
Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang lingkaran Kebahagiaan Nabi Muhammad Saw dan maksud firman Allah Swt,
اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
alaaa inna auliyaaa-allohi laa khoufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun
“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS. Yunus 10: Ayat 62)
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Maksudnya adalah lingkaran kegembiraan atau kesenangan yang terdapat dalam firman-Nya,
اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
alaaa inna auliyaaa-allohi laa khoufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun
“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS. Yunus 10: Ayat 62)
Al Bushiri Ra berkata: “Engkau tidak akan pernah melihat seorang wali yang tidak ditolong…”(Syair). Setiap wali yang tidak ditolong oleh Nabi Saw, maka ia tidak memiliki bagian dari kewalian. Ini makna dari pernyataan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.
Sedangkan pernyataan Al Bushiri lainnya, “la menempatkan umatnya dibenteng agama-Nya.” (Syair). Yang diinginkan dari kata-kata ini adalah nabi Muhammad Saw memasukkan umatnya yang dikhususkan mendapatkan kebahagiaan, Rasulullah Saw ingin memasukkan umatnya kedalam agama yang beliau emban, layaknya suatu barang yang disukai, yang akan disimpan dengan super aman. Sebab, emas dan permata dikerenakan tingginya harga, maka iapun tidak akan disimpan kecuali dengan gembok yang aman sebagai pengamannya. Begitu pula nabi Muhammad Saw yang ingin menempatkan umat yang beliau khususkan kedalam agama yang diembannya, sehingga mereka senantiasa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Perkara ini sesuai dengan pengkhususan Allah Swt bagi umat nabi Muhammad Saw yang merupakan bagian orang-orang yang akan mendapatkan kebahagiaan. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari mereka lantaran murninya keutamaan dan kemurahan-Nya.
-Selesai sudah apa yang di-imla’ kan pada kami dari hafalan dan perkataan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-
