
Elsubha.com – Do’a Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra (3)
“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”
اللَّهُمَّ اجْذِبْنِي إِلَيْكَ (1) قَلْبًا وَقَالِبًا بِجَوَاذِبِ عِنَايَتِكَ، وَالْبِسْنِي خِلْعَةَ اسْتِغْرَاقِ أَوْقَاتِي فِي الإِشْتِغَالِ بِكَ وَامْلَأُ قَلْبِي وَجَوَارِحِي بِذِكْرِكَ وَحُبِّكَ وَالشَّوْقِ إِلَيْكَ امْتِلَاءَ لَا يُبْقِي فِي مُتَّسَعًا لِغَيْرِكَ، وَاسْقِنِي كَأْسَ انْقِطَاعِي إِلَيْكَ بِتَكْمِيْلِ الْبَرَاءَةِ مِنْ غَيْرِكَ، وَعَدَمِ التِفَاتِ قَلْبِي لِسِوَاكَ، وَاجْعَلْنِي بِكَ لَكَ قَائِمًا وَعَنْكَ آخِذًا وَمِنْكَ مُسْتَمِعًا وَإِلَيْكَ نَاظِرًا وَرَاجِعًا وَعَلَيْكَ مُعَوِّلًا، وَفِيْكَ مُتَحَرَّكًا وَسَاكِنَا مُطَهِّرًا بِفُيُوْضَ تَحَلِّيَاتِكَ مِنْ جَمِيعِ الْحُظُوظ وَالْبَقَايَا (2) وَمِنْ جَمِيعَ الْمُسَاكَنَاتِ وَالْمُلَاحَظَاتِ لِغَيْرِكَ وَحُلَّ بَيْنِي وَبْيَنِ النَّفْسِ وَهَوَاهَا وَالشَّيْطَانِ بِسُرَادِقَاتِ عِصْمَتِكَ لِي مِنْهُمْ
“Ya Allah, tariklah jiwa dan ragaku pada-Mu dengan tarikan perhatian-Mu padaku, pakaikanlah aku dengan pakaian yang menyelami waktuku untuk bisa sibuk dengan-Mu, isikanlah kalbu dan tubuhku ini dengan dzikiran, kecintaan dan rindu pada-Mu, dengan isian yang tidak muat lagi untuk selain-Mu, minumkanlah aku dengan cawan keberputusanku pada-Mu dengan sempumanya pembebasan diri dari selain-Mu dan kalbukupun tidak menoleh pada selain-Mu.
Jadikanlah aku dapat berdiri tegap dihadapan-Mu dengan kekuatan dari-Mu dan untuk-Mu, mengambil dari-Mu dan meminta bantuan pada-Mu. Kepada-Mulah aku melihat dan kembali, kepada-Mulah aku bergantung, pada-Mulah aku bergerak dan diam, mensucikan diri dengan kucuran faidh tajalli-Mu dari semua keinginan dan sisanya, juga dari semua sisi diam dan perhatian untuk selain-Mu. Berilah jarak antara aku dan juga jiwa beserta hawa dan syeithan dengan naungan perlindungan-Mu padaku dari mereka.”
وَأَدِمْ لِي صَفَاءَ الْوُقُوْفِ بَيْنَ يَدَيْكَ بِكَ لَكَ مِنْ حَيْثُ تَرْضَى بِمَا تَرْضَى كَمَا تَرْضَى مِثْلَ أَكَابِرِ الصِّدِّيقِينَ بَيْنَ يَدَيْكَ وَحُقَّنِي بِجُنُودِ نَصْرِكَ لِي وَتَأْبِيْدِكَ لِي وَعَوْنِكَ لِي بِكَمَالِ تَوَلَّيْكَ لِي بِعِنَايَتِكَ لِي (3) وَمَحَبَّتِكَ لِي وَاصْطِفَائِكَ لِي، وَحُلَّ بَيْنِي وَبَيْنَ غَيْرِكَ مِنْ أَوَّلِ الْأَمْرِ إِلَى آخِرِهِ حَتَّى تُميْتَنِي عَلَى ذلِكَ، وَاجْعَلْنِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنْ أَهْلِ ولَا يَتِكَ الْخَاصَّةِ الْكَامِلَةِ الصَّرْفَةِ الَّتِي لَا شَائِبَةَ فِيْهَا لِغَيْرِكَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا
Abadikanlah kejernihan tegakku dihadapan-Mu, yang tentunya dengan kekuatan dari-Mu dan untuk-Mu, dimana itu sesuai keridhaan-Mu, dengan yang Kau ridhai dan sebagaimana Engkaupun ridha akan itu semua, seperti para pembesar ash-Shiddiqin yang berada di hadapan-Mu, naungilah aku dengan prajurit pertolongan-Mu, penguatan-Mu, perlindungan-Mu dengan sempumanya perwakilan-Mu bagiku; dengan perhatian-Mu untukku, kecintaan-Mu padaku, dengan pengutusan-Mu untukku. Berilah jarak antara aku dan selain-Mu sejak awal hingga akhir perkara bahkan sampai Engkau matikan aku dengan hal itu, jadikanlah aku di dunia dan akhirat ini tergolong ke dalam golongan orang yang mendapatkan perwalian khusus yang sempurna dan mutlak, yang tiada lagi keraguan didalamnya pada selain-Mu, sungguh Engkau mampu akan segala sesuatu. Semoga Allah Swt berkenan menyampaikan shalawat dan salam kepada penghulu kita Muhammad, dan kepada keluarga serta para sahabat.”
Catatan :
1. Dalam al Jami’ disebutkan dengan redaksi, (بكَ مِنْكَ إِلَيْكَ).
2. Dalam sebagian naskah disebutkan dengan redaksi, (البَقَايَا) dan itu salah.
3. Dalam al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (بِيَ).
