You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Bacaan Surah Al-Fatihah Berkhasiat Khusus dari Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Bacaan Surah Al Fatihah Berkhasiat Khusus

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah berkata, “Seumur hidupku, aku belum pernah meninggalkan bacaan basmalah yang bersambung dengan surah Al Fatihah, tidak disaat shalat dan tidak pada waktu lainnya, ini kulakukan lantaran riwayat hadits yang mengungkapkan keutamaan-nya; yang ditegaskan dengan shighat sumpah.”

Syaikh Ibnu ‘Arabi pernah berkata: “Jika engkau membaca surah Al Fatihah, maka sambungkanlah lafazh basmalah kepada lafazh ‘alhamdulillah…’ dengan satu nafas tanpa terputus, sungguh aku berkata, ‘demi Allah yang agung’, Abu Al Hasan’Ali bin Al Fath Al Kafarti Ath-Thayyib telah menceritakan padaku di kota Mousul tahun 611 H, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Aku telah mendengar Al Mubarok Ahmad Al Muqri An-Naisaburi berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, aku telah mendengar dari lafazhnya Abu Bakar bin Muhammad Al Harawi, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Abu Bakar Asy-Syasyi Asy-Syafi’i telah menceritakan kepada kami dari lafazhnya, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, ‘Abdullah yang terkenal dengan Abu Nashr As-Sarkhasi telah menceritakan kepadaku, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Muhammad bin ‘Ali bin Yahya Al Warraq Al Faqih telah menceritakan kepada kami, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Muhammad bin Al Hasan Al ‘Alawi Az-Zahid telah menceritakan kepadaku, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Musa bin ‘Isa telah menceritakan kepadaku, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, ‘Ammar bin Musa Al Barmaki telah menceritakan kepadaku, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Anasbin Malik Ra telah menceritakan kepadaku, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Al Mushthafa; Nabi Muhammad Saw telah menceritakan kepadaku, beliau berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Malaikat Jibril As telah menceritakan kepadaku, dia berkata, ‘Demi Allah yang Agung’, Malaikat Israfil As telah menceritakan kepadaku, dia berkata, ‘Allah Swt berfirman, ‘Wahai Israfil, demi kemuliaan-Ku, keagungan-Ku, kedermawanan-Ku dan kemurahan-Ku, orang yang membaca basmalah bersambung dengan surah Al Fatihah satu kali, maka saksikanlah bahwa Aku telah mengampuninya, Aku terima kebaikannya, Aku hapus keburukannya, Lisannya tidak akan Aku bakar di neraka, Aku lindungi ia dari adzab kubur, adzab api neraka dan Al Faza’ Al Akbar dan dia akan menemui-Ku sebelum para nabi dan wali’.”

Syaikh Ibnu’ Arabi Ra pernah berkata, “Surah Al Fatihah berkhidmah untuk Fathimah binti Al Mutsanna Al Qurthubi Ra, Fathimah berkata, ‘Allah Swt telah memberikanku Fatihah Al Kitab (Surah Al Fatihah) yang berkhidmah untukku’, Apabila aku membaca surah Al Fatihah, bacaan itu membentuk gambaran tubuh lantaran udara yang keluar dari mulutnya dengan huruf-huruf bacaan Al Fatihah, sampai gambaran itu sempuma. Fathimah berkata, “Wahai Fatihah, lakukanlah ini dan itu’, maka iapun melakukan perbuatan sebagaimana yang dikatakan’. Fathimah pernah berkata, ‘Aku tertegun pada orang yang punya Al Fatihah, bagaimana ia masih membutuhkan pada yang lainnya’. Suatu ketika ada seorang wanita yang datang mengadukan suaminya yang hilang, Fathimah ketika itu berkata, ‘Wahai Fatihah, pergilah engkau ke kota itu dan bawa suaminya kembali’, suami wanita itupun akhirnya bisa kembali meski jarak kota itu sangatlah jauh.

Keutamaan tata cara membaca surah Al Fatihah ini pernah dikemukakan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra yang berasal dari Sayyidil wujud (Nabi Muhammad Saw), Sayyidi Syaikh Ra berkata, “Mengenai bacaan surah Al Fatihah, Rasulullah Saw pernah mengabarkan padaku, bahwa setiap satu kali bacaan surah Al Fatihah bernilai pahala satu kali khataman Al Qur’an’, aku berkata kepada Nabi Saw, Telah sampai sebagian berita padaku yang menyebutkan bahwa setiap orang yang membaca surah Al Fatihah satu kali, seolah-olah ia telah mensucikan Allah dengan pujian semua makhluk yang ada di alam semesta ini, maka apakah seluruh pahala ini juga didapatkan?’, Rasulullah Saw bersabda padaku (dalam bisyarah tersebut), ‘Dalam bacaan surah Al Fatihah ada lebih banyak dari pahala itu dan ini didapatkan oleh pembacanya setiap kali ia membacanya, yaitu pahala yang senilai dengan jumlah huruf-hurufnya (huruf surah Al Fatihah), dan juga sejumlah huruf-huruf Al Qur’an, yang mana setiap huruf tadi ada tujuh istana dengan tujuh bidadari’.

Terkait hal ini, aku (Shalahuddin At-Tijany) berkata, ‘Ada yang berkata bahwa huruf-huruf Al Qur’an sejumlah 321.070, jika dikalikan 7 yang merupakan jumlah bidadari disetiap hurufnya, maka akan muncul sebanyak 2.247.490 bidadari.

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah berkata, “Dan tidak akan dicatatkan untuknya keburukan di tahun itu; maksudnya bagi si pembaca surah Al Fatihah tadi.”

Kemudian Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berkata, “Ini tanpa niatan membaca isim a’zham, sementara jika orang itu membacanya berbarengan dengan niatan isim a’zham, maka mengenai keutamaannya hanya Allah Swt yang tahu itu, perkaraini bukanlah perkara besar disisi Allah yang Maha Pemurah, sebab sesungguhnya keutamaan Allah tidak ada batasannya. wassalam.”

Lalu Sayyidi Syaikh Ra berkata, “Sayyidul wujud Saw berkata padaku (dalam bisyarah tersebut), ‘diapun akan berdampingan denganku pada tempat yang tertinggi.”

Semua penjabaran diatas merupakan pahala bagi orang yang membaca surah Al Fatihah satu kali.

Sedangkan mengenai orang yang membacanya, dimana ia berkeyakinan bahwa bersamaan dengan bacaan itu ia juga membaca isim a’zham lantaran beragam huruf isim itu keberadaannya sempurna pada surah Al Fatihah tersebut, maka setiap kali ia membaca surah Al Fatihah tadi, ia mendapatkan pahala membaca isim a’zham sekaligus pahala membaca surah Al Fatihah itu sendiri. Setiap kali ia membaca surah Al Fatihah dengan keyakinan itu, maka ketika itupun ia juga telah membaca isim a’zham.

Kekhususan ini hanya ada pada bacaan surah Al Fatihah saja dan bukan pada bacaan yang lainnya sekalipun didalam bacaan lainnya terdapat beragam huruf isim a ‘zham yang sempurna.

Perlu diketahui, bahwa jika ada orang yang membaca surah Al Fatihah niatannya untuk beribadah kepada Allah Swt tanpa ia merasa bahwa bersamaan dengan bacaan itu ia juga membaca isim a’zham, maka ia hanya akan mendapatkan pahala yang pertama saja (yaitu pahala membacanya diniatkan sebagai ibadah kepada Allah Swt). Berbeda halnya dengan orang yang berkeyakinan bahwa bersamaan dengan dirinya membaca bacaan surah Al Fatihah tadi, ia juga membaca isim a’zham lantaran didalam bacaan surah Al Fatihah ada beragam huruf isim a’zham yang sempurna, maka dia pun akan mendapatkan pahala membaca bacaan surah Al Fatihah tadi dengan pahala membaca isim a’zham setiap kali ia membaca bacaan surah Al Fatihah, tetapi dengan catatan bahwa yang diyakini adalah bahwa itu merupakan isim yang khusus bagi Dzat Allah Swt.

Inilah yang disampaikan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra, yang mana kadar pahalanya hanya Allah Swt yang tahu.

Dalam surat yang Sayyidi Syaikh Ra tuliskan untuk Ikhwan Tijaniyyah disebutkan: “Perlu diketahui bahwa bacaan surah Al Fatihah-mu dengan niatan ini dan itu, maka itu dapat mencukupimu dari semuaperkara. Seluruh ibadah jika dikumpulkan dan dibandingkan dengan bacaan tersebut, maka ibarat tetesan air di lautan. Ini harus kami sampaikan kepadamu, bahwa jikapun semua ibadahnya orang-orang yang ‘Arifbillah dikumpulkan, maka itu belum bisa menandingi satu kali bacaan surah Al Fatihah tersebut.”

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra juga berkata, “Aku telah angkat izin bacaan surah Al Fatihah dengan niatan membaca isim a’zham bersamaan dengan bacaan surah Al Fatihah tersebut.”

Kemudian Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kembali memberikan izin khusus kepada sekelompok orang khusus, dengan tatacara yang khusus dan jumlah orang yang khusus pula.

Lalu Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra berkata terkait besarnya keutamaan bacaan surah Al fatihah, “Didalam bacaan surah Al Fatihah ada tiga martabat: Pertama, martabat membacanya untuk orang awwam; Kedua, martabat membacanya untuk orang khsusus dengan izin (yang khusus pula); Ketiga, martabat dibalik isim a’zham yang khusus bagi Nabi Muhammad Saw.”

Diriwayatkan dari Sayyidi Syaikh Ra, bahwa beliau pernah berkata, “Allah Swt telah memberikariku As-Sab Al Matsani yang belum pernah diberikan kecuali kepada para nabi Allah.”

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah berkata, “Mengenai martabat yang nampak dari bacaan surah Al Fatihah dengan niatan isim a’zham ini; maksudnya ia membacanya sendirian dan untuk dirinya sendiri, pahalanya adalah 4 milyar bacaan shalawat fatih, ini jika ia membacanya seorang diri. Sedangkan jika ia membacanya bersama bacaan para malaikat, maka dari setiap lafazh yang terucap dengan lisan malaikat, ia mendapatkan pahala 42 milyar bacaan shalawat fatih. Gabungkan pula dengan pahala setiap kali membaca dzikiran shalawat fatih dengan beragam martabatnya; Azh-Zhahirah (yang nampak), Al Bathinah (yang tersembunyi) dan Bathin Al Bathin (super tersembunyi), serta dzikirannya setiap lisan malaikat yang ada di alam semesta ini, niscaya engkau akan lihat bahwa pahalanya wali quthb sebelum kami lebih sedikit daripada satu kali pahala sahabat kami dalam membaca isim a’zham, inipun bersumber dari penalaran sederhana, sementara jika engkau berpikir secara mendalam terkait pahalanya wali quthb sebelum masa kami dengan pahalanya bacaan salah seorang sahabat kami, maka itu niscaya satu tetes air di samudra lautan.

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah berkata, “Kami telah sebutkan, pahala orang yang membaca surah Al Fatihah dengan niatan isim a’zham, bahwa setiap satu kali ia membacanya akan dituliskan untuknya 70.000 maqam seluruh makhluk di surga. Ketika dia mengucapkan bacaan itu, maka akan keluar dari mulutnya 4 malaikat yang akan berkata (dimana hanya Allah yang tahu kaifiyat-nya): Sungguh fulan telah menyebut-nyebut nama-Mu’, maka Allah Swt berfirman kepada para malaikat tadi, “Tulislah ia menjadi orang yang bahagia disamping Muhammad Saw, dimana malaikat yang ada di setiap alam semesta akan berdzikir bersamanya. Dzikirannya malaikat dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat. Itu semua yang dituliskan untuk orang yang membaca bacaan surah Al Fatihah dengan niatan yang telah disebutkan. Akan dituliskan juga untuknya berupa pahala bacaan surah Al Fatihah, satu huruf sebesar 200 kebaikan, tidak akan dituliskan keburukan bagi dirinya, dia tergolong orang-orang yang Allah cintai dan selalu mendekat kepada Allah Swt. Inilah rahasia agung yang tertulis, ketahui itu dan jangan sampai engkau tidak tahu.”

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra berkata, “Kemudian bacaan surah Al Fatihah ini memiliki tiga martabat: Pertama, Azh-zhahirah (nampak), kedua, Al Bathinah (yang tersembunyi) dan ketiga, Bathin Al Bathin (super tersembunyi). Ini semua memiliki nilai pahala bacaan surah Al Fatihah, pahala ini lain dari yang sebelumnya.

