You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 44. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang Ayat Pertama Yang Turun Dari Al Qur`an

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang Ayat Pertama Yang Turun Dari Al Qur`an

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Ayat pertama yang turun dari Al Qur’an adalah firman-Nya,

اِقْرَأْ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ 
iqro bismi robbikallazii kholaq

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,”
(QS. Al-‘Alaq 96: Ayat 1)

Tidak ada ayat yang turun sebelum ayat ini. Konten dalam ayat ini hanya seputar kenabian saja tanpa adanya perintah terkait risalah, kemudian diturunkan lagi ayat sebagai permulaan risalah, yaitu firman-Nya,

وَاَ نْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَ قْرَبِيْنَ 
wa angzir ‘asyiirotakal-aqrobiin

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 214)

Ayat ini mengkhususkan agar Nabi Saw menyampaikan agama ini kepada keluarga terdekat dan bukan pada yang lainnya. Maka yang dimaksud bahwa ayat ini sebagai ayat pertama tadi adalah lantaran ayat ini merupakan ayat pertama yang berisikan perintah untuk menyebarkan risalah secara khusus dan tidak secara umum, kemudian turun lagi firman-Nya,

يٰۤاَ يُّهَا الْمُدَّثِّرُ 
yaaa ayyuhal-muddassir

“Wahai orang yang berkemul (berselimut)!”
(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 1)

قُمْ فَاَ نْذِرْ 
qum fa angzir

“Bangunlah, lalu berilah peringatan!”
(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 2)

Maka inilah ayat pertama yang turun terkait risalah secara umum.

Sedangkan nabi Muhammad Saw, beliau tidak pernah ter-hijab dan tidak pula bodoh, bahkan beliau ‘Arif dengan kemakrifatan yang sempurna sejak dalam perut ibu beliau, begitu pula para nabi yang lainnya pun seperti ini. Para nabi tidak pernah ter-hijab dari Allah Swt, mereka senantiasa pada maqam Shiddiqiyyah mulai dari perut ibu hingga selama-lamanya.

-Selesai sudah apa yang di-imla’ kan pada kami dari hafalan dan perkataan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 1 – KAJIAN SEPUTAR AL-QUR’AN (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY