You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Dzikiran Thariqah; Do’a Tadharru’ Pada Allah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Dzikiran Thariqah; Do’a Tadharru’ Pada Allah

“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”

Tata Cara :

1. Mulai dari redaksi, (لَا إلهَ إِلَّا أَنْتَ) “Tiada ilah yang patut disembah melainkan Allah,” hingga akhir dibaca berulang-ulang sebanyak 20x.

2. Membaca Shalawat Fatih 10x sebelum berdo’a dan setelah berdo’a pun 10x.

3. Jika ada yang mengkonsistenkan do’a ini setiap malam sejumlah 7x atau 5x atau 3x, niscaya dia akan mendapati kemudahan dalam semua perkara dan terselamatkan dari keburukan yang banyak. Orang yang mengkonsistenkan do’a ini sebanyak 7 atau 5 atau 3x niscaya itu akan menolak banyak mushibah dan kesedihan sekalipun mushibah itu pasti turun, namun itu akan dibarengi dengan curahan kasih sayangnya Allah.

Berikut Doanya :

الهَنَا، أَنْتَ الْمُحَرِّكُ وَالْمُسْكَنُ لِكُلِّ مَا وَقَعَ فِي الْوُجُوْدِ مِنَ الْخَيْرَاتِ وَالشُّرُوْرِ، وَفِي حُكْمِكَ الْحَقُّ وَالْعَقْدُ الجَمِيعِ الْأُمُورِ، وَبِيَدِكَ وَعَنْ مَشِيئَتِكَ تَصَارِيْفُ الْأَقْدَارِ وَالْقَضَاءِ الْمَقْدُوْرِ، وَأَنْتَ أَعْلَمُ (1) بِعَجْزِنَا وَضَعْفِنَا وَذَهَابِ حَوْلِنَا وَقُوَّتِنَا عَنْ تَبَاعُدِنَا مِمَّا (2) يَحِلُّ بِنَا مِنَ الشَّرُوْرِ وَعَنْ إِتِّصَالِنَا بِمَا نُرِيدُ الْوُقُوْعَ فِيْهِ مِنَ الْخَيْرَاتِ أَوْ مَا يُلَائِمُ أَغْرَاضَنَا مِنْ جَمِيعِ الأمور، وَقَدْ وَقَفْنَا بِبَابِكَ وَالْتَجَأْنَا لِجِنَابِكَ (3) وَوَقَفْنَا عَلَى أَعْتَابِكَ، مُسْتَغِيْثِيْنَ بِكَ فِي صَرْفِ مَا يَحِلُّ بِنَا مِنَ الشَّرُوْرِ، وَمَا يَنْزِلُ بِنَا مِنَ الْهَلَاكِ مِمَّا يَجْرِي بِهِ تَعَاقُبُ الدُّهُورِ مِمَّا لَا قُدْرَةَ لَنