You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Wiridan Untuk Ber-ta’alluq Kalbu Pada Allah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Wiridan Untuk Ber-ta’alluq Kalbu Pada Allah

Menghadaplah pada Allah dengan penuh pengharapan dan perbanyaklah do’a berikut:

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ مُعَوِّلِي، وَبِكَ مَلَاذِي، وَإِلَيْكَ الْتِجَائِي، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلِي، وَبِكَ يُقَتِي، وَعَلَى حَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ اعْتِمَادِي، وَيُجَمِيعِ محارِي أَحْكَامِكَ رِضَايَ، وَبِإِقْرَارِي بِسِرْيَانِ فَيُوْمِيَّتِكَ فِي كُلِّ شَيْءٍ وَعَدَمِ احْتِمَالِ خُرُوجِ شَيْءٍ دَقَّ أَوْ جَلَّ عَنْ عِلْمِكَ وَقَهْرِكَ حَتَّى حَظَةَ سُكُونِي.

“Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersandar, dengan-Mu lah aku berlindung, Engkaulah tempat berlindungku, pada daya dan kekuatan-Mu lah aku bersandar, akupun ridha dengan ragam hukum-Mu yang ditentukan dan juga dengan pegakuanku terhadap jalannya sisi Qayyum-Mu pada segala sesuatu dan tidak ada kemungkinan satupun yang keluar dari ilmu-Mu dan paksaan-Mu, pada hal yang terselip maupun nampak bahkan detik diamku sekalipun.”

Apabila engkau telah mengkonsistenkan do’a ini, maka setiap kali engkau melihat beragam kondisi jiwa yang tidak sanggup kau tanggulangi. Ingatkanlah jiwamu dengan ragam makna do’a tersebut dan bersabarlah dalam menanggung beban jiwa, sampai kalbumu mudah untuk ber-ta’aluq pada Allah Swt dan buanglah segala perkara selain-Nya.

Ini merupakan pintu keilmuan besar yang diketahui oleh orang-orang yang merasakan sedikit dari ilmunya para wali Allah. maka janganlah engkau anggap enteng amalan do’a ini.

Perbanyak pulalah membaca do’a berikut:

اللَّهُمَّ اجْذِبْنِي إِلَيْكَ قَلْبًا وَقَالِبًا بِجَوَاذِبِ عِنَايَتِكَ، وَأَلْبِسْنِي خِلْعَةَ اسْتِغْرَاقِ أَوْقَانِي فِي الإِشْتِغَالِ بِكَ وَامْلَا قَلْبِي وَجَوَارِحِي بِذِكْرِكَ وَحُبِّكَ وَالشَّوْقِ إِلَيْكَ امْتِلَاءَ لَا يُبْقِي فِي مُتَّسَعًا لِغَيْرِكَ، وَاسْقِنِي كَأْسَ انْقِطَاعِي إِلَيْكَ بِتَكْمِيْلِ الْبَرَاءَةِ مِنْ غَيْرِكَ، وَعَدَمِ التِفَاتِ قَلْبِي لِسِوَاكَ، وَاجْعَلْنِي بِكَ لَكَ قَائِمًا وَعَنْكَ آخِذًا وَمِنْكَ مُسْتَمِعًا وَإِلَيْكَ نَاظِرًا وَرَاجِعًا وَعَلَيْكَ مُعَوَّلًا، وَفِيْكَ مُتَحَرَّكًا وَسَاكِنًا مُطَهِّرًا بِفُيُوْضَ تَحَلِّيَاتِكَ مِنْ جَمِيعِ الْحُظُوظِ وَالْبَقَايَا وَمِنْ جَمِيعَ الْمُسَاكَنَاتِ وَالْمُلَاحَظَاتِ لِغَيْرِكَ وَحُلَّ بَيْنِي وَبْيَنَ النَّفْسِ وَهَوَاهَا وَالشَّيْطَانِ بِسُرَادِقَاتِ عِصْمَتِكَ لِي مِنْهُمْ، وَأَدِمْ لِي صَفَاءَ الْوُقُوْفِ بَيْنَ يَدَيْكَ بِكَ لَكَ مِنْ حَيْثُ تَرْضَى بِمَا تَرْضَى كَمَا تَرْضَى مِثْلَ أَكَابِرِ الصِّدِّيقِينَ بَيْنَ يَدَيْكَ وَحُفْنِي بِجُنُوْدِ نَصْرِكَ لِي وَتَأْبِيْدِكَ لِي وَعَوْنِكَ لِي بِكَمَالِ تَوَلَّيْكَ لِي بِعِنَايَتِكَ لي وَمَحَبَّتِكَ لِي وَاصْطِفَائِكَ لِي، وَحُلَّ بَيْنِي وَبَيْنَ غَيْرِكَ مِنْ أَوَّلِ الْأَمْرِ إِلَى آخِرِهِ حَتَّى تُمِيْتَنِي عَلَى ذلِكَ، وَاجْعَلْنِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنْ أَهْلِ وَلَا يَتِكَ الْخَاصَّةِ الْكَامِلَةِ الصَّرْفَةِ الَّتِي لَا شَائِبَةَ فِيهَا لِغَيْرِكَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا.

