
Elsubha.com – Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Beragam Keutamaan Khusus Bagi Pengamal Thariqah at-Tijaniyyah
- Sungguh kedua orang tua, istri dan keluarga ( yang terpisah selain cucu) pengambil wiridan thariqah at-Tijany akan dimasukkan ke dalam surga tanpa di-hisab dan di-‘iqab dengan syarat tidak mencela, tidak membenci dan tidak bermusuhan dengan Syaikh.
- Sungguh pengamal thariqah at-Tijany adalah muridnya Nabi Saw.
- Sungguh Nabi Saw menamakan pengamal thariqah at-Tijaniyyah sebagai sahabat beliau. Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra berkata: Sayyidul wujud Saw pernah berkata padaku, “Engkau termasuk orang-orang yang aman dan orang yang mencintaimu pun tergolong ke dalam orang yang aman. Engkau adalah orang yang kucintai dan seluruh orang yang mencintaimu adalah orang yang juga aku cintai, para fuqara-mu juga fuqara-ku, para muridmu juga muridku, para sahabatmu adalah sahabatku, dan seluruh orang yang mengambil wiridanmu, maka dia pun diselamatkan dari api neraka.”
- Sungguh segala perkara yang menyakiti fuqara Syaikh Ahmad at-Tiijany, itu menyakiti Nabi Saw.
- Sungguh Imam Mahdi adalah saudara dalam thariqah.
- Sungguh pengamal thariqah Syaikh at-Tijany memiliki martabat yang lebih tinggi dari para pembesar wali quthub, (maka tidak heran pengamal thariqah at-Tijaniyyah yang belum futuh di dunia itu lebih sempurna dan lebih besar martabatnya di akhirat dibanding orang yang sudah futuh di dunia).
- Sungguh dalam dzikiran lazimah terdapat isim a’zham, akan tetapi bukan shighat isim a’zham al kabir yang khusus milik Nabi Saw. Maka apabila ada orang yang mengambil shighat tersebut dengan sanad yang bersambung, dia akan mendapatkan separuh pahala dari isim a’zham al kabir.
- Sungguh dalam sebagian dzikiran thariqah ada isim a’zham yang khusus milik Nabi Saw. Sayyidi Umar Al Futi Ra pernah berkata, “Allah telah mengaruniakanku dengan itu, ketika aku berada di Madinah al Munawwarah.”
- Sungguh pengemban isim a’zham adalah orang-orang yang selamat dari ketercerabutan iman. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pernah berkata, “Diantara kekhususan Dâirah al Ihâthâh, ‘Orang yang Allah ajarkan padanya lafazh tersebut tanpa ragam asrar-nya, ia pun dijamin aman dari ketercerabutan iman meskipun ia belum futuh dengan futuh kewalian, dimana tidak ada yang mampu memcerabut imannya kecuali seorang wali quthub.
- Sungguh setiap dari pengamal thariqah ini akan mendapatkan bagian dari isim A’zham Al Kabir yaitu Dâ `irah al Ihâthah meskipun dia tidak mengetahui isim tersebut lebih lagi tidak tahu dzkiran itu.
- Sungguh Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra ketika berdzikir satu kalimat secara mutlak, maka ada 80.000 malaikat yang berdzikir bersama beliau, dimana setiap malaikat berdzikir 7.000 kalimat, kalimat tersebut dilipat gandakan menjadi 10 kebaikan.
Allah Swt mengaruniakan keutamaan yang agung tersebut pada tuan kami; Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra yaitu pada bulan Jumadats-Tsaniyah tahun 1213 H. Semoga kita pun diberikan bagian dari karunia tersebut dengan keutamaan Allah Swt amin. - Para pengamal thariqah at-Tijaniyyah mendapatkan pahala beragam dzikir yang agung dari isim a’zham dan yang lainnya, yang tidak diperoleh para pembesar al ‘arifbillah dan para wali quthub.
- Sungguh Allah memberikan balasan 100.000 kali lipat bagi pengamal thariqah at-Tijaniyyah.
- Sungguh apabila ada seseorang yang melihat Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pada hari Senin atau hari Jumat, maka yang melihat beliau akan masuk ke dalam Surga-nya Allah tanpa dihisab dan di-‘iqab, dimana inilah warisan al Ahmadiyyah at-Tijaniyyah.
