You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Bejana Beristighfar Bagi Yang Membersihkan Sisa Makanan (Adab Makan), Hadits dari Musnad Imam Ahmad bin Hambal radhiyallahu ‘anhu

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Di antara adab makan adalah membersihkan sisa makanan di bejana hingga bersih dengan tujuan jangan sampai ada yang terbuang karena hukumnya mubadzir. Siapa yang menjilati piring, nampan atau mangkuk dengan tujuan membersihkan sisa makanan maka bejana-bejana tersebut memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang itu. Hal ini berdasarkan keterangan hadis riwayat Imam Ahmad Bin Hambal rahimahullah dalam musnadnya hadis ke- 20724 sebagai berikut:

20724 – حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا الْمُعَلَّى بْنُ رَاشِدٍ الْهُذَلِيُّ، قَالَ: حَدَّثَتْنِي جَدَّتِي أُمُّ عَاصِمٍ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ هُذَيْلٍ يُقَالُ لَهُ: نُبَيْشَةُ الْخَيْرِ، وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ، قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيْنَا نُبَيْشَةُ، وَنَحْنُ نَأْكُلُ فِي قَصْعَةٍ، فَقَالَ: لَنَا حَدَّثَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَنَّهُ مَنْ أَكَلَ فِي قَصْعَةٍ، ثُمَّ لَحَسَهَا، اسْتَغْفَرَتْ لَهُ الْقَصْعَةُ “

Telah menceritakan kepada kami ‘Affan, telah menceritakan kepada kami Al Mu’alla bin Rasyid Al Hudzali ia berkata; telah menceritakan kepadaku nenekku yaitu Ummu ‘Ashim dari seorang laki-laki dari bani Hudzail yang disebut Nubaisyah Al Khair -dia termasuk dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam- dia berkata; Nubaisyah pernah menemuiku ketika kami tengah makan dengan nampan, lalu ia berkata kepada kami; Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah menceritakan kepada kami bahwa: “Siapa saja makan dengan nampan, lalu ia menjilatinya, maka nampan tersebut akan memohon ampunan untuknya.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Rauh bin Abdul Mukmin dan Ubaidullah Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Abdullah dia berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Shudran, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Al Mu’alla bin Rasyid, telah berkata salah seorang ahli hadits diantaranya adalah Abul Yaman An Nabal, ia berkata; telah menceritakan kepadaku nenekku yaitu Ummu ‘Ashim dari Nubaisyah dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam seperti itu.

Syekh Syuaib Arnauth dalam tahqiq Musnad Imam Ahmad Bin Hambal mengatakan bahwa hadis di atas Dhaif (lemah) dengan alasan salah satu periwayat bernama Ummu Ashim nenek Abul Yaman al-Mualla Bin Rasyid yang eksistensinya majhul (tidak diketahui dengan jelas).

Kita ketahui bersama, hadis dhaif boleh diamalkan untuk fadhilah amal.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya al-Qadhi Abu Mun’yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.

Sumber : https://yayasanalmuafah.blogspot.com/2018/10/bejana-beristighfar-buat-yang.html?m=0