
Elsubha.com – Berziarah Kepada Sayyidi Syaikh Ra Secara Ghaib
Engkau shalat dua raka’at pada waktu apapun, yaitu waktu-waktu diperbolehkannya shalat nafilah, baik di siang maupun malam hari. Dalam shalat itu engkau cukup membaca surah Al Fatihah saja. Jika engkau sudah mengucapkan salam pertanda usai shalat, maka kondisikanlah dirimu seolah engkau berada di hadapan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra, sebab beliau sejatinya hidup dan bisa melakukan apa saja sesuai dengan izin Allah Swt, kemudian ucapkanlah sebanyak 3 kali,
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا شَيْخَنَا وَيَا أُسْتَاذَنَا وَيَا وَسِيْلَتَنَا إِلَى رَبِّنَا وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
[Assalamu’alaika yaa syaikhanaa, wa yaa ustadzanaa wa ya washilatanaa ilaa Robbina warahmatullahi wabarakatuh.]
“Semoga keselamatan, rahmat dan barokahnya Allah terlimpah atasmu wahai guru kami, perantara kami menuju Rabb kami.”
Lalu bacalah surah Al Fatihah sebanyak 7 kali dengan khusyu’ dan hadirnya kalbu, yang diawali dengan bacaan ta’awudz pada pertama kali dan basmalah setiap kali ingin membaca surah Al Fatihah tersebut.
Kemudian ucapkanlah:
أَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِجَاهِ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَقْبَلَ مِنِّى مَا تَلَوْتُهُ مِنْ هَذِهِ السُّوْرَةِ وَهَذِهِ الصَّلاةِ وَ تُبَلِّغُهُ بِمَحْضِ فَضْلِكَ لِحَضْرَةِ شَيْخِنَا هَدِيَّةً مِنِّي إِلَيْهِ
[Allahumma inni as ‘aluka bi jaahi nabiyyika; sayyidina Muhammadin shalallahu ‘alaihi wa sallama an taqbala minni maa talautuhu min hadzihis-suurah wa haadzihis-shalaati, wa tuballiguhu bimakhdi fadhlika li hadhrati syaikhina, hadiyyatan minni.
“Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu dengan kemuliaan nabi-Mu, penghulu kami Muhammad Saw agar Engkau berkenan menerima apa yang aku bacakan dari surah ini dan shalawat ini, dan (semoga) Engkau berkenan menyampaikannya yang hanya dengan keutamaan-Mu yang murni untuk guru kami sebagai hadiah dariku untuknya.”
Lalu usapkanlah kedua telapak tangan tadi ke mukamu. Kemudian angkat kembali kedua telapak tanganmu dan bacalah surah Al Fatihah, setelah sebelumnya didahului dengan bacaan ta’awwudz dan basmalah satu kali, dilanjutkan dengan membaca shalawat fatih satu kali, lalu berdo’a:
أَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا مَوْلَايَ بِجَاهِ عِبَادِكَ الَّذِينَ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهِمْ سَكَنَ عَصَبُكَ، وَبِحُرْمَةِ الْحَافِينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ، وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ، وَبِحُرْمَةِ شَيْخِنَا سَيِّدِي أَحْمَدَ التَّجَانِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَبِحُرْمَةِ خَلِيْفَتِهِ سَيِّدِى الْحَاجِ عَلِي حَرَازِمَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِإِخْوَانِي وَوَالِدِيْهِمْ وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَأَنْ تُفِيْضَ عَلَيَّ مِنْ مَدَدِ شَيْخِي هَذَا مَا تَعُوْدُ بَرَكَتَهُ عَلَيَّ فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَأَخِرَتِي، وَأَنْ تُعْطِيَنِي كَذَا وَكَذَا (تُسَمَّى مَا شِئْتَ)
Allahumma inni asahika yaa maulaayaa, bl sayyidina wa jaahi ibaadikalladziina idza nazharta ilaihim sakana ghadhabuka, wa bihurmatil haafiina min haulil ‘arsy, wa bihurmati nabiyyika wa rasuulika Muhammaddin shallallahu ‘alaihi wasallama, bihurmati syaikhina sayyidi Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu, wa bihurmati khalifatihi sayyidi al hajj Ali Haraazim, an tushalliya ‘ala sayyidina Muhammadin wa Aalihi wa shahbihi, wa azwaajihi, wa dzurriyyatihi wa an taghfirali wa liwalidayya wa liikhwaani wa waalidiihim, wa jami’il muslimiina wal muslimaati; al ahyaa `i wal amwati, wa an tufiidha madada syaikhi hadza maa ta’uudu barakatuuhu ‘alayya fi diini wa dunyaaya wa aakhirati, wa an tu thiyani kadza wa kadza).
“Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu, wahai Tuanku, dengan pangkat hamba-hamba-Mu yang apabila Engkau melihat mereka, kemarahan-Mu reda, (akupun memohon); dengan kehormatan para malaikat yang mengelilingi Arasy; dengan kehormatan nabi dan rasul-Mu; penghulu kami Muhammad Saw; dengan kehormatan guru kami Sayyidi Ahmad At-Tijany Ra dan dengan kehormatan khalifahnya; sayyidi Al Hajj ‘Ali Harazim agar Engkau berkenan menyampaikan shalawat atas Sayyidina Muhammad dan bagi keluarga beliau, sahabat beliau, para istri beliau dan anak keturunan beliau, dan agar Engkau mengampuniku dan juga kedua keluargaku, mengampuni ikhwanku dan para orang tua mereka, juga mengampuni semua kamu muslimin dan muslimat; baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan Engkau memberikan kucuran faidh dari madadınya guruku ini, yang barokahnya kembali padaku pada agama, dunia dan akhiratku, dan agar Engkau memberikanku ini dan itu (sebutkan hajat yang dimaksud)
Kemudian bacalah shalawat fatih 1 kali dan bacaan
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
sub-haana robbika robbil-‘izzati ‘ammaa yashifuun
“Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Perkasa dari sifat yang mereka katakan.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 180)
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ
wa salaamun ‘alal-mursaliin
“Dan selamat sejahtera bagi para rasul.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 181)
وَا لْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
wal-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin
“Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 182)
Lakukanlah ini setiap hari atau setiap Jum’at atau setiap bulan atau setahun sekali. Mengkonsitenkan amalan ini setiap hari akan nampak hasilnya.
Sumber : BUKU FAEDAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY
