You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Wiridan dan Do’a Sayyidi Syaikh Ahmad Bin Muhammad At-Tijany Ra

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Catatan Berharga Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra : Wiridan dan Do’a Sayyidi Syaikh Ahmad Bin Muhammad At-Tijany Ra

1. Syarat Wiridan

Sungguh ini merupakan wiridan agung, yang ditalkinkan dari orang-orang yang memiliki izin khusus dari Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra, beragam persyaratannya sebagaimana termaktub dalam kitab Jawahir al Ma’âni, yaitu: Pertama, menjaga shalat maktubah pada waktunya, yang dilakukan secara berjama’ah andai memungkinkan; Kedua, suci pada badan baju dan juga tempat; Ketiga, menghadap kiblat; Keempat, tidak berbicara kecuali dalam kondisi darurat.

Syarat wiridan yang khusus bagi orang yang mampu melakukannya adalah menghadirkan gambaran sosok qudwah di hadapannya, seolah-olah beliau duduk dihadapannya sejak awal dzikiran hingga akhir; ia pun meminta madad darinya, dimana yang paling agung dan paling sempurna serta paling bermanfaat dalam hal ini adalah menghadirkan gambaran Nabi Saw, bahwa beliau sedang duduk di hadapannya dengan penuh kewibawaan, dimana orang yang berdzikir itu pun meminta madad dari beliau Saw sesuai dengan kondisi dan maqam dirinya; juga senantiasa menghadirkan makna lafazh dzikir tersebut ketika ia mampu memahaminya. Jika tidak, maka hendaknya dia mendengarkan apa yang sedang dibaca oleh lisannya guna menyibukkan pikirannya dari pikiran yang lain kala berdzikir.

2. Ragam Persyaratan Thariqah

Tidak menziarahi wali, berdzikir hailalah setelah shalat Ashar di hari Jumat secara berjamaah. Andai disekitarnya ada ikhwan, maka hendaknya mengumpulkan mereka untuk berdzikir bersama. Inilah syarat thariqah yang tidak perlu lagi diberikan batasan dan tidak perlu pula dihitung kembali

Sedangkan mengenai wazhifah, maka dalam thariqah, dahulunya ia bukan merupakan perkara yang lazim dalam thariqah namun kemudian menjadi perkara yang lazim dilakukan dalam thariqah, satu kali dalam sehari.

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY