You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 34. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang jumlah nafas manusia

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang jumlah nafas manusia;

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab dengan mengatakan:

Jumlah nafas manusia sebanyak 24.000, separuhnya masuk dan separuhnya keluar. Sedangkan jumlah (khowâtir) detikan jiwa sebanyak 70.000, setiap harinya akan berdetak di kalbu secara pasti, tidak ada satu detak pun yang tertinggal, karena kalbu itu seperti BaitulMa’mur, setiap harinya ada tujuh puluh ribu malaikat yang masuk ke dalamnya. Jika satu malaikat keluar, maka dia tidak akan kembali lagi selamanya. Demikian pula kalbu, setiap harinya ada 70.000 detikan jiwa yang masuk ke dalamnya.

Secara keseluruhan terbagi menjadi empat bagian, dengan menisbatkan kepada kalbu yang terhijab. Satu bagian darinya dikacaukan oleh syeithan ketika ia masuk ke dalam kalbu, dia melemparkan keragu-raguan di dalamnya; satu bagian lainnya dikacaukan oleh nafsu; satu bagian yang lain masuk bersama satu malaikat; dan satu bagian lainnya tidak masuk bersama sesuatu pun.

Oleh karena itu, para ulama membagi detikan jiwa ini menjadi empat bagian: (1) Syaithani, (2) Nafsani, (3) Malaki, dan (4) Rabbani.

Penjelasannya sebagai berikut:

1. Khowatir Syaithani. Syeithan tidak akan memerintah, kecuali untuk menyelisihi (agama) dan ia tidak hanya memerintah satu saja. Bahkan, berpindah-pindah dari satu perintah kepada perintah yang lain. Namun, tipu daya syeithan itu lemah, sebagaimana firman Allah Swt,

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۚ وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ الطَّا غُوْتِ فَقَا تِلُوْۤا اَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ ۚ اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَا نَ ضَعِيْفًا
allaziina aamanuu yuqootiluuna fii sabiilillaah, wallaziina kafaruu yuqootiluuna fii sabiilith-thooghuuti fa qootiluuu auliyaaa-asy-syaithoon, inna kaidasy-syaithooni kaana dho’iifaa

“Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 76)

2. Khowatir Nafsani tidak memerintah kecuali untuk bersenang-senang dalam syahwat; baik haram atau mubah. Menghindari dan menjauhi perintahnya sangat sulit, ia tidak bisa hilang kecuali dengan mujahadah.

3. Khowatir Malaki tidak memerintah kecuali dengan kebaikan, berupa perbuatan atau ucapan.

4. Khowatir Rabbani tidak memerintah kecuali berkaitan dengan Allah Swt dan bersikap zuhud dari selain-Nya. Inilah perbedaan diantara keduanya bagi orang yang ingin mengetahuinya lalu dapat membedakannya. Tidak ada yang bisa membedakannya, kecuali orang yang ahli muhasabah. Orang-orang yang lalai tidak akan pernah memahaminya.

Kalbu yang tidak memiliki (pembagian ini) adalah kalbu seorang ‘Arifbillah. Semua detaknya hanya ada satu bagian, sehingga ia tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan, dan tidak memerintah kecuali dengan kebaikan, karena rumah yang ditempatinya suci serta jauh dari godaan nafsu dan syeithan.

Sedangkan kalbu yang ada diantara yang ter-hijab dan yang terbuka, maka kalbunya sesuai dengan keadaannya. -Selesai sudah apa yang di-imla kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 3 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY