You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 38. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang orang yang ihtilam (mimpi basah atau keluar mani) dalam perjalanan dan dia tidak bisa mandi karena alasan tertentu. Bolehkah dia berdzikir dengan semua wiridan yang dimilikinya atau tidak?

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang orang yang ihtilam (mimpi basah atau keluar mani) dalam perjalanan dan dia tidak bisa mandi karena alasan tertentu. Bolehkah dia berdzikir dengan semua wiridan yang dimilikinya atau tidak?

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Hendaknya dia bertayammum kemudian ber dzikir dengan semua wiridannya, seperti hizib As-Saifi dan yang lainnya, kecuali Al Fatihah dengan niat isim a’zham, maka janganlah dia membacanya, walaupun keadaan itu cukup lama, sampai dia bersuci menggunakan air secara sempurna.

Syaikh Ahmad At-Tijany Ra melanjutkan:

Saya pernah bertanya kepada Rasulullah Saw, “Bolehkan aku berdzikir dengan Ismul A’zham dalam keadaan bertayammum karena sakit yang menimpa saya dan saya tidak bisa berwudhu?” Rasulullah Saw bersabda kepada saya, “Tidak, kecuali engkau berdzikir dalam hati dan bukan dengan mulut.”

Kemudian Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berkata, “Ini adalah hukum orang yang ihtilam dalam perjalanan. Sedangkan orang yang ihtilam dalam keadaan tidak bepergian dan dalam keadaan sehat, maka dia tidak boleh berdzikir sedikitpun dengan wiridannya, kecuali sesudah mandi. Jangan sekali-kali engkau mengakhirkan shalat Shubuh atau shalat fardhu lainnya sampai keluar waktu karena alasan belum mandi. Sebab hal itu tidak boleh kecuali bagi orang yang sakit atau tidak bisa menggunakan air. Sedangkan berdzikir dengan Al Fatihah dengan niat isim a’zham, maka janganlah engkau membacanya dengan bertayammum; baik dalam perjalanan atau dalam keadaan sakit, walaupun keadaan itu cukup lama hingga selamanya.” -Selesai sudah apa yang di-imla ‘kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 3 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY