
Elsubha.com – Amalan Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra; Untuk Menyingkap Duka Nestapa Yang Menimpa
“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”
(Dikutip dari Ragam Surat Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra)
Amalan Ya Lathif
1. Membaca isim, (يَا لَطِيْفُ) “Wahai Allah yang Maha lembut,” sebanyak 1000x pada waktu pagi dan sore setelah membaca wiridan pagi dan sore; Atau bisa juga membaca shalawat Fatih sebanyak 100x, atau bisa juga dengan mengamalkan semuanya diatas. Jika cobaan yang menimpa itu dahsyat, maka hendaknya ia melazimkan bacaan itu setelah shalat lima waktu dan dua wiridan diatas. Sungguh Allah akan segera menyingkapkannya.
2. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca shalawat Fatih 1x, kemudian membaca isim, (يَا لَطِيفُ) sebanyak 4x, lalu
membaca:
اللَّهُمَّ بِسِرِّ اسْمِكَ اللَّطِيفِ الْطُفْ بِيَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَاسْلُكْ بِيَ فِي مَسَالِكَ النَّجَاةِ، وَالْطُفْ بِيَ يَا لَطِيفُ
“Ya Allah, dengan rahasia nama-Mu; al-Lathif, perlakukan aku dengan kelambutan pada seluruh perkaraku, jalankanlah aku pada jalan-jalan keselamatan, perlakukanlah aku dengan lembut wahai Dzat yang Maha Lembut.”
3. Lalu membaca isim, (يَا لَطِيْفُ) lagi sebanyak 4x, kemudian membaca:
اللَّهُمَّ بِسِرِّ اسْمِكَ اللَّطِيفِ، أَدْخِلْنِي فِي دَائِرَةِ اللُّطْفِ وَالْحِفْظِ وَالنَّجَاةِ وَالْأَمَانِ، يَا لَطِيفُ
“Ya Allah, dengan rahasia nama-Mu; al-Lathif, masukkanlah aku dalam lingkaran kelembutan, pemeliharaan, keselamatan dan keamanan wahai Dzat Yang Maha Lembut.”
4. Kemudian membaca isim, (يَا لَطِيفُ) lagi sebanyak 4x, lalu membaca:
اللَّهُمَّ بِسِرِّ اسْمِكَ اللَّطِيفِ الْطُفْ بِيَ لُطْفًا حَفِيًّا مِنْ دَقَائِقِ لُطْفِكَ الْخَفِيِّ الَّذِي إِذَا لَطَفْتَ بِهِ لِعَبْدٍ كُفِيَ، يَا لَطِيفُ
“Ya Allah, dengan rahasia nama-Mu; AL-Lathif, perlakukanlah aku dengan lembut yang ringan dari ragam rincian sisi kelembutan-Mu yang tersembunyi, yang jika Engkau perlakukan ini pada hambamu, akan dicukupi, wahai Dzat yang Maha Lembut.”
5. Lalu ditutup dengan membaca shalawat Fatih sebanyak 3x atau 7x atau 11x.
6. Do’a lain yang biasa dibaca setelah pembacaan İsim Ya Lathif adalah sebagai berikut:
إلهي، لَطَفْتَ فَيَسَّرْتَ كُلَّ عَسِيْرٍ، وَأَنْعَمْتَ فَجَبَرْتَ كُلَّ كَسِيرٍ، فَلُطْفُكَ بِيَ فِي أُمُوْرِي ابْتِدَاءً، فَتَمِّمْ لُطْفَكَ بِي فِي أُمُورِي اِنْتِهَاءٌ، فَمِنْ لُطْفِكَ بِيَ تَكْلِيفِي دُوْنَ الطَّاقَةِ، وَإِنْعَامُكَ فَوْقَ الْكِفَايَةِ. يَا عَالِمًا بِالْغَوَامِضِ مِنْ غَيْرِ رُشْدٍ وَلَا دَلِيْلٍ، لَا تَجْعَلْ بَيْنِي وَبَيْنَ لُطْفِكَ حَائِلًا.
