You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Keutamaan Shalawat Fatih

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Keutamaan Shalawat Fatih

Bab ini menjelaskan tentang keutamaan shalawat fatih secara mutlak, juga berisikan penjelasan tentang mengapa Allah Swt mengkhususkannya dengan shighah seperti ini, bukan shighah yang lainnya. Bab ini merupakan inti dari pembahasan dalam buku ini. Bab ini juga merupakan hidangan bagi orang yang Allah Swt bukakan mata batinnya dari kalangan ulul albab. Sebab dengan menelaahnya, maka mereka pun akan semakin tahu keutamaan shalawat fatih sehingga membuatnya merasa cemburu dan ingin meraup kebaikan yang banyak dari menelaahnya. Bagaimana tidak demikian, sementara shalawat fatih adalah kalam Tuhan semesta alam, yang Allah berikan sebagai cara untuk memuliakan wali khususnya, sehingga orang yang berdzikir dengan shalawat fatih pun bisa meraih maqamat yang paling tinggi dan Allah angkat derajatnya, serta ia telah wushul pada hadhrah Nabi Saw; makhluk yang paling mulia. Maka sebagai orang yang berakal, hendaknya memperbanyak shalawat dan salam kepada beliau Saw agar mendapatkan kemenangan yang nyata dan juga syafa’at beliau pada hari Kiamat; hari dimana harta dan anak tiada guna lagi kecuali orang yang datang dengan kalbu yang bersih.-

Wahai saudaraku, hendaknya engkau membiasa-kan diri dengan shalawat fatih, didalamnya terdapat keutamaan yang agung daripada shighah shalawat lainnya. Bagaimana tidak, dimana setiap kali engkau membaca hingga redaksi, “haqqa qadrihi wa miqdarihil ‘azhîm,” maka kekuasaan Allah tidak ada batasan dan ukurannya, bahkan dengan keutamaan ini, tidak ada shalawat yang menandingi shalawat fatih tersebut, yang mampu mendatangkan ragam kucuran kebaikan, maka orang yang cerdas pun akan mencari yang utama, yang mendatangkan kebaikan dalam waktu dekat. Dengan Allahlah aku mengharap taufik dan Dialah pemberi petunjuk ke jalan yang benar.

Dalam kitab Jawahirul Ma’ani, Sayyidi Ali Harazim, setelah beliau bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ra mengenai kekhususan shalawat fatih yang merupakan perkara Allah yang tidak bisa dinalar akal sehat, beliau mengatakan, “Andai saja ada 100.000 kabilah, di satu kabilah ada 100.000 lelaki, setiap lelaki berumur 100.000 tahun, setiap dari mereka membaca shalawat kepada Nabi Saw sebanyak 100.000 shalawat selain shalawat fatih, lalu pahala bacaan shalawat mereka semua dikumpulkan dengan semua jumlah tahun yang ada dan dengan dzikiran yang serupa, maka semua ini tidak menyamai satu pahala bacaan shalawat fatih.”

Maka janganlah engkau hiraukan kedustaan para pendusta terkait shalawat fatih sebab keutamaan ada di tangan Allah, Dia memberikan kepada orang yang Dia kehendaki. Sebab Allah memiliki keutamaan diluar qiyas nalar manusia.

Cukuplah engkau dengan firman Allah Swt,

وَّا لْخَـيْلَ وَا لْبِغَا لَ وَا لْحَمِيْرَ لِتَرْكَبُوْهَا وَزِيْنَةً  ۗ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
wal-khoila wal-bighoola wal-hamiiro litarkabuuhaa wa ziinah, wa yakhluqu maa laa ta’lamuun

“dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 8)

Ketika engkau ber-tawajjuh, maka ber-tawajjuh-lah kepada Allah Swt dengan amalan yang bisa sampai, dimana tidak ada orang yang ber-tawajjuh kepada Allah kecuali dengan amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt. Tidak ada yang lebih agung derajatnya disisi Allah Swt kecuali satu martabat; yaitu orang yang ber-tawajjuh kepada Allah dengan isim az’ham, ini merupakan puncak tawajjuh kepada Allah Swt, ia memiliki derajat yang tinggi dalam penghambaan pada Allah Swt, keutamaannya tiada banding dan penghujungnya pun tidak ada akhirnya. Kemudian yang menempati posisi kedua adalah shalawat fatih. Pengamalnya akan mendapat kemenangan dan memperoleh kecintaan Nabi Saw dan penghujung hidup yang husnul khatimah. Orang yang ber-tawajjuh kepada Allah dengan mempercayai ini, maka ia telah menang dengan menggapai keridhaan Allah dan pahala baginya di dunia dan akhirat, yang tidak bisa dicapai oleh amalan lainnya. Perkara ini pun diperkuat dengan gambaran kucuran ilahiyyah yang juga tidak ada perumpamaan yang cocok dengannya. Keutamaan shalawat fatih ini tidak akan diperoleh kecuali dengan adanya penyerahan diri. Dan jika ada orang yang ingin berdebat mengenai bab ini, khususnya pada pembahasan shalawat fatih ini, maka tinggalkan saja karena argumen yang kami sajikan, tidak bisa lagi dipatahkan.

Pada kitab ini aku paparkan pula ragam hujjah bagi orang yang mencari dalil penguat, sebab mendalami bagian ini, seperti lautan yang tak bertepi, dimana kalbu hanyalah milik Allah, Dialah yang mampu ber-tasharruf padanya; yaitu orang yang menerimanya dan orang yang tidak menerimanya. Orang yang Allah kehendaki dengan kebahagiaan dan menang dengan pahala yaqutat al faridah ini, maka Allah Swt akan menarik kalbunya sehingga iapun mempercayai apa yang nantinya ia dengar dan berserah diri pada keutamaan Allah Swt yang tidak terbatas dan tidak bisa diqiyaskan, perhatiannya pun akan dialihkan pada tawajjuh kepada Allah dengan shalawat tersebut dan menerima perkara yang datangnya dari Allah Swt, sebab tiada seorang pun yang tahu berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang. Sementara orang yang Allah haramkan baginya kebaikan dari shalawat fatih ini, maka Allah akan memberikan kepadanya sikap was-was dalam kalbunya dengan pertanyaan, “Darimana sumber dalil ini diambil?,” sehingga dirinya pun sibuk dengan hal tersebut.

Sedangkan orang yang tunduk padamu tetapi menolak ulasanmu dalam mendalami makna shalawat fatih tersebut, maka kami katakan padanya bahwa yang kami paparkan ini adalah sisi yang kami ketahui dari shalawat fatih dan itu cukup bagi kami. (Jawahirul Ma’ani).

Sumber : BUKU KUPAS TUNTAS SHALAWAT FATIH (AZ-ZUHRUL FA`IH FI FADHLI SHALATIL FATIH) SAYYIDI MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN AL HASAN IBNU ‘ABDILLAH AL FASI AT-TIJANY