
Elsubha.com – Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Mensucikan Niat Untuk Membaca Wiridan
Seorang murid hendaknya membaca bacaan berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّى نَوَيْتُ بِتِلَاوَةِ هَذَا الذِّكْرِ تَعْظِيمًا وَإِحْلَالًا لَكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، وَقَصْدًا لِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ، مُخْلِصًا لَكَ مِنْ أَجْلِكَ، وَأَقَوْلُ بِإِمْدَادِكَ وَعَوْنِكَ وَحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ وَبِمَا وَهَبْتَنِي بِهِ مِنْ إِنْعَامِكَ وَتَوْفِيقِكَ مُسْتَعِيْنَا بِكَ : أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Ya Allah, sungguh aku niat membaca dzikiran ini sebagai simbol pengagungan dan pemuliaan-Mu, demi menggapai keridhaan-Mu, (pembacaan ini) bertujuan untuk Dzat-Mu dengan tulus ikhlas hanya untukmu. Aku mulai pembacaan ini seraya meminta bantuan ruhani, perlindungan, daya dan kekuatan-Mu dan dengan ragam nikmat dan taufik yang telah Engkau beri padaku, juga seraya memohon pertolongan-Mu: Aku berlindung pada Allah dari gangguan syaithan yang terkutuk.” Disambung dengan membaca ta’awwudz, basmalah, surah Al Fatihah,” lalu ia mulai bacaan wiridan.
