
Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat kewalian
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Kewalian itu ada yang umum dan ada yang khusus.
Kewalian umum: Sejak nabi Adam As hingga nabi Isa As,
sedangkan kewalian khusus: Sejak Nabi Muhammad Saw hingga wali khatam.
Yang dimaksud dengan kewalian khusus adalah bagi
orang yang mensifati diri dengan sifat-sifat Allah yang berjumlah tiga ratus secara sempurna dan tidak ada yang kurang dari itu. Rasulullah Saw bersabda,
إِنَّ لِلَّهِ ثُلُثُمِائَةِ خُلُقٍ، مَنِ اتَّصَفَ بِوَاحِدٍ مِنْهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Sungguh Allah memiliki tiga ratus sifat, barangsiapa yang mensifati diri dengan satu dari beragam sifat yang ada, maka ia akan masuk surga.”
Perkara ini khusus untuk sayyidil wujud, Nabi Muhammad Saw dan sosok yang mewarisinya dari kalangan wali quthb ummat ini. Sayyidi Syaikh Ra menisbatkan perkataan beliau ini pada pernyataan yang pernah diucapkan oleh Al Hatimi Ra.
Kemudian Sayyidi Syaikh Ra melanjutkan kata-kata beliau: Terkait dengan kekhususan ini; yaitu mensifati diri dengan ragam akhlaq Allah secara sempurna; yaitu bahwa semua dari mereka ini haruslah lebih dari yang lainnya dalam segala segi, akan tetapi terkadang ada sosok yang tidak mensifati dirinya dengan semua sifat Allah yang lebih tinggi dari yang lainnya (Syaikh ‘Ali Harazim berkomentar, “Aku menyangka beliau mangarahkan perkataan ini pada dirinya dan sebagian pembesar wali Allah. Sebab, sayyidil wujud, Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa kedudukan beliau lebih tinggi daripada semua kedudukan yang pernah ada). Selesai sudah apa yang di-imla kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-
