
Elsubha.com – Penjelasan Lafazh dan Makna Shalawat Fatih : Faedah Pertama
Pengarang kitab Mizaburrahmah Ar-Rabbaniyyah mengatakan: Sungguh shalawat yang memiliki keagungan ini, ragam lafazhnya mengandung ragam faedah dan asrar. Begitu juga ragam hurufnya memiliki ragam makna yang tidak terbatas, diantaranya: Kalimatnya terdiri dari 20 kalimat, sesuai dengan jumlah huruf basmalah. Diantaranya: Terdiri dari 23 huruf dari deretan huruf hijaiyah, seperti jumlah huruf dalam surah Al Fatihah, serta masih banyak yang lainnya, silahkan bisa kembali ditelaah bagi yang membutuhkannya. Kemudian beliau menggubah sya’ir berikut:
بِقَلْبِكَ فَانْظُرْ كَيْ تَرَى بَاهِرَ السِّرِّ # قَدْ اكْتَنَفَتْهُ زَهْرُ الْفَاظِهَا الْغُرُّ
وَمَا نسْبَةُ الْأَلْفَاظِ فِي جَنْبِ سِرِّهَا # وَلَوْ وَجَّهَتْ إِلَّا الْحُبَابَ مِنَ الْبَحْرِ
فَمِقْدَارُهَا بَيْنَ الصَّلَاةِ بِأَسْرِهَا كَوَسْطِي صَلَاةِ الْفَرْضِ فِي خَمْسِهَا الزَّهْرَ
فَسِرْ أَمِنًا بَيْنَ الْمَقَامَاتِ صَادِقًا # بِخَمْسَتِهَا وَاطُوا الْمَسَافَةَ بِالشُّكْرِ
وَكُنْ كَغَرِيْقِ الْبَحْرِ حِيْنَ تَقَطَّعَتْ # وَسَائِلُهُ أَوْ مَثَّلَ مَنْ ضَلَّ فِي الْفَقْرِ
أَوْ أَعْمَى يُنَادِي مَنْ لَا عَمَى مُدَفِّعٌ # أَحَاطَتْ بِهِ الْأَعْدَاءُ فِي مَسْلَكِ وَعْرٍ
فَتَظْفَرُ بِالْوَصْلِ الصَّفِيِّ مِنَ الْأَكْدَرِ # بِأَسْرَعِ مِنْ لَحْظَةٍ عَلَى ظَهْرِهِ الْفَقْرِ
لَعَمْرُكَ مَا سَيْرُ الْحَيَّادِ وَرَكْصِهَا # بِمَيْدَانِهَا سِيَرَ الْعَيْبِي مِنَ الْحُمْرِ
فَالصَّلَاةُ الْفَاتِحِ الْغَلِقِ مَدْرَكُ # بِحَدٌ وَلَا قَيْسٍ لِزَيْدٍ وَلَا عَمْرُو
“Lihatlah dengan kalbumu, agar engkau lihat rahasia yang nyata; yang dikelilingi ragam lafazhnya yang mengejutkan #Tidak ada nisbat ragam lafazhnya disisi rahasia yang terkandung meski yang engkau temui hanya gelembung air laut
Maka kadar shalawat fatih diantara semua shalawat yang ada # seperti shalat fardhu yang tengah diantara lima waktu yang telah diketahui
Berjalanlah diantara maqamat dengan jujur jiwa # dengan menjalankan kelimanya, engkau telah melangkah dengan ungkapan syukur
Jadilah engkau seperti orang yang tenggelam dilaut, ketika ragam sarana # manyelamatkan diri sudah tidak ada lagi atau ada orang yang berperan sebagai orang yang tersesat dalam kefakiran
Maka engkau beruntung dengan wushul yang jernih dari kekeruhan # yang lebih cepat dari kedipan mata Demi dirimu, tidaklah kuda yang bagus itu berjalan berlenggok-lenggok di medannya seperti jalannya keledai cacat
Maka shalawat fatih itu adalah tempatnya pengetahuan yang tertutup # yang digapai dengan batasan tertentu dan tidak bagi zaid dan juga bagi amru