“Ya Allah, tariklah jiwa dan ragaku pada-Mu dengan tarikan perhatian-Mu padaku, pakaikanlah aku dengan pakaian yang menyelami waktuku untuk bisa sibuk dengan-Mu, isikanlah kalbu dan tubuhku ini dengan dzikiran, kecintaan dan rindu pada-Mu, dengan isian yang tidak muat lagi untuk selain-Mu, minumkanlah aku dengan cawan keberputusanku pada-Mu dengan sempurnanya pembebasan diri dari selain-Mu dan kalbukupun tidak menoleh pada selain-Mu. Jadikanlah aku dapat berdiri tegap dihadapan-Mu dengan kekuatan dari-Mu dan untuk-Mu, mengambil dari-Mu dan meminta bantuan pada-Mu. Kepada-Mulah aku melihat dan kembali, kepada-Mulah aku bergantung, pada-Mulah aku bergerak dan diam, mensucikan diri dengan kucuran faidh tajalli-Mu dari semua keinginan dan sisanya, juga dari semua sisi diam dan perhatian untuk selain-Mu. Berilah jarak antara aku dan juga jiwa beserta hawa dan syaithan dengan naungan perlindungan-Mu padaku dari mereka. Abadikanlah kejemihan tegakku dihadapan-Mu, yang tentunya dengan kekuatan dari-Mu dan untuk-Mu, dimana itu sesuai keridhaan-Mu, dengan yang Kau ridhai dan sebagaimana Engkaupun ridha akan itu semua, seperti para pembesar ash-Shiddiqin yang berada di hadapan-Mu, naungilah aku dengan prajurit pertolongan-Mu, penguatan-Mu, perlindungan-Mu dengan sempurnanya perwakilan-Mu bagiku; dengan perhatian-Mu untukku, kecintaan-Mu padaku, dengan pengutusan-Mu untukku. Berilah jarak antara aku dan selain-Mu sejak awal hingga akhir perkara bahkan sampai Engkau matikan aku dengan hal itu, jadikanlah aku di dunia dan akhirat ini tergolong ke dalam golongan orang yang mendapatkan perwalian khusus yang sempurna dan mutlak, yang tiada lagi keraguan didalamnya pada selain-Mu, sungguh Engkau mampu akan segala sesuatu. Semoga Allah Swt berkenan menyampaikan shalawat dan salam kepada penghulu kita Muhammad, dan kepada keluarga serta para sahabat.”

Barangsiapa yang ingin membaca do’a di atas, maka tatacaranya sebagai berikut: Hendaknya ia bershalawat pada Nabi Saw sebanyak 1000 kali di waktu pagi dan 1000 kali pula di waktu sore, lalu kemudian berdo’a dengan do’a di atas sebanyak 7 Kali setiap usai membaca 1000 shalawat tersebut; yang pahalanya dihadiahkan untuk Rasulullah Saw sebagai bentuk pengagungan Allah dan juga bagi Rasul-Nya.

Hal tersebut hendaknya dibaca dengan bacaan tartil dan kalbu yang hadir sesuai dengan kemampuan. Mengkonsistenkan do’a ini dengan terus menyendiri, banyak diam, menyedikitkan makan dan minum tanpa berlebihan dan tidak juga kurang. Jagalah kalbumu dari berfantasi pada perkara dunia, wanita dan syahwat juga dari perkara yang dibenci oleh Allah dan telah ditakdirkan, juga dari kesedihan dan segala perkara yang cocok dengan hawa pada suatu waktu. Orang mengamalkan do’a diatas akan melihat banyak asrar dan juga anwar yang tidak bisa dihitung jari. Wallahul Muwaffiq.

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY