalam bahaya dan dia tidak berlari kecuali kepada Allah.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, membuatnya dapat melihat dalam mimpi, bagi murid thariqah; sarana ia mendapatkan ragam karomah dan bagi orang yang ‘Arifbillah, ia dapat mengubah-ubah maqomat diri.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, mampu menguatkannya pada jalan suluk, bagi murid thariqah; membuatnya dapat melihat alam Malakut dan bagi orang yang Arifbillah, dapat menghantarkannya ke alam Jabarut.lobe
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa shalawat bagi salik, membuatnya dapat melihat tempat pertemuan (akhirat), bagi murid thariqah; ia akan dipanggil ke tempat pertemuan (dengan Allah) dan bagi orang yang ‘Arifbillah, dapat menambahkan sisi hakekat dirinya.
Barangsiapa yang terus berupaya untuk ber-tarqiyah ke derajat yang tinggi dan wushul dengan tangan Sayyidil Wujud Saw kepada derajat yang paling tinggi, semoga Allah berkenan mengumpulkan kita secara yaqzhah dengan makhluk yang paling mulia; Nabi Muhammad Saw. Semoga Allah senantiasa berkenan menyampaikan shalawat kepada beliau Saw dengan sejumlah nafas mahkluk hidup dan selagi bumi dan langit masih tegak.-
