
Elsubha.com – Dalil dari ilmu Bayyinât Bukti Penguat Maqam Khatmiyyah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra
Perlu diketahui, bisa jadi tujuan yang diharapkan dari penggunaan metode ini adalah, mereka bisa memahami dengan benar istilah yang biasa digunakan oleh ahli untuk memahami dalil yang akan kami suguhkan di sini, dengan metode tersebut, orang yang paham betul perkara ini dapat menjadikan ilmu ini sebagai dalil yang dapat membungkam orang yang bodoh.
Sejatinya orang yang berilmu kerap menyebar-luaskan kaidah yang bisa dijadikan dalil mutlak terkait perkara yang sedang dibicarakan. Hal ini pun telah ditetapkan dalam kaidah dasar ilmu.
Ilmu bayyinat ini masih sama dengan ilmu sebelumnya yaitu ilmu hisab yang biasa dijadikan sandaran oleh orang yang mendalami ilmu asma dan wafaq serta ilmu huruf. Orang yang secara khusus mempelajari ini tentu tidak sulit untuk mendebat orang yang masih percaya dengan keberadaan ilmu ini, bahkan dengan sangat mudah ia menguasai pikiran orang tersebut meski tanpa harus menyebutkan kaidah yang berlaku dalam ilmu itu.
Dalam Jawahir al Khumus disebutkan pula pembahasan ilmu huruf dan asma bahkan para pujangga India pun membahas ilmu ini dalam buku sastra mereka Syaikh Allam ‘Ali Izâd menyebutkan dalam kitab Sibhatul Marjan fi Atsâr Hindustân; beliau mengatakan: Al Bayyinât adalah sebuah ibarat dimana kita mengambil satu dari berbagai nama huruf dalam sebuah lafazh, kemudian huruf pertama dari setiap isim dihapus dan disamakan jumlah sisanya dengan jumlah sempurnanya lafazh yang terakhir, sebagaimana ada sebagian ulama yang mencontohkan bahwa kata “”Ali” itu sama dengan kata “Laiman”; Penjelasannya demikian: Lafazh Ali terdiri dari tiga huruf: ‘Ain, Lâm dan Ya, kemudian semua huruf pertamanya dihapus, sehingga yang tersisa dari lafazh ‘Ali adalah huruf Lâm dan Ya, atau jika dijumlahkan, maka jumlah hitungan lafazh ‘Ali sama dengan jumlah hitungan lafazh “Iman”. Aku katakan:
لِمَ لَا أَلُوْذُ بِسَبُوْحٍ مَكَّةَ إِنِّي # بِالْبَيِّنَاتِ وَجَدْتُ مَكَّةَ مَأْ مَنَا
“Mengapa aku tidak berlindung di area Makkah, sungguh # aku tahu dengan ilmu bayyinât; Makkah bermakna tempat yang aman”
Dalam bayyinât (ilmu data), kata Makkah itu sesuai dengan jumlah bilangannya.
Sisi yang dapat dijadikan dalil sisi katmiyyah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra adalah bahwa kata al Quthub al Maktum yang jumlahnya 11 sama dengan kata Ahmad At-Tijany. Dalam hisab jumal al kabir, kata “al Quthub al Maktum” berjumlah 582, begitu juga kata “Ahmad At-Tijany.” Dengan demikian, jelaslah sudah dalil sisi katmiyyah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dengan bayyinât (ilmu data) yang menakjubkan, dimana mungkin sebelumnya engkau belum pernah mengetahuinya.
Akupun ulas itu dalam sya’irku yang berjudul Syab’ul Manhûm bil Ma’lüm, aku tuliskan demikian:
وَالْبَيِّنَاتُ العِلْمُ الْمُوَافِقُ # لِلَّفْظِ فِي الْجُمَلِ مِمَّا قَدْ بَقِيَ مِنْ لَفْظٍ أَخِرَ بِهِ قَدْ بَسَطَتْ # حُرُوْفَهُ تِيْجَانُهَا قَدْ سَقَطَتْ فَفِي عَلِيِّ عَيْنٌ وَلَامٌ ثُمَّ يَا مِنْهَا بِنِ امِ رَاءٍ قَدْ بَقِيَا فَاسْتَنْطِقُوْا هَا فَبِهِ إِيْمَانٌ # كَمَا تَرَى قَدْ زَانَهَا الْمِيزَانُ وَرَبُمَا اسْتَنْطَقَ مِنْهَا الْعَدَدَ # بِمَا بِهِ يَظْهَرُ مِنْهَا الْمَقْصَدَ
“Ilmu data merupakan imu tentang kecocokan lafazh dalam hitungan jumal
Tentang lafazh lain yang tersisa, yang hurufnya telah dijabarkan, redaksi Tijany yang sudah terpecahkan Maka pada kata ‘Ali itu ada huruf ‘ain dan lâm lalu huruf ya # diantaranya lagi adalah Yayin, Imin dan Ro’in yang tersisa
Berbicaralah dengan menggunakannya, maka dengannya ia bermakna, “iman.” # yang engkau bisa lihat sendiri timbangan kata nya sesuai
Bisa jadi jumlah datapun yang berbicara # apa yang nampak dan menunjukkan maksud.
