
Elsubha.com – As-Syama `il At-Tijaniyyah : Imamah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu
Sesuai dengan perkataan orang yang terpercaya, bahwa imamah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra terkenal dengan sebutan “Muthayyib,” kain ini hampir terpotong, ia terbuat dari kain katun tebal dengan panjang 10 hasta. Imamah tersebut beliau lilitkan diatas kopiah merah yang dibawahnya lagi ada kopiah berwarna putih, ujung imamah tersebut beliau beri jarum agar imamah itu tidak lepas. Lalu kembali dililit dengan seutas tali yang terbuat dari rajutan bulu unta seperti tradisi bangsawan ketika itu.
(Dalam Kunnasy Al ‘Arifbilllah Sayyidi Muhammad bin Yahya Balaminu Ar-Ribathi disebutkan: Al Waliyyush-shalih Sayyidi Muhammad Al ‘Arbi bin Sa ih mengatakan: Sayyidi Syaikh Ra menjahit imamah beliau dari belakang agar tidak mengganggu beliau ketika shalat apabila tiba-tiba imamah tersebut lepas. Imamah beliau merupakan sobekan murni dari sebuah baju yang bagus. Al Allamah Sukairij berkata, “Saat ini ada pada seorang muqaddam dengan jenis Al Muthayyib, panjangnya kira-kira 20 hasta.”)
Akupun telah ber-tabarruk dengan seutas tali yang melingkari imamah beliau. (Sayyidi Ahmad Sukairij pernah mengatakan, “Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra terkadang menjadikan syal dari kain Thaylisan, yang beliau julurkan mengitari kepala, bawah dagu dan leher beliau, bisa jadi beliau kitari pula dengan seutas tali yang terbuat dari rajutan bulu unta, bisa jadi juga beliau kelilingi tali itu diatas pelintiran imamah. Pada suatu waktu beliau menaruh jimat pada pelintiran imamah beliau dengan tujuan tertentu.”). Aku taruh diatas kepalaku dan lingkarkan di tengkukku ditengah-tengah ikhwan thariqah At-Tijaniyyah, yang diantaranya adalah As-Sayyid Al Hajj Muhammad Fathan bin Al Madani Al Qibaj (Al ‘Allamah Sukairij menyebutkan profil beliau dalam kitab Ar-Rihlah Al Habibiyyah Al Wahraniyyah, beliau berkata: Cukuplah bagimu untuk tahu bahwa beliau adalah anak dari pelayan Al Hadhrah At-Tijaniyyah dari keturunan Al Qibaj. Rumah mereka adalah rumahnya Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra di Fess. Semua anak keturunan beliau dinibatkan pada Sayyidi Syaikh Ra. Allah Swt berikan perhatian khususnya pada mereka, sehingga mereka pun menjadi orang-orang khusus pada Hadhrah At-Tijaniyyah ini, dimana mereka menghabiskan hidup mereka dengan mencintai Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan juga mencintai orang yang bermisbat kepadanya. Lihat, Ar-Rihlah Al Wahraniyyah karya Al ‘Allamah Sukairij, hal. 19.), dimana tali tersebut adalah milik beliau, beliau juga mengalungkan seutas tali tersebut pada tenggkukku dan ke tengkuknya. Beliau ini termasuk sosok yang fana perihal kecintaan pada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Dalamnya kecintaan ini membuat beliau jadzab pada akhir hayat beliau; tepatnya 4 tahun sebelum beliau meninggal dunia. Beliau meninggal dunia pada tahun 1333H.
Maka pada posisi ini aku senandungkan sya’ir untuk Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra:
(Al ‘Allamah Sukairij berkata: Yaitu perkara yang terjadi pada Al Hajj Ali Anlas ketika bersama Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra; yang diceritakan oleh sebagian cucu Sayyidi Syaikh Ra; Suatu hari beliau pernah masuk ke rumah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra bersama tukang bekam, lalu tukang bekam membekam Syaikh Ra dan ia melihat imamah (sorban yg dikenakan melilit di atas kepala) Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berada di tanah, ia pun mengambil dan mengenakannya untuk ber-tabarruk dengan imamah tersebut (namun tidak meminta izin terlebih dahulu). Dengan melakukan hal tersebut, iapun merasa kedua bola matanya keluar dari posisinya, kejadian itu terjadi lantaran kecerobohannya terhadap asrar Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dengan memegang imamah dan menyentuhnya, kemudian iapun menadahi kedua bola mata yang keluar itu dengan kedua tangan seraya berteriak histeris.
Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pun melihatnya dan berkata, “Apa yang menyebabkan ini terjadi padamu?,” Sayyidi Syaikh Ra pun lalu melepaskan imamah itu dari kepalanya dan memohon belas kasih sayang Allah Swt, agar kedua mata Al Hajj Amlás tidak rusak lantaran penyaksian tajalli dengan kecerobohannya memakai imamah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra itu. Bellaupun sakit beberapa hari hingga kembali sembuh Lihat, Kasyful Hijab karya Al ‘Allamah Sukairij, hal. 272.)