إلهِي رَأَيْتَ فَسَتَرْتَ، وَأَعْطَيْتَ فَوَفَرْتَ، وَأَنْعَمْتَ فَأَجْزَلْتَ، فَأَنْتَ لَاطِفُ الْأَشْبَاحِ بِخَصَائِصِ رَحْمَتِكَ، وَكَاشِفُ الْأَرْوَاحِ بِحَقَائِقِ أَحَدِيَّتِكَ.
سَيِّدِي إِنْ أَطَعْتُكَ فَبِفَضْلِكَ، وَإِنْ عَصَيْتُكَ فَبِجَهْلِي، مِنَنُكَ مُتَوَاصِلَةٌ إِلَيَّ، وَالْحُجَّةُ قَائِمَةٌ عَلَيَّ يَا مَنْ يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ. أَجْرِ لُطْفَكَ بِي فِي جَمِيعِ الْأُمُورِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ وَأَقْسِمُ بِكَ عَلَيْكَ كَمَا كُنْتَ دَلِيْلِي إِلَيْكَ، فَكُنْ شَفِيْعِي لَدَيْكَ، وَبِسِرٌ هَذَا الإِسْمِ وَمَا حَوَى مِنَ الْأَسْرَارِ الْمَخْزُوْنَةِ، وَمِنَ اللَّطَائِفِ الظَّاهِرَةِ الْمَكْنُوْنَةِ، وَأَنْ تَنْحَنِي مِنَ النِّعَمِ أَتَمَّهَا، وَمِنَ الرَّحْمَةِ شُمُوْلَهَا، وَمِنَ الْعَافِيَةِ حُصُوهَا، وَمِنَ الْمَالِ أَحَلَّهُ، وَمِنَ الْحَالِ أَجَلَّهُ، فَأَنْتَ الْمُحْيِ الْكَرِيمُ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا
“Tuhanku, Engkau telah perlakukanku dengan lembut sehingga segala yang sulit menjadi mudah, Engkaupun berikan karunia-Mu, sehingga Engkau tambal jiwa-jiwa yang hancur, maka perlakukanlah aku dengan sisi lembut-Mu; yaitu pada ragam perkaraku adalah sebagai permulaan. Sempurnakanlah kelembutan-Mu itu padaku pada ragam perkaraku adalah sebagai akhirnya. Diantara sisi kelembutan-Mu padaku, Engkau bebankan aku tanpa kemampuan, Engkau berikan karunia diluar kecukupan, wahai Dzat yang mengetahui sisi yang paling dalam tanpa perlu arah dan petunjuk, janganlah Engkau jadikan adanya penghalang antaraku dengan kelembutan-Mu.
Tuhanku, Engkau telah melihatku, maka Engkau tutupi aibku, Engkaupun telah memberiku, maka Engkau beri dengan banyak, Engkau telah karuniakan padaku, maka Engkaupun perbanyak itu, maka Engkaulah yang melembutkan ragam roh yang ada dengan ragam kekhususan rahmat-Mu, (Engkau pulalah) menyingkap arwah dengan hakekat kemanunggalan-Mu.
Hai Penghuluku, jika toh aku ta’at pada-Mu, maka itu dengan keutamaan-Mu, jika aku bermaksiat pada-Mu, maka itu karena kebodohanku. Ragam karunia pemberian-Mu padaku terus berkesinambungan, sedangkan hujjah telah didirikan untukku. Wahai Dzat yang mengetahui khianatnya mata dan apa yang tersembunyi di dalam dada, jalankanlah sisi kelembutan-Mu pada segala perkaraku.
Ya Allah, sungguh aku bertawassul pada-Mu, aku bersumpah dengan-Mu dan pada-Mu, sebagaimana Engkau adalah penunjukku pada-Mu, maka jadilah Engkau pemberi syafa’at ku. (Aku memohon pada-Mu) dengan rahasia isim ini beserta rahasia yang terpendam didalamnya, dan bergam lathifah suci yang terkandung, agar Engkau beri padaku nikmat yang sempurna, rahmat yang menyeluruh, afiyat (terhindar dari firmah) terealisasi, harta yang halal, kondisi jiwa yang paling baik, sebab Engkaulah yang mampu mendatangkan lagi Maha Pemurah, yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Semoga Allah Swt berkenan menghaturkan shalawat dan salam kepada penghulu kami; Muhammad, juga kepada keluarga serta sahabat beliau.”
