You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Penjelasan Lafazh dan Makna Shalawat Fatih : Faedah Kedua

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Penjelasan Lafazh dan Makna Shalawat Fatih : Faedah Kedua

Perlu diketahui bahwa shalawat pada Nabi Muhammad Saw memiliki ragam faedah yang tak terhingga, sebagaimana buah dari shalawat pun tidak ada batasan dan juga akhirnya.

Disebutkan dalam Hada `iq al Anwar Fish-Shalâti was-Salami ‘Alan-Nabiyyil Mukhtar Ma Dâmallailu wan-Nahâr, pada pembahasan kelima tentang apa yang didapatkan seorang hamba ketika ia melazimkan diri bershalawat pada Nabi Muhammad Saw:

Pertama, Sebagai bentuk melaksanakan perintah Allah Swt agar bershalawat pada beliau Saw.

Kedua, meniru Allah Swt dalam bershalawat pada Nabi Saw.

Ketiga, meniru malaikat dalam bershalawat pada Nabi Saw.

Keempat, mendapatkan sepuluh shalawat dari Allah Swt bagi orang yang bershalawat satu kali.

Kelima, Allah mengangkatnya sepuluh derajat.

Keenam, Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan.

Ketujuh, Allah menghapuskan darinya sepuluh keburukan.

Kedelapan, Allah jadikan do’anya cepat terkabul.

Kesembilan, shalawat merupakan sebab mendapat syafa’atnya Nabi Saw.

Kesepuluh, shalawat adalah penyebab ampunan dosa dan aib dihalangi.

Kesebelas, shalawat adalah yang mampu mencukupkan seorang hamba dari apa yang ia gelisahkan.

Kedua belas, menjadi sebab dekatnya seorang hamba dengan beliau Saw.

Ketiga belas, shalawat menempati posisi sedekah.

Keempat belas, menjadi sebab hajat dikabulkan.

Kelima belas, menjadi sebab suci dan bersihnya orang yang bershalawat.

Keenam belas, menjadi sebab seorang hamba diberi kabar gembira surga.

Ketujuh belas, menjadi sebab keselamatannya seorang hamba dari huru-hara hari Kiamat.

Kedelapan belas, menjadi sebab Nabi Muhammad Saw menjawab salamnya.

Kesembilan belas, menjadi sebab ingatnya orang yang bershalawat akan sesuatu yang lupa.

Kedua puluh, untuk mengharumkan suatu majelis.

Kedua puluh satu, pengamalnya tidak kecewa dengan adanya hari Kiamat.

Kedua puluh dua, menjadi sebab untuk menghilangkan kefakiran.

Kedua puluh tiga, menghilangkan kebakhilan dari seorang hamba, ketika ia bershalawat kala nama nabi Muhammad Saw disebut.

Kedua puluh empat, selamat dari do’a orang yang tidak senang padanya.

Kedua puluh lima, ia akan bersama pengamalnya pada jalan penghuni surga, dan menghempaskan orang yang meninggalkannya (tidak bershalawat).

Kedua puluh enam, ia menyelamatkan seseorang dari bau tidak enak suatu majelis yang di dalamnya tidak disebutkan nama Allah dan rasul-Nya Saw.

Kedua puluh tujuh, menjadi sebab sempurnanya suatu ucapan yang dimulai dengan memuji Allah dan bershalawat pada Rasulullah Saw.

Kedua puluh delapan, ia merupakan sebab keberhasilan seorang hamba melewati shirath.

Kedua puluh sembilan, ia mampu mengeluarkan seseorang dari kondisi keringnya jiwa dengan bershalawat pada Nabi Muhammad Saw.

Ketiga puluh, ia merupakan sebab Allah mengutarakan pujian baik bagi orang yang bershalawat pada Nabi Muhammad Saw di antara langit dan bumi.

Ketiga puluh satu, ia merupakan sebab seseorang mendapatkan rahmat Allah yang banyak.

Ketiga puluh dua, ia merupakan sebab datangnya keberkahan.

Ketiga puluh tiga, ia merupakan wujud konsistennya kecintaan pada Nabi Muhammad Saw, bahkan simbol ikatan keimanan yang semakin meningkat.

Ketiga puluh empat, ia merupakan sebab cintanya Rasulullah pada orang yang bershalawat padanya.

Ketiga puluh lima, ia merupakan sebab hidayahnya seorang hamba dan hidupnya hati.

Ketiga puluh enam, ia merupakan sebab supaya ditampakkan kepada Nabi Muhammad Saw dan disebutkan dihadapan beliau Saw.

Ketiga puluh tujuh, ia merupakan sebab kokohnya kaki di akhirat.

Ketiga puluh delapan, bershalawat untuk melaksanakan hak beliau dan bentuk syukur nikmat pada Allah Swt.

Ketiga puluh sembilan, shalawat tersebut mengandung dzikir pada Allah Swt, juga bentuk syukur padanya dan guna mengetahui ragam sisi ihsar-Nya.

Keempat puluh, shalawat dari seorang hamba adalah do’a dan permohonan pada Allah; terkadang ia berdo’a untuk nabi Saw, terkadang untuk dirinya sendiri.

Keempat puluh satu, terbentuknya tabi’at yang baik.

Keempat puluh dua, memperbanyak shalawat adalah bentuk yang menempati posisi gambaran syaikh murabbi.

Keempat puluh tiga, ia setara dengan memerdekakan budak.

Keempat puluh empat, menjadi sebab agar mendapatkan bidadari.

Keempat puluh lima, membuatnya memperoleh istana di surga.

Sumber : BUKU KUPAS TUNTAS SHALAWAT FATIH (AZ-ZUHRUL FA`IH FI FADHLI SHALATIL FATIH) SAYYIDI MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN AL HASAN IBNU ‘ABDILLAH AL FASI AT-TIJANY