حَبْلِي بِحَبْلِكَ لَا يَزَالُ مُنْبَرِمَا # رَغْمَا عَلَى أَنْفِ مَنْ يَرَاهُ مُنْصَرِمَا
وَمِنْكَ أَسْدَيْتَ لِي أَجَلُ مَكْرِمَةِ # بِمَا أَعَزُّ كَرَامَةً لِدَا الْكَرَمَا
أَدْنَيْتَنِي مِنْكَ فِي سِرِّ وَفِي عَلَنِ # فَنِلْتُ أَقْصَى الْمَرَامِ مِنْكَ وَالنِّعَمَا
مَوْلَايَ يَا أَحْمَدَ بْنِ سَالِمٍ سَنَدِي # يَا سَيِّدًا كُلُّ مَنْ بِهِ احْتَمَى سَلِمَا
رَبَطْتَ رَأْسِي بِحَبْلٍ كُنْتَ تَرْبِطُهُ # مِنْ فَوْقِ هَامَّةِ فَضْلٍ قَدْ عَلَّتْ هِمَمَا
وَقَدْ تَيَقَّنْتُ أَنَّ السَّعْدَ مَا عَدَنِي # بِنَيْلِ سِرٌ بِذَاكَ أَمْرُهُ عَظُمَا
وَذَاكَ طِبْقَ اعْتِقَادِي فِيْكَ يَا أَمَلِي # حَبْلِى تَوَثَّقَ فِي حَبْلٍ بِكَ الْبَرَمَا
بِاللَّهِ لَا تَقْطَعِ الْخَبْلَ الَّذِي إِتَّصَلْتَ # بِهِ حَبْلِي وَكُنْ لِي رَاعِيًا ذِهَمَا
فَقَدْ بَلَغْتَ مَقَامًا لَيْسَ يُدْرِكُهُ # سِوَاكَ دُنْيَا وَلَا أُخْرَى لِذَا الْعُلَمَا
أَلَسْتَ أَنْتَ إِمَامَ الأَوْلِيَا وَبِكَ # الْمَوْلَى الْوِلَايَةَ فِي الدَّارَيْنِ قَدْ خُتِمَا
وَقَدْ رَجَوْتُكَ فِي دُنْيَا وَآخِرَةِ # لِكُلِّ أَمْرٍ مُهِمْ كُلَّمَا دَهَمَا
وَحَاشَ أَنْ لَا أَنَالَ فَوْقَ أُمْنِيَّتِي # مِنْ بَحْرِ جُوْدِكَ وَهُوَ يَكْشِفُ الْغَمَمَا
وَالْمُصْطَفَى لِكَ قَدْ أَدَّى ضَمَانَتَهُ # بِنَيْلِكَ الْمُبْتَغَى طِبْقَ الَّذِي عُلِمَا
صَلَّى عَلَيْهِ الإِلهُ دَائِمًا وَعَلَى # الٍ وَصَحْبِ وَمَنْ بِهِ قَدِ احْتُرِمَا
“Taliku dengan talimu senantiasa terjalin # sungguh hina bagi orang yang menganggapnya telah berakhir Darimu aku telah diberikan kemuliaan agung # dengan itulah aku menjadi orang mulia dikalangan orang-orang mulia
Engkau dekatkan aku padamu secara tersembunyi dan secara terang-terangan # maka akupun mendapatkan puncak keinginanku darimu dan juga kenikmatan
Maulaya Ahmad bin Salim adalah sandaranku # wahai tuan…setiap yang bersandar padanya akan selamat Aku telah mengikat kepalaku dengan seutas tali yang engkau ikatkan # dari atas puncaknya keutamaan, maka semangatkupun memuncak
Akupun senantiasa yakin bahwa keberuntungan itulah yang membantuku # untuk bisa mendapatkan sirr yang perkaranya agung.
Dan itu sesuai keyakinanku padamu wahai angan-anganku # taliku terikat kokoh pada tali yang denganmu (Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra) lah tali itu senantiasa terjalin
Demi Allah, jangan engkau putuskan tali yang telah engkau sambung dengan tali-tali lainnya, # sebagai penghormatanku, jadilah engkau orang yang menjaganya
Engkau telah menggapai tingkatan # yang tidak bisa digapai seorang pun selainmu dari kalangan ulama di dunia dan akhirat
Bukankah engkau (Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra) adalah imamnya para wali Allah # yang dengamulah kewalian di dunia dan akhirat ini ditutup
Aku telah berharap padamu di dunia dan akhirat ini # pada setiap perkara penting yang datang menyerbu
Mustahil aku tidak mendapatkan apa yang menjadi cita-citaku # dari lautan kedermawananmu, sementara Dialah yang menyingkap kesulitan yang ada
Rasulullah Al Musthafa telah melaksanakan jaminan beliau untukmu # yaitu engkau mampu mandapatkan yang kau cari, sesuai dengan yang telah diberitahukan sebelumnya
Semoga Allah selalu berkenan menyampaikan shalawat pada beliau Saw # juga bagi keluarga, sahabat dan juga sosok yang dengan beliau Saw menjadi sosok yang dihormati (Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra)
