You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Perkara Penghapus Dosa Yang Terdapat Dalam Kitab Hadis

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Perkara Penghapus Dosa Yang Terdapat Dalam Kitab Hadis

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra, sebagaimana yang disebutkan dalam risalah yang beliau kirimkan kepada fuqara Tijani yang berada di Syam..

“Sungguh lautan dosa itu dalam ombaknya dahsyat dan kegelapannya pun saling menumpuk sampai-sampai manusia tidak bisa keluar darinya kecuali orang yang sedih atau lebih tinggi dari itu atau yang mendekati maqam-nya, posisinya lemah untuk bisa keluar dari beragam dosa, maka hendaknya engkau wahai orang yang berakal menyibukkan diri setelah memperbaiki shalat fardhu-mu dengan ragam perkara yang mampu menggugurkan dosa. Sungguh orang yang menyibukkan diri dengannya, dosanya pun akan diringankan. Kondisi ini lebih baik dari kondisinya orang melakukan dosa tetapi tidak memberenginya dengan ragam perkara yang mampu menghapus dosa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَا رِ وَزُلَـفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗ اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِ ۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ 
wa aqimish-sholaata thorofayin-nahaari wa zulafam minal-laiil, innal-hasanaati yuz-hibnas-sayyi-aat, zaalika zikroo liz-zaakiriin

“Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).”
(QS. Hud 11: Ayat 114)

Terkait beragam penggugur dosa yang terdapat dalam kitab hadis, maka kami pun akan paparkan berikut ini:

  1. Berwudhu pada malam hari yang dingin dan melakukan shalat nafilah, khususnya shalat tasbih dan juga ikut membaca kata “Âmîn” bersama sang Imam, karena ketika itu para malaikat pun ikut mengamini, maka orang yang bacaan “Amîn”-nya berbarengan dengan “Amîn”-nya para malaikat, niscaya Allah akan berikan ampunan padanya.
  2. Membaca bacaan, لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّمُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبَّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً ، وَبِالْإِسْلامِ دِينًا “Tiada ilah yang patut disembah melainkan Allah, akupun bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Aku ridha Allah sebegai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Nabi Muhammad adalah nabi dan utusan Allah.” ketika ia mendengar adzan, niscaya dosanya akan diampuni.
  3. Barangsiapa yang melakukan shalat dua rakaat dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka Allah tuliskan baginya 100 kebaikan, Allah hapusdarinya 100 keburukan dan Allah pun angkat ia 100 derajat, seluruh dosanya akan dihapus; baik yang sudah lampau maupun yang akan datang.
  4. Barangsiapa yang seusai salam shalat Jum’at dan sebelum ia berbicara kepada yang lain dan sebelum merubah posisi duduknya membaca surah Al Fatihah, Qul huwaallahu ahad, Qul a’udzu birabbil falaq, Qul a’udzu birabbinnas sebanyak 7 kali, niscaya Allah akan ampuni dosa-dosanya yang lalu maupun yang akan datang.
  5. Barangsiapa yang berdiri untuk melakukan shalat pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka niscaya Allah ampuni dosa-dosanya yang lampau maupun yang akan datang.
  6. Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan perhitungan, niscaya Allah Swt ampuni dosa-dosanya yang lampau maupun yang akan datang.
  7. Barangsiapa yang berpuasa pada hari ‘Arafah, niscaya Allah Swt ampuni dosa-dosanya yang lampau maupun yang akan datang (tahun yang telah lewat dan tahun yang akan datang).
  8. Barangsiapa yang memulai haji atau umrah dari Masjid al Aqsa ke Masjidil Haram, Allah ampuni dosa-dosanya yang lampau maupun yang akan datang, dia pun wajib masuk surga. Barangsiapa yang bepergian untuk menunaikan haji dengan niatan untuk Allah semata, Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan yang akan datang; iapun akan diberikan syafa’at; Bagi orang yang mengajaknya dan menginfakkan dirham pada waktu pelaksanaan haji itu setara dengan 40 juta pahala lainnya. Barangsiapa yang telah menyelesaikan nusuk-nya dan menyelamatkan kaum muslimin dari (perbuatan buruk) tangan dan lisannya, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lampau maupun yang akan datang.
  9. Barangsiapa yang shalat di belakang maqam Ibrahim sebanyak 2 raka’at, niscaya Allah Swt akan ampuni dosanya yang telah lampau maupun yang akan datang; la pun akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang aman.
  10. Barangsiapa yang membaca surah al Hasyr, niscaya Allah Swt akan berikan dia ampunan dari dosanya yang lampau maupun yang akan datang.
  11. Barangsiapa yang mengajarkan anaknya Al Qur’an dengan cara melihat, niscaya Allah Swt akan ampuni dosanya yang telah lampau dan yang akan datang.
  12. Barangsiapa yang membaca tasbih (سُبْحَانَ اللهِ) 100 kali, maka itu setara dengan memerdekakan 100 budak karena Allah, amalannya pun akan diterima.
  13. Barangsiapa yang membaca tahmid  (الْحَمْدُ اللهِ) 100 kali, maka itu setara dengan 100 unta besar yang dihadiahkan dan amalannya pun akan diterima.
  14. Barangsiapa yang membaca bacaan takbir (اللهُ أَكْبَرُ) 100 kali saat haji, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya yang lampau maupun yang akan datang.
  15. Barangsiapa yang menghitung 40 gelombang ombak yang ada di lautan seraya membaca takbir, Allah ampuni dosanya yang telah mampu maupun yang akan datang.
  16. Barangsiapa yang berusaha untuk mengabulkan sebuah hajat seorang muslim, baik terkabul ataupun belum, Allah akan ampuni dosa-dosanya yang lampau dan yang akan datang; dan akan dituliskan baginya dua keterbebasan: terbebas dari neraka dan terbebas dari sifat nifaq.
  17. Barangsiapa menggandeng orang buta sebanyak 40 langkah, niscaya Allah akan ampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang, ia pun wajib untuk masuk ke dalam surga-Nya Allah Swt.
  18. Tidaklah ada dua orang muslim yang saling bertemu, saling bersalaman dan saling mengucapkan shalawat untuk Rasulullah Saw, dimana keduanya tidak berpisah, kecuali Allah telah mengampuni dosa keduanya; baik dosa yang lalu maupun yang akan datang.
  19. Barangsiapa yang memakan suatu makanan lalu ia mengucapkan, الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِى هَذَا الطَّعَامَوَرَزَقْنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ “Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikanku makanan ini dan memberikan rezekiku dengan ini tanpa adanya daya dan upaya dariku,” niscaya Allah ampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang.
  20. Barangsiapa yang umurnya mencapai usia 90 tahun Allah Swt mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang, ia pun disebut dengan tawanan Allah di buminya. Ia pun akan memberikan syafa’at bagi keturunannya.
  21. Barangsiapa yang membaca, سُبْحَانَ ذِي الْمَلْكِ ، سُبْحَانَ الْحَيِّ وَالْمَلَكُوتِ، سُبْحَانَ ذِي العِزَّةِ وَالْجَبَرُوتِ الَّذِي لَا يَمُوْتُ، سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ “Mahasuci Dzat yang memiliki kerajaan di bumi dan di langit; Mahasuci Dzat yang agung dan perkasa; Mahasuci Dzat yang senantiasa hidup dan tidak mati; Mahasuci Maha terpuji; tuhannya para malaikat dan roh,” sebanyak satu kali dalam sehari atau sebulan sekali atau setahun sekali atau semasa A hidup sekali niscaya Allah Swt ampuni dosanya yang lampau dan akan datang meskipun dosa-dosanya seperti buih di lautan dan juga seperti pasir yang halus atau juga seperti gambaran kabur dari peperangan.
  22. Barangsiapa yang mengucapkan, لَا إِلَهَ إِلَّا الله “Tiada Tuhan melainkan Allah,” satu kali selama hidupnya dengan tulus ikhlas, niscaya Allah ampuni dosanya yang telah lampau dan akan datang; baik yang tersembunyi maupun yang nampak.

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY