You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Kenali Perkara Yang Terjadi di Alam Semesta dan Yang Menunggumu : Alam Roh

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Kenali Perkara Yang Terjadi di Alam Semesta dan Yang Menunggumu : Alam Roh

Ketahuilah, bahwa roh yang ada merupakan ciptaan dan buatan Allah Swt yang pertama; Allah tuliskan dalam lauh mahfuzh, karena Allah Swt tuliskan beragam kadar waktu dan tempatnya; yaitu segala yang Allah kehendaki dari roh tersebut dengan roh tersebut dan untuk apa roh tersebut sejak awal diciptakannya hingga menetapnya di dua alam.

Penciptaan kedua Allah ciptakan roh dan keluarkan dari ketiadaan menuju ada. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pernah berkata, “Penciptaan yang pertama adalah mengeluarkan semua roh-roh yang ada dari punggung ayah kita; Nabi Adam As seperti bebijian. Dikatakan juga ruh tersebut berada pada perutnya Nu’man dan Allah ambil perjanjian dari roh-roh ini. Penciptaan kedua adalah penciptaan seluruh manusia sesuai dengan waktunya. Kemudian Sayyidi Syaikh Ra melanjutkan: Pada penciptaan pertama, Nabi Muhammad Saw memanggil roh-roh tadi untuk beriman kepada Allah Swt, maka roh yang menjawab seketika itu, itulah roh orang-orang mukmin pada alam nampak saat ini dan roh yang tidak menjawab seketika itu, itu adalah rohnya orang-orang yang kafir di dunia ini. Ada juga roh yang menjawab dengan keimanan pada Nabi Saw kemudian kembali dari keimanan tersebut ketika itu pula (menjadi rohnya orang kafir). Anda juga roh yang di sana pertama tidak menjawab dengan keimanan kemudian setelah sekian saat menjawab dengan keimanan kepada Nabi Muhammad Saw, maka begitulah yang terjadi di alam ini apa yang nampak di dunia tak lain adalah apa yang terjadi di alam sana.

Pada penciptaan yang kedua, Allah Swt bedakan roh orang-orang yang mukmin dari roh orang-orang kafir, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad Saw,

إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ فِي ظُلْمَةٍ ثُمَّ رَبَّ عَلَيْهِمْ مِنْ نُوْرِهِ، فَمَنْ أَصَابَهُ مِنْ ذَلِكَ النُّوْرِ فَهُوَ الْمُؤْمِنُ، وَالَّذِي لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ النُّوْرُ هُوَ الْكَافِرُ .

“Sungguh Allah ciptakan makhluk kepada kegelapan kemudian dia percikkan dari nur-Nya, maka siapa yang terkena percikan cahaya tersebut dialah orang-orang yang beriman, sementara yang tidak terkena percikan cahaya itu dialah orang kafir.”

Inilah yang diisyaratkan oleh Syaikh Akbar; Muhiyiddin Ibnu Arabi dalam shalawat beliau yang dimaksudkan dengan “Cahaya yang dipercikkan pada masa azali,” dalam perkataan beliau,

صَلَاةً تَكْحَلُ بِهَمَا بَصِيْرَتِى بِالنُّوْرِ الْمَرْشُوْشِ في الأَزِلِ

“Shalawat yang dengannya aku kenakan celak bashirah-ku dengan cahaya yang dipercikkan pada masa azali.”

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra berkata, “Ketika Allah Swt ber-tajalli untuk roh-roh yang pernah diciptakan; yaitu ketika Allah Swt ambil perjanjian dari roh-roh tersebut, maka roh-roh yang ada saling beterbangan lantaran wibawa dan keperkasaan Allah, maka setiap yang sampai pada sebuah tempat di bumi, pada waktu itu roh tersebut pun akan menetap di sana sampai Allah Swt ciptakan dalam penciptaan yang kedua, maka satu roh tersebut dapat menempati satu tempat atau dua tempat ataupun lebih dari itu sesuai dengan terbangnya roh tersebut. Begitu juga dengan kecintaan diantara makhluk yang terjadi sesuai dengan terbangnya roh-roh tadi, bergantung pada sisi penerimaan atau penolakan.

Nabi Muhammad Saw bersabda,

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا اخْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Roh-roh itu ibarat pasukan yang dihimpun dalam satu kesatuan. Yang saling mengenal diantaranya, maka akan saling tertaut dan saling mengingkari, maka akan saling berselisih.”

Ketahuilah, bahwa roh belumlah berma’rifat pada Allah seketika ia diciptakan di alam barzakh, sebelum ditiupkan ke dalam jasad, roh tersebut tidak tahu kenapa ia diciptakan; apa yang dimaksud dengan penciptaan, sampai ia nampak dan mengambil janji serta mengemban amanah, seketika itulah roh tersebut menjadi tahu beban yang diemban, namun tidak tahu penghujung akhirnya; apakah akan bermuara pada kebahagiaan atau kesengsaraan.

Roh yang diambil perjanjian darinya adalah roh yang akan mendapatkan ganjaran dan mendapatkan adzab, ia pula yang akan merasakan kenikmatan atau kesengsaraan. Roh tadi tidak bisa mendapatkan adzab dan tidak pula bisa merasakan kebahagiaan kecuali dengan perantara adanya jasad sesuai dengan pilihan Allah Swt. Roh tersebut pun dipasangkan ke dalam jasad, sehingga roh itu pun bisa merasakan rasanya adzab dengan diazabnya jasad, dimana ia pun dapat merasakan kenikmatan apabila jasad mendapatkan kenikmatan.

Setelah kematian jasad, di alam barzakh roh pun akan dipasangkan kepada jasad yang lain, sehingga dengan itulah roh dapat merasakan kenikmatan atau adzab. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Saw,

أَرْوَاحُ الشُّهَدَاءِ فِي حَوَاصِلَ طُيُوْرٍ خُضْرٍ

“Rohnya orang-orang yang mati syahid dibawa oleh burung-burung berwarna hijau.”

Juga sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw,

إِذَا مَاتَ الْمُؤْمِنُ أُعْطِيَ نِصْفَ الْجَنَّةِ

“Apabila seorang mukmin meninggal dunia, maka ia pun mendapatkan separuh daripada surga.” Yang dimaksud separuh dalam hadits ini adalah separuh daripada kenikmatan surga, karena sempurnanya nikmat di surga adalah dengan berkumpulnya roh dan jasad; roh mendapat separuh kenikmatan dan jasad pun mendapat separuh kenikmatan. Ketika roh tidak dipasangkan ke dalam jasad yang lain pada alam barzakh, maka roh pun hanya akan mendapatkan separuh daripada kenikmatan surga.

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY