You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Amalan Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra; Musabbi’at al Asyar

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Amalan Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra; Musabbi’at al Asyar

“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”

Didalam Jawahir al ma’ani disebutkan: Mengenai Musabbi’at al ‘Asyar ini, Syaikh Abu Abdillah al Kharubi at-Tharabulusi mengatakan: ia merupakan wiridan agung yang biasa diamalkan oleh orang-orang shaleh, mereka membacanya bahkan menjadikannya sebagai wazhifah dan wiridan mereka sejak dahulu hingga kini; baik dibaca pada waktu pagi atau pada waktu malam. Para masyayikh senantiasa menganjurkan ikhwan dan sahabat mereka untuk membacanya bahkan menyelami maknanya. Abu Thalib al Makki menyandarkan amalan ini dalam Qut al Qulub-nya kepada Karz bin Wabrah; ia merupakan wali abdal, dari adiknya yang tinggal di Syam, dari Ibrahim at-Taimi, dari al Khidir As, dari Nabi Saw. (sampai sini pernyataan al Kharubi). Sementara kita, kitapun memiliki sanad tinggi selain sanad ini; yaitu dari Syaikh dan sandaran kita; Sayyidi Ahmad at-Tijany Ra, dari guru beliau Sayyidi Mahmud al Kurdi dari al Khidir As secara musyafahah. [Inilah riwayat yang kami ambil dari Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra, kamipun diberi ijazah ini oleh beliau].

Disebutkan dalam ar-Rimah. Ulama ahli hakekat mengatakan bahwa orang yang membacanya pada pagi dan sore hari akan memberikan ragam asrar nurani bagi pasa salikin pemula; juga cahaya rabbani bagi para salikin puncak. Orang yang konsisten membacanya, Allah akan membukakan ragam pintu kebaikan dan tambahan lainnya. Allah akan padamkan panasnya nafsu syahwat. Allah akan berikan keberkahan pada agama, dunia dan akhiratnya; Allah terangi batinnya dengan ragam cahaya kebahagiaan, perbagus tubuhnya dengan jejak pemuliaan Allah; Allah cukupkan ia dari kefakirannya, permudah urusannya yang sulit serta permudah ragam sebab urusannya; Allah akan singkapkan kesusahan hidup darinya, cukupkan ia dari keburukan orang yang durjana, zhalim dan hasut; Allah akan jaga ia dari syaithan. Didalam nya terdapat isim Allah yang agung. Pengamal (Musabbi’at al ‘Asyar) ini akan dicinta oleh orang yang memandangnya; tidaklah ia meminta pada Allah dengan ini kecuali Allah kabulkan permintaannya itu; seta masih banyak ragam faedah dan asrar yang diketahui oleh wali Allah ahli tafrid, bahkan para wali Allah ahli tajrid pun banyak menyaksikan ragam faedah dari bacaan ini.”

Disebutkan pula dalam Risalah Kafiyyah karangan Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra:…Diantara amalan pelebur dosa adalah konsisten membaca Musabbi’at al’ Asyar. Sebab orang yang konsisten membacanya tidak akan dituliskan padanya dosa.”

Musabbi’at al Asyar

1. Basmalah

2. Surah al Fatihah (7x)

3. Surah an-Nas (7x)

4. Surah al Falaq (7x)

5. Surah al Ikhlash (7x)

6. Surah al Kafirun (7x)

7. Ayat Kursi (7x)

8. Kemudian membaca:

سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، عَدَدَ مَا عَلِمَ وَمِلْءَ مَا عَلِمَ وَزِنَةَ مَا عَلِمَ

7 kali

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada ilah yang patut disembah melainkan Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Agung, sejumlah bilangan yang diketahui, sepenuh bilangan yang diketahui dan seberat timbangan yang diketahui.”

9. Dilanjut membaca:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

7 kali

“Ya Allah, haturkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad, hamba, nabi dan rasul-Mu, sosok nabi yang ummi, juga kepada keluarga beliau dan sahabat.”

10. Lalu membaca:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

7 kali

“Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang-orang mukmin laki-laki dan orang mukmin perempuan, orang muslim laki-laki dan orang muslim perempuan, yang masih hidup diantara mereka maupun yang sudah meninggal dunia.”

11. Selanjutnya membaca:

اللَّهُمَّ افْعَلْ بِيَ عَاجِلًا وَآجِلًا فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، مَا أَنْتَ لَهُ أَهْلٌ وَلَا تَفْعَلْ بِنَا وَبِهِمْ يَا مَوْلَانَا مَا نَحْنُ لَهُ أَهْلٌ ، إِنَّكَ غَفُورٌ حَلِيمٌ جَوَّاد كَرِيمٌ رَؤُوْفٌ رَحِيمٌ

7 kali

“Ya Allah, perlakukanlah aku dan mereka sekarang dan nanti, pada perkara agama, dunia dan akhirat dengan perlakuan yang pantas bagi-Mu dan janganlah Engkau perlakukan kami dan mereka wahai Tuhan kami yang patut bagi kami, sungguh Engkau Maha Pemberi Ampunan, Maha Penyantun, Maha Dermawan, Maha Pemurah, Maha Pengasuh dan Maha Penyayang.”

Sumber : BUKU AHZAB WA AWRAD (AHZAB WA AWRAD AL QUTHB AR-RABBANI WA AL ‘ARIF ASH-SHAMDANI) SAYYIDI SYAIKH AHMAD AT-TIJANY RA, TAHQIQ : SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI