
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Bagian dari Ilmu Akhirat
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pernah berkata, “Seorang mayit tidak didekati malaikat selagi dia belum dimandikan dan belum dishalatkan sampai 12 jam, maka malaikat tidaklah bershalawat padanya. Apabila lebih dari 24 jam, maka para wali abdal pun tidak menyalatkannya.
Dzatnya akan diangkat kepada Sirnadib dan akan didatangkan pula dengan dzat baru dari alam barzakh.
(Lihat, Sayyidi Ahmad al ‘lyyasy Sukairij, Kasyf al Hijab ‘Amman Talaqqa Ma’a Asy-Syaikh at-Tijany Min al Ashbab, hal. 183)
Sayyidi ‘Ali at-Tamasini Ra pernah berkata, “Sungguh para sahabat Sayyidi Syaikh Ra, jasad dan roh mereka akan pindah ke alam Barzakh khusus bersama Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra.”
(Ibid, hal. 394)
Sayyidi Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pernah ditanya mengenai jin; apakah mereka pun akan dimasukkan ke surga dan mendapatkan kenikmatan di dalamnya seperti halnya manusia, atau mereka tidak memiliki hal itu dan apakah mereka akan kembali menjadi debu seperti halnya hewan atau tidak?
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra menjawab: “Ketahuilah, bahwa perkataan yang patut dipegang dan merupakan inti dari kebenaran yang hakiki adalah bahwa jin sama dengan anak keturunan nabi Adam dalam hal pembebanan syariat untuk melaksanakan perintah Allah maupun meninggalkan larangan-Nya; pada hal yang diharamkan dan diwajibkan serta umumnya risalah bagi mereka. “
(Lihat, Sayyidi Ahmad al ‘lyyasy Sukairij, Kasyf al Hijab ‘Amman Talaqqa Ma’a Asy-Syaikh at-Tijany Min al Ashbab, hal. 432)
Ada seseorang yang terkenal dengan futuh dan kasyafnya (as-Sayyid as-Sarayibi Ra), ia pernah bermimpi seolah-olah hari Kiamat terjadi, dimana manusia dalam kondisi ketakutan yang dahsyat. Seketika itu ada beberapa orang sepuh dari berbagai kelompok lewat di depannya, diantara mereka ada yang menafikan semua yang pernah ber-intisab padanya seraya menolaknya. Ada juga menafikan sebagian yang lainnya seperti Syaikh Muhammad bin ‘Isa; beliau menolak orang-orang yang bermain seruling dan ada sekelompok lain yang bersamanya, kemudian ketika melihat hal itu, as-Sayyid as-Sarayibi menoleh, ia melihat ada sebuah tempat seperti bukit, dimana manusia berkumpul di sana dari beragam sisi sampai tempat tersebut pun dipenuhi dengan banyaknya orang, kemudian beliau pun melihat sosok yang terbang ke tempat berkumpul tersebut, beliau melihatnya melintas dengan cepat selama kedipan mata, beliaupun bertanya, “Siapakah ia?’ maka dikatakan padanya, ‘Ini adalah Sayyidi Syaikh Ahmad at- Tijany Ra’. Ketika mendengar ucapan itu, beliau menaruh kedua tangan di atas dadanya, seraya berkata, ‘Inilah sosok Syaikh yang akan kami ambil thariqahnya’, kemudian beliau terbangun dari mimpinya dan mengkisahkan perkara tersebut. Setelah itu beliau pergi kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad Abdul Ghani dan mengkisahkan mimpi tersebut seraya mengambil bai’at thariqah al Muhammadiyyah at-Tijaniyyah.
(Lihat, Sayyidi Ahmad al ‘lyyasy Sukairij, Kasyf al Hijab ‘Amman Talaqqa Ma’a Asy-Syaikh at-Tijany Min al Ashbab, hal. 489)