Martabat zhahirah (nampak): Pada satu kali bacaan surah Al Fatihah (dengan niatan membaca isim a’zham) berupa pahala semua bacaan dzikiran untuk Allah sejak hakekat Al Muhammadiyyah Saw diciptakan sampai waktu ia membaca bacaan tersebut. Seluruh dzikiran yang menyebutkan “Allah” disemua alam yang ada, sesuai dengan jumlah seluruh makhluk hidup yang Dia ketahui dan makhluk yang Dia ciptakan setelah bacaan surah Al Fatihah tersebut, seluruh tasbih yang terjadi pada makhluk hidup. Juga seluruh dzikiran apapun yang mengingat Allah di semua alam semesta, pahala membacanya ini akan diberikan kepada orang yang membaca surah Al Fatihah satu kali, selain pahalanya bacaan isim a’zham disemua alam semesta, yang mana semua pahalanya masuk kedalam pahalanya semua isim a’zham, ini dari setiap orang yang membacanya.

Di dalam martabat shalawat fatih yang zhahir (nampak) ini juga ada pahala satu khataman Al Qur’an. Didalam martabat ini pula hendaknya dia menghitung semua huruf shalawat fatih beserta semua huruf Al Qur’an, yang mana pahala ini semualah yang akan diberikan kepada orang yang membaca surah Al Fatihah dengan niatan tadi, dimana setiap huruf itu bernilai 7 bidadari perawan dan 7 istana di surga. Seperti inilah yang akan ia dapatkan setiap kali membacanya.”

Perlu diketahui bahwa bacaan surah Al Fatihah dengan isim a’zham ini tidak dimaksudkan kecuali niatnya adalah sebagai penghambaan kepada Allah, surah Al Fatihah itu dibaca dengan niatan demikian. Diantara martabat yang paling tinggi pada sisi penghambaan adalah engkau membacanya mewakili Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra.

Makna “Mewakili” disini adalah, engkau membacanya dengan niatan bahwa itu berasal dari lisan Sayyidi Syaikh Ra; maksudnya seolah-olah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra lah yang membacanya, inilah martabat surah Al Fatihah yang paling tinggi.

Semasa hidup Sayyidi Syaikh Ra, beliau pernah menyebutkannya kecuali sebanyak 100 kali.

Persyaratan Membacanya:

Bacaan surah Al Fatihah dengan niatan isim ini memiliki beragam syarat sah dalam membacanya, yaitu:

1. Adanya izin shahih dengan pengkhususan niatan niyabah (niatan untuk mewakili): Ini merupakan izin khusus yang tidak termasuk pada ijazah izin awrad yang khusus.

Perlu diketahui bahwa mutlaknya izin wiridan khusus tidak mencakup empat wiridan: Bacaan surah Al Fatihah dengan niatan isim a’zham, Hizib Bahr, Al Asma Al Idrisiyyah dan Yaqutah Al Haqa ‘iq. Setiap dari yang keempat ini harus ada izin khususnya.

2. Niat; yaitu menghadirkan niatan isim a’zham di kalbu saat akan membacanya.

3. Niat mewakili Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.

4. Bersuci menggunakan air. Perlu diketahui bahwa wiridan khusus itu haruslah dengan bersuci; baik dengan air, debu, kecuali bacaan surah Al Fatihah dengan niatan isim a’zham dan jauharatul kamal yang harus dengan bersuci menggunakan air.

5. Tempatnya bersih

6. Tubuh dan pakaian suci

7. Waktu membacanya: Setelah shalat shubuh hingga matahari naik, ketika matahari sudah naik, maka bisa dibaca setelah shalat ashar hingga maghrib.

Konsisten menetapkan jumlah yang akan dibaca; yaitu 7, 9, 33 atau juga 99

Catatan:

Bacaan Surah Al Fatihah dengan niatan isim a’zham ini tidak boleh dibaca dimalam hari lantaran banyaknya luapan cahaya yang tidak mampu ditampung oleh orang yang berdzikir tersebut. Jika jumlahnya melebihi 99 kali dikarenakan lupa, maka ia menggantinya yang luput itu dengan bacaan shalawat fatih sebanyak 1000 kali, jika tidak dilakukan maka ia akan diuji dengan kemiskinan.

Sedangkan bagi orang yang sedang bepergian dan juga yang sedang haid, mereka ini bisa menggantikan bacaan surah Al Fatihah dengan niatan isim a’zham dengan 1000 bacaan shalawat fatih.

Persyaratan Penyempurna:

Sedangkan beragam syarat penyempurna nya adalah:

1. Menghadiahkan pahala bacaan tersebut untuk Nabi Muhammad Saw.

2. Duduk diatas lantai, tidak duduk diatas kursi atau tidak diatas kasur atau tidak juga diatas hewan tunggangan.

3. Menghadap kiblat

4. Dibaca sebelum membaca wiridan lazim pagi hari

5. Tidak menoleh walau sekejap

6. Menyambung “mim” dalam basmalah dengan awal surah Al Fatihah dengan satu nafas

7. Membaca surah Al Fatihah dengan satu nafas.

Jika nafas terputus ditengah-tengah bacaan, maka lanjutkan saja dan jangan mengulangi dari awal.

8. Sebelumnya membaca maqashid wiridan dan diakhirnya dengan bacaan penutup dzikiran.

Maqashid yang dibaca sebelum membaca surah Al Fatihah dengan naiatn isim a’zham.

اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ أَنْ أَتَقَرَّبَ إِلَيْكَ بِتِلَاوَةِ اسْمِكَ الْعَظِيمِ الْأَعْظَمِ الْكَبِيرِ الْأَكْبَرِ، وَالَّذِي هُوَ اسْمُ الذَّاتِ وَعَيْنُهَا الْخَاصُ بِهَا، بِتِلَاوَةِ الْفَاتِحَةِ ( تُحَدِّدُ الْعَدَدَ ) بِنِيَّةِ إِهْدَاءِ ثَوَاهَا إِلَى سَيِّدِ الْوُجُوْدِ وَعَلَمِ الشُّهُودِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنِيَابَةً عَنْ شَيْخِنَا وَوَسِيْلَتِنَا إِلَى رَبِّنَا، سَيِّدِي أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ الْتَجَانِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَأَقْوْلُ بِعَوْنِكَ وَحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ وَمُسْتَعِيْنًا بِكَ.

[Allahumma inni nawaitu an ataqarraba ilaika bitilawati ismika Al Azhim Al A’zham, Al Kabir Al Akbar, walladzi huwa ismud-dzaati wa ‘ainuhal khaassu biha, bitilawatil Fatihati (sebutkan jumlah bilangan yang akan dibaca) biniyyati ihdaa i tsawabiha ila sayyidil wujuud wa ‘alamisy-syuhuud, sayyidina Muhammadin Shallallahu ‘alaihi wa sallama, wa niyabatan an syaikhina wa washilatina ila Rabbina; Sayyidi Ahmad bin Muhammad At-Tijany Radhiyallahu ‘anhu, wa aquulu bi’auni-Ka wa hauli-Ka, wa quwwati-Ka, wa musta ‘iinan bika]

“Ya Allah, sungguh aku niat mendekat pada-Mu dengan membaca isim-Mu yang agung dan paling agung, yang besar dan yang paling besar, yang mana itu juga merupakan isim Dzat dan inti khusus-Nya, yaitu dengan cara membaca surah Al Fatihah sejumlah (………..kali), dengan niatan menghadiahkan pahala bacaan itu untuk penghulunya makhluk dan alampenyaksian (alam selain alam dunia); Sayyidina Muhammad Saw dan sebagai bentuk perwakilan dari guru kami dan perantara kami menuju Allah; Sayyidi Ahmad At-Tijany -Semoga Allah meridhainya.- Aku ucapkan itu dengan memohon perlindungan, daya dan kekuatan-Mu serta memohon bantuan-Mu.”

Kemudian engkau membaca surah Al Fatihah tersebut sesuai dengan jumlah yang sebelumnya telah ditentukan.

Berikut ini ada do’a yang dinukilkan dari catatan penting Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, ini dibaca seusai membaca bacaan surah Al Fatihah dengan niatan isim a’zham, redaksi do’anya demikian:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَلَا شَيْءَ أَعْظَمَ مِنْكَ إِلَيْكَ، يَا اللهُ يَا اللَّهُ، وَأَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ بِالْفَاتِحَةِ، وَبِسِرِّ الْفَاتِحَةِ، وَبِأَيَاتِ الْفَاتِحَةِ، وَبِكَلِمَةِ الْفَاتِحَةِ، وَبِحُرُوفِ الْفَاتِحَةِ، وَبِسِرٌ حُرُوفِهَا، وَبِامْتِزَاجِ بَعْضِهَا بِبَعْضٍ، وَبِأَحَادِ أَعْدَادِهَا، وَبِئَاتِ أَعْدَادِهَا، وَبِأَلُوْفِ أَعْدَادِهَا، وَبِسَبَبٍ إِنْزَالِهَا، وَبِسِرٌ إِنْرَالِهَا، وَبِسِرٌ مَنْ أَنْزِلَتْ بِهَا، وَبِسِرٌ مَنْ نُزِلَتْ عَلَيْهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

أَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ أَنْ تَسْخِرَ لِي خَدَّامَهَا وَرُوْحَانِيَّتَهَا يَجْلِبُوا لِي وَلِأَهْلِ دَارِي وَأَوْلادِي الْمَنَافِعَ وَالْأَرْزَاقَ، وَيَدْفَعُوْا عَنِّى وَعَنْ أَهْلِ دَارِي وَأَوْلَادِي وَمَالَى الْأَضْرَارَ وَالْأَشْرَارَ بِسِرٌ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، وَأَنْ تَحْرُسَنِي وَإِيَّاهُمْ مِمَّا تَخَافُ وَنَحْذَرُ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.

[Allahumma inni as `aluka wala syai’a a’zhama mingka wa ilaika, ya Allah, ya Allah, wa as ‘aluka ya Allah bil fatihati, wa bisirril faatihati, wa bi ayaatil faatihati, wa bi kalimaatil faatihati, wa bi huruufil faatihati, wa bi sirri huruufiha, wa bim tizaaji ba’dhihaa biba’dhin, wa bi aahaadi a’daadiha, wa bi mi aati a’daadiha, wa bi aluufi a’daadiha, wa bisababi inzaaliha. wa bi sirri inzaaliha, wa bi sirri man anzalat biha, wa bi sirri man nuzilat ‘alaihi, sayyidina Muhammadin Shallallahu ‘alaihi wa sallama.

As`aluka-llohumma an taskhira li khoddamaha wa ruhanniyyataha, yajlibuu li wa liahli daari, wa awlaadi al manaafi’a wal arzaaqa, wa yadfa’uu ‘anni wa ‘an ahli daari wa awlaadi wa maali, al adhraara wal asyraara bi sirri iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iinu, wa an tahsurnii wa iyyahum mimmaa nakhaafu wanahdzaru, innaka ‘ala kulli syai in qadiir, bi rahmatika yaa arhahi wamar-Raahimiin, wa shollallohuu ‘ala sayyidina Muhammadin wa Aalihi wa shahbihi wa sallim

“Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu yang tiada sesuatupun yang lebih agung dari-Mu disisi-Mu, wahai Allah, wahai Allah dan Aku memohon pada-Mu ya Allah dengan bacaan surah Al Fatihah, dengan rahasia surah Al Fatihah, dengan ayat-ayat surah Al Fatihah, dengan kalimat-kalimat surah Al Fatihah, dengan huruf-huruf surah Al Fatihah, dengan rahasia huruf-huruf surah Al Fatihah, dengan perpaduan sebagian dengan sebagian lainnya, dengan per-satu-an jumlahnya, dengan per-seratusan jumlahnya, dengan ribuan jumlahnya, dengan sebab turunnya, dengan
rahasia sebab turunnya, dengan rahasia yang menurunkan surah Al Fatihah, dengan rahasia sosok yang turun kepadanya surah Al Fatihah; Sayyidina Muhammad Saw; Aku memohon kepada-Mu ya Allah, agar Engkau men-taskhir-kan (menundukkan) untukku para khadam dan ruhaniyyat-nya, yang dapat mendatangkan beragam manfaat dan rezeki bagiku, keluargaku dan anak-anakku, dan menolak beragam kemudharatan dan keburukan dariku, keluargaku, anak-anakku dan hartaku dengan rahasia, “lyyaka na budu wa iyyaka nasta ‘in,” dan agar Engkau menjagaku dan mereka dari segala hal yang membuat kami takut dan hindari, sungguh Engkaulah yang mampu akan segala sesuatu, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling penyayang. Semoga shalawat dan salam-Nya Allah senantiasa terlimpahkan pada penghulu kami; Muhammad, keluarga dan para sahabat.

Do’a ini dibaca sebanyak 3 kali.

Sumber : BUKU FAEDAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY