You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Ber-Tawajjuh dan Ber-Tawassul Dengan Shalawat Jauharatul Kamal

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Ber-Tawajjuh dan Ber-Tawassul Dengan Shalawat Jauharatul Kamal

Engkau shalat sunah sebanyak 2 raka’at pada rumah/ruangan yang kosong nan suci, atau juga di masjid dalam kondisi sendirian, tidak ada orang yang bisa mengganggumu atau juga memotong apa yang sedang engkau perbuat. Dalam setiap raka’at shalat tersebut, engkau hanya perlu membaca surah Al Fatihah saja. Apabila engkau sudah salam sebagai pertanda usainya shalat tersebut, berniatlah untuk menziarahi Nabi Muhammad Saw, lalu mulailah engkau membaca ta’awwudz, basmalah, surah Al Fatihah, lalu shalawat fatih dan kemudian membaca shalat jauharatul kamal sebanyak 7 kali. Saat engkau ditengah bacaan jauharatul kamal yang ketujuh, tepatnya sampai bacaan, “Allahumma Shalli wasallim ‘ala thal’atil haqq bil haqq,” berdirilah tegap dengan menghadap kiblat, kondisikan jiwamu seolah engkau berdiri dihadapan Raudhah, dan selesaikanlah bacaan shalawat jauharatul kamal tersebut, lalu tutup rangkaian bacaan itu dengan bacaan yang biasa dibaca untuk menutup bacaan wazhifah Setelah itu ucapkanlah dan engkau masih dalam kondisi berdiri tegap tadi dengan seolah menghadirkan din dihadapan Raudhah,

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدِي يَا رَسُولَ اللَّهِ (3x)

[Assalamu ‘alaika yaa sayyidi yaa Rasulallaah Saw]

“Semoga keselamatan senantiasa terlimpah padamu, wahai, penghuluku; wahai Rasulallah.” (3 kali).

السَّلامُ عَلَيْكَ يَا خَلِيفَةَ رَسُوْلِ اللَّهِ، رَفِيقَهُ فِي الْغَارِ، سَيِّدَنَا أَبَا بَكْرِ الصَّدِّيقُ

[Assalaamu ‘alaika yaa khaliifata Rasulillah, rafiiqahu fil ghaari, sayyidana Aba Bakrin Ash-Shiddiq]

“Sernoga keselamatan senantiasa terlimpah padamu, wahai khalifahnya Rasulullah Saw, pendamping beliau di gua, penghulu kami Abu Bakar Ash-Shiddiq.”


السَّلامُ عَلَيْكَ يَا خَلِيفَةً رَسُوْلِ اللَّهِ، سَيِّدَنَا عُمَرَ الْفَارُوْقُ

[Assalamu’alaika yaa khaliifata Rasulillah, sayyidanaa ‘Umar Al Faaruuq]

“Semoga keselamatan senantiasa terlimpah padamu, wahai khalifahnya Rasulullah Saw, penghulu kami Umar Al Faruq.”

Lalu ucapkanlah:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

[A’udzu billahi minasy- syaithaanir- rajiim, wa bismillahir- rahmaanir- rahiimi, innallaaha malaa ikatahu yushalluna ‘alan-Nabiy, yaa ayyuhal-ladziina aamanuu shallu ‘alaihi wa sallimuu tasliiman]

“Aku berlindung dari godaan syeithan yang terkutuk, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Kemudian ucapkan:

صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّد

[Shallallaahu ‘alaika yaa Muhammad]

“Semoga Allah senantiasa bershalawat padamu, wahai Muhammad,” sebanyak 100 kali, dimana pada urutan yang keseratus dilanjut dengan bacaan:

صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِكَ وَأَصْحَابِكَ يَا سَيِّدَنَامُحَمَّد

[Shallallaahu ‘alaika wa ‘alaa Aalika wa ashaabika yaa sayyidanaa Muhammadin]

“Semoga Allah senantiasa bershalawat padamu, pada keluarga dan para sahabatmu wahai Muhammad.”

Kemudian angkatlah kedua telapak tanganmu dan ucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا مَوْلَايَ بِهَذَا النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى الْكَرِيمِ وَبِمَا خَصَصْتَهُ بِهِ مِنَ الْآيَاتِ الْبَيِّنَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَيْهِ وَ عَلَى آلِهِ وَأَنْ تُشَفِّعْهُ فِيَّ وَفِي وَالِدَيَّ وَفِي جَمِيعِ إِخْوَانِي وَوَالِدِيْهِمْ وَسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَأَنْ تَقْضِي لِي كَذَا وَكَذَا

[Allahumma inni as ‘aluka ya maulaya bi hadzan-nabiyyil musthafal kariimi wa bima khashashtahu bihi minal ayaatil bayyinaati wadz-dzikril hakiimi an tushalliya ‘alaihi wa ‘alaa Aalihi wa an tusyaffi’hu fiyya wa fii waalidayya wa fii jamii’l ikhwaani wa waalidiihim wa saa ‘iral muslimiina wa an taqdhi li kadza wa kadzaa]

“Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu, wahai tuan kami, dengan Nabi Al Musthafa yang pemurah ini, juga dengan ayat-ayat serta adz-Dzikr Al Hakim (Al Qur’an) yang Engkau khususkan untuknya, agar Engkau berkenan bershalawat padanya dan juga pada keluarganya dan agar Engkau menjadikan syafa’atnya padaku, pada kedua orang tuaku, pada semua ikhwanku dan juga para orang tua mereka serta seluruh kaum muslimin, dan agar engkau mengabulkan untukku ini dan itu.” (Engkau sebutkan hajatmu, yang berupa kebaikan di dunia dan akhirat serta ampunan dan husnul khatimah).

Lalu engkau membaca shalawat fatih dan akhir surah Ash-Shaffaat: 180-182:

سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ 
sub-haana robbika robbil-‘izzati ‘ammaa yashifuun

“Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Perkasa dari sifat yang mereka katakan.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 180)
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ 
wa salaamun ‘alal-mursaliin

“Dan selamat sejahtera bagi para rasul.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 181)
وَا لْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
wal-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin

“Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 182)


Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah berkata, “Rasulullah Saw telah memberikanku shalawat yang bernama jauharatul kamal. Setiap orang yang menyebutkannya sebanyak 12 kali, lalu berkata, ‘Hadzihi hadiyyatun minni ilaika ya Rasulullah [ini adalah hadiah dariku untukmu wahai Rasulullah]’, maka seolah-olah dia telah menziarahi Rasulullah Saw di kuburan beliau; maksudnya di raudhah beliau yang mulia, seolah-olah pula ia telah menziarahi para wali Allah yang ada sejak diciptakan-nya alam semesta hingga waktunya itu (waktu ia membaca shalawat tersebut).”

Sumber : BUKU FAEDAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY