You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Keutamaan Shalawat Fatih : Ulasan Pelengkap Pertama

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Keutamaan Shalawat Fatih : Ulasan Pelengkap Pertama

Ulasan berikut merupakan ulasan pelengkap dari keutamaan shalawat fatih pada martabat yang zhahir.

Perlu diketahui bahwa jumlah ruh tidak bisa diketahui dan tidak bisa dihitung karena jumlah alam ketuhanan ada delapan 8.000 alam ‘Arasy. Pada setiap ujung satu alam ada Kursi, gugusan planet, bintang-bintang, adanya tujuh langit dan tujuh bumi, surga dan neraka yang semuanya dipenuhi dengan makhluk ciptaan Allah Swt. Ardhu Simsimah sangatlah luas, jika saja ‘Arasy diletakkan di sana, maka itu hanya seperti cincin yang dilemparkan di hamparan padang pasir, dimana posisi Arasy tersebut penuh dengan makhluk ciptaan Allah dan hanya Allah yang tahu jumlah isinya, kemudian Arasy tersebut dalam kedipan mata jumlah penghuninya bertambah dengan cepat sejak diciptakannya alam hingga selamanya, dimana penghuninya tidak pernah mati, setiap yang Allah Swt ciptakan di dalam Arasy, itu akan tetap ada hingga selamanya.

Awal penciptaan makhluknya bermula ketika Allah Swt menciptakan Adam As, sejak itulah penghuninya semakin bertambah hingga tidak terhitung jumlahnya, dimana di dalamnya pun ada beberapa alam makhluk yang jumlahnya juga tidak terhitung kecuali hanya Allah Swt yang mampu menghitungnya, seperti inilah kondisinya hingga selamanya. Semua penghuninya dengan delapan ribu alam yang ada masuk pada lingkaran al fatihi lima ughliqa.

Penghuni Ardhu Simsimah memang ditabi’atkan untuk mengagungkan Allah dan beribadah pada-Nya, waktu mereka berbeda dengan waktu kita sejak awal diciptakannya, sebab waktu kita dalam sehari ini bagi mereka itu hitungan tahun, pada setiap helaan nafas, Allah Swt memperbaharui makhluknya, dimana yang tahu akan itu hanyalah Allah. Pada setiap helaan nafas juga Allah Swt perbaharui beragam alam yang ada, dimana mereka senantiasa bertasbih pada Allah siang dan malam tidak pernah berhenti semisal malaikat, dan seperti inilah yang terjadi hingga selamanya tanpa akhir.

Kemudian pada alam kita dan lainnya, semua makhluk yang ada memiliki ruh yang selalu berdzikir mengingat Allah Swt, begitu pula hewan, benda mati bahkan hingga daun, pasir, bebatuan, tetesan air hujan, putik bunga dari pepohonan yang bisa dimakan atau yang tidak bisa dimakan, juga semua yang binasa dari tubuh makhluk ini, baik lantaran kematian atau kehancuran, namun hakekatnya ruhnya itu tidak mati sebab ruh itu tercipta untuk selamanya, maka ruh akan tetap pada kondisinya, yaitu tidak pernah luput dari berdzikir kepada Allah Swt. Begitu juga ragam makhluk yang memiliki ruh dan juga huruf yang tertulis, tidaklah ada huruf yang diletakkan pada suatu tempat kecuali Allah selimuti dengan ruh yang baru, yang senantiasa berdzikir kepada Allah Swt. Begitu juga bekas pijakan kaki di jalan, bekas perayaan dua sholat ied di tembok atau debu yang digerakkan oleh angin, maka semua itu memiliki ruh, dimana ketika jasad itu binasa dengan kematian atau kebinasaan, maka ruhnya akan tetap ada hingga selamanya, ia tidak binasa ketika jasadnya hancur. Maka lihatlah berapa banyak dedaunan yang terus mengalami pembaharuan dalam setiap tahunnya, putik bunga yang senantiasa terbaharukan setiap tahunnya, juga semua makhluk ciptaan Allah yang dibentuk menjadi perkakas yang terbuat dari kayu dan logam kuningan atau yang lainnya atau yang terbuat dari tanah, ubin atau tembok, semuanya memiliki ruh, yang hukumnya sama seperti sebelumnya; yaitu akan tetap ada hingga selamanya, ruh tersebut tidak mati dengan mati dan binasanya jasad sejak awal adanya alam hingga selamanya.

Lalu semua makhluk yang jumlahnya sangat banyak seperti yang digambarkan sebelumnya, ini masuk pada martabat pertama dari ragam martabat yang nampak dari shalawat fatih yang nilainya terus berlipat ganda sesuai dengan jumlah lisan semua alam yang ada, kemudian juga shalawat fatih yang nilai pahalanya 6.000 kali lipat, ia berlipat ganda juga sesuai dengan martabat orang yang berdzikir pada Allah Swt, sebagaimana yang telah kami paparkan sebelumnya. dég

Sebab martabat Nabi Muhammad Saw, ketika beliau Saw mengucapkan seluruh dzikiran ini, maka setiap kalimat yang terucap tidak bisa ditakar dan tidak pula bisa dihitung pahalanya dibanding dzikirannya para nabi As yang hanya memiliki satu lisan saja, begitu juga dari setiap quthub dari kalangan para nabi. Sebab setiap dari quthub kalangan para nabi dan Shiddiqin memiliki 366 lisan, sedang selain dari quthub hanya memiliki satu lisan saja. Lihatlah para malaikat dalam jumlah mereka yang tidak terhingga, dimana langit yang tujuh dan bumi yang tujuh penuh dengan malaikat, jika kemudian ditambahkan dengan malaikat bintang-bintang, juga malaikat yang dinisbatkan sebagai malaikat yang ada didua genggaman pada zaman azali, dimana Allah Swt berfirman pada segenggaman, “Mereka ini ke surga dan aku tidak peduli,” dan juga berkata kepada segenggaman lainnya, “Mereka ini ke neraka dan Aku tidak peduli.” Begitu juga malaikat yang dinisbat sebagai malaikat yang ada pada orbit galaksi yang delapan hingga atlas negeri yang luas ini, begitu juga atlas bersama dengan kursi negeri yang luas ini, kursi bersama dengan Arasy yang luas ini.

Kemudian ketahuilah bahwa disekitar Arasy itu ada 600.000 kemah besar, dimana kemah besar yang jarak antara satu dengan yang lainnya sejauh perjalanan langit dan bumi; yaitu 13.500 tahun dan semuanya penuh dengan malaikat. Di balik kemah itu ada 170.000 shaf malaikat. Diantara seluruh malaikat ini ada sekelompok kecil barisan malaikat peniup sangkakala, dibalik Arasy ada 70 tirai tebal yang mengelilingi seperti lingkaran telur burung unta, setiap tirai penghalang jaraknya sejauh perjalanan 1.000 tahun, lebar antara setiap tirai penghalang dengan tirai penghalang lainnya sejauh perjalanan udara 70.000 tahun. Semua yang ada di udara terpenuhi malaikat. Dibalik Arasy ada alam yang halus, disetiap tirai penghalang ada penghalang lainnya, diatasnya ada tirai penghalang dan berikutnyapun ada tirai penghalang yang berada di atas Arasy. Syaikh Al Arifbillah Sayyidi Ibrahim Al Matbuli mengatakan, “Sungguh kasyafnya terhenti pada penyaksian 700 tirai penghalang yang ada di balik Arasy; yaitu seperti tirai penghalang yang berjumlah 70 dalam takaran dan luasnya, lalu ada alam Raga (alam halus), yang semuanya berisikan tirai penghalang seperti sebelumnya ada 70 tirai penghalang sampa Thuq Akhdhar yang dikelilingi bola dunia, di balik Thuq Akhdhar ada banyak tirai penghalang, diantara satu tirai penghalang dengan tirai penghalang lainnya ada 70.000 tirai, yang semuanya penuh dengan malaikat. Setiap malaikat terhalang dari Arasy hingga Thuq Akhdhar, dimana para malaikat tersebut memiliki martabat yang tinggi, dimana martabat tinggi malaikat itu seperti martabatnya nabi atau lebih kurang sedikit atau mendekati martabat itu, dimana setiap malaikat yang memiliki martabat tinggi itu memiliki 70 lisan. Jika engkau tambahkan sekumpulan dzikiran yang dibaca para malaikat yang jumlahnya banyak atau bahkan tidak terhingga, maka berapa banyak pahala yang didapat, ini semua pahala satu bacaan shalawat fatih.

Sumber : BUKU KUPAS TUNTAS SHALAWAT FATIH (AZ-ZUHRUL FA`IH FI FADHLI SHALATIL FATIH) SAYYIDI MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN AL HASAN IBNU ‘ABDILLAH AL FASI AT-TIJANY