- Sungguh diantara para pengamat thariqah at-Tijaniyyah ada orang yang jika orang lain melihatnya, ia akan berkata, “Saksikanlah bahwa aku telah melihatmu,” maka orang yang dilihat tadi pun mengatakan, “Aku bersaksi bahwa aku pernah melihatmu.” Maka orang yang melihat tadi akan masuk Surga.
- Sungguh para pengamal thariqah at-Tijaniyyah memiliki tempat tersendiri di padang Mahsyar di bawah naungan ‘Arasy.
- Sungguh para pengamal thariqah at-Tijaniyah bersama kalangan ‘illiyyin di samping baginda Nabi Saw bersama Ulul ‘Azmi dari kalangan Rasul dan para nabi yang lain. Sementara para ahbab yang bukan pengamal thariqah, maka mereka pun akan bersama ‘illiyyin.
- Sungguh pengamal thariqah at-Tijaniyyah memiliki barzakh tersendiri tempat mereka bernaung (semua perkara di atas lantaran perhatiannya Nabi Saw terhadap para pengamal thariqah at-Tijaniyyah, juga lantaran apa yang Allah Swt khususkan bagi mereka dari kecintaan dan sisi ma’rifat).
- Sungguh pengamal thariqah at-Tijaniyyah tidak ikut dalam huru-hara mauqif, tidak melihat kilat dan juga gempa bumi, akan tetapi mereka bersama golongan orang-orang al Aminîn di pintu Surga sampai masuk ke dalamnya bersama Nabi Saw, pada golongan yang pertama bersama para sahabat nabi. Maka Mahasuci Dzat yang mampu mengaruniakan sesuatu yang Dia kehendaki pada sosok yang Dia kehendaki. Dzatnya pun tidak dihukumkan dengan sesuatu.
- Sungguh setiap hari pengamal thariqah at-Tijaniyyah paling banyak mendapat pahala keutamaan berziarah pada Nabi Saw di Raudhah asy-Syarifah dan juga menziarahi para wali Allah dan orang-orang shaleh sejak awal penciptaan manusia sampai waktu dia membaca wiridan tersebut.
- Sungguh Nabi Saw, para khalifah yang 4 (Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, Sayyidina Umar bin al Khaththab, Sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan dan Sayyidina ‘Ali Kw) senantiasa hadir bersama pengamal thariqah at-Tijaniyyah setiap hari, (yaitu lantaran mereka membaca shalawat Jauharatul Kamal lebih dari 7 kali bacaan).
- Sungguh Nabi Saw mencintai mereka dengan kecintaan khusus selain yang sudah disampaikan di atas. Begitu juga orang-orang yang mencintai mereka termasuk dalam golongan awal, lantaran mereka senantiasa melazimkan shalawat Jauharatul Kamal setiap hari yang lebih dari 7 kali jumlahnya.
- Sungguh para pengamal thariqah at-Tijaniyyah memiliki ciri tersendiri yang membedakan mereka dengan yang lain dan dikenal bahwa mereka adalah murid-muridnya Rasulullah dan fuqara beliau; yaitu akan tertulis antara dua kening mereka tulisan, “Muhammad,” di atas kalbu mereka yang mengarah kepada punggung tulisan, “Muhammad bin ‘Abdillah,” serta di atas kepalanya ada mahkota dari cahaya yang tertulis “At-Thariqah at-Tijaniyyah; mansyauha al Haqiqah al Muhammadiyyah.”
- Sungguh pengamal thariqah at-Tijaniyyah akan mendapatkan luthuf khusus dari Allah Swt. Oleh karena itu, Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pernah berkata, “Sungguh para sahabatku tidak akan dimakan api neraka walau ia telah membunuh 70 jiwa, dengan catatan ia benar-benar bertobat setelah melakukannya.”
- Sungguh setiap orang yang tidak menghormati pengamal thariqah at-Tijaniyyah bahkan menyakiti mereka, Allah Swt akan usir yang bersangkutan dari sisi kedekatan pada-Nya dan Allah Swt akan cabut pula apa yang telah Dia berikan padanya. Hal itu karena Nabi Saw sangat peduli dengan thariqah ini dengan kepedulian khusus, sebagaimana beliau Saw pun peduli dengan para sahabatnya.
- Sungguh mereka pengamal thariqah at-Tijaniyyah tidak akan merasakan pedihnya kematian atau sakarat maut.
