
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Hari Asyura
Sebagai Pengingat:
- Hadits Melapangkan Bagi Keluarga Pada Hari ‘Asyura; yaitu sabda Nabi Saw,
مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي سَائِرِ سَنَتِهِ
“Barangsiapa yang melapangkan atas kaluarganya pada hari ‘Asyura’, niscaya Allah akan melapangkan (urusannya) pada seluruh tahun itu.”
(HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jam al Kabir, vol.10, hal. 77, no. 10007; Majma’ az-Zawa ‘id, vol. 3, hal. 189; Syu’ab al Imân, Jil, 3, hal. 365-366, no. 3792, 3794, 3795; Faidh al Qadir, vol. 6, hal. 235; Lisan al Mizán, vol. 3, hal. 307, no. 1098; Al ‘Ilal al Mutanâhiyah, vol. 2, hal. 552-553, no. 909, 910; Dhu’afa al ‘Uqaill, vol. 3, hal. 252, no. 1253; A/Kamil fi Dhu’afa ar-Rijal, jil 5, hal. 211, no. 1364; Kasyf al Khafa’, vol. 2, hal. 374, no. 223; Naqd Al Manqul, vol.1, hal. 100, no. 141; Manar al Munif fi Ash-Shahih wa adh-Dha ‘if, vol. 1, hal. 111, no. 223. al Faqih al Maliki Abdul Malik bin Habib mengatakan terkait hadits ini:
“Jangan engkau lupa, Allah tidak akan buatmu lupa ‘Asyura’ selagi masih ada akhbar terkait dengannya.
Rasul bersabda, shalawat Allah mencakup perkataan, kamipun temui kebenaran dan cahaya
Orang yang pada malam hari memberikan nkelapangan bagi keluarganya, niscaya hidupnya dalam setahun dilapangkan
Maka berharaplah, pembelamu adalah yang diharapkan oleh paling baiknya makhluk yang masih hidup maupun sudah dikubur.”
(Perkataan ini disebutkan oleh al Hafizh as-Suyuthi dalam Al Izdikhar Fima ‘Aqadahu Asy-Syu’ara ‘u mín al Ahadits wa al Atsar.) - Hadits Puasa Pada Hari ‘Asyura’
Nabi Saw bersabda,
صِيَامُ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa pada hari Asyura’, aku pun yakin pada Allah bahwa itu mampu menghapus dosa tahun sebelumnya.”
(HR. Abu Dawud dalam Sunar-nya, vol. 2, hal. 321, no. 2425; Al Musnad al Mustakhraj ‘Ala Shahih al Imam Muslim, vol. 3, hal. 302, no. 2544; Tuhfah al Ahwadzi, vol. 3, hal. 378; Al Mughni, vol. 3, hal. 57. Sebaglan ahli fikih berkata terkait hadits ini:
“Puasa hari Asyura datang, disunahkan pada satu tahun (sekali) nan penuh hikmah
Nabi al Mushthafa bersabda, la bisa menghapus dosa tahun yang telah lalu Orang yang meluaskan (bagi keluarganya) pada hari itu, kehidupannya dalam setahun menjadi kehidupan yang diridhai.”) - Do’a Pada Hari Asyura
Orang yang membaca bacaan berikut sebanyak 7 kali, ia tidak akan meninggal dunia pada tahun yang telah ditetapkan baginya. Jika kemudian ajalnya telah dekat, Allah Swt tidak akan memberinya taufik untuk membaca bacaan tersebut. Bacaannya adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ. سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ كُلِّهَا. أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلِّهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَهُوَ حَسْبِي وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرٍ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ أَجْمَعِينَ.
“Mahasuci Allah sepenuh mizan, sepanjang batasan ilmu, sejumlah keridhaan, sejumlah ragam nikmat dan seindah dekorasi hiasan Arasy. Tiada tempat berlindung dan tempat yang aman dari (kehndak buruk) Allah kecuali Allah sendiri.
Mahasuci Allah dengan sejumlah bilangan genap dan ganjil dan sejumlah kalimat-kalimat Allah yang sempurna. Aku memohon keselamatan semuanya ya Allah dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling pengasih dari kalangan orang yang berbelas kasih.
Tiada daya dan upaya melainkan dari Allah yang luhur dan agung. Cukulah Dia sebagai penolong bagiku dan Dialah sebaik-baiknya pelindung. Semoga shalawat Allah senantiasa menyertai paling baiknya makhluk Muhammad, dan semoga itupun terlimpah pada semua keluarganya.”
Ada juga riwayat do’a yang lainnya:
سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ. سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِهِ التَّامَّاتِ بِرَحْمَتِهِ. لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَهُوَ حَسْبِي وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى خَيْرٍ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
“Mahasuci Allah sepenuh mizan, sepanjang batasan ilmu, sejumlah keridhaan, sejumlah ragam nikmat dan seindah dekorasi hiasan Arasy. Tiada tempat berlindung dan tempat yang aman dari (kehndak buruk) Allah kecuali Allah sendiri.
Mahasuci Allah dengan sejumlah bilangan genap dan ganjil dan sejumlah kalimat-kalimat-Nya yang sempurna dengan rahmat-Nya. Tiada daya dan upaya melainkan dari Allah yang luhur dan agung. Cukulah Dia sebagai penolong bagiku dan Dialah sebaik-baiknya pelindung. Semoaga shalawat Allah senantiasa menyertai paling baiknya makhluk Muhammad, dan semoga itupun terlimpah pada semua keluarga dan para sahabatnya.”
Dibaca sebanyak 10 kali untuk panjang umur pada tahun itu.
(Lihat, Raudh al Muhibb al Fani.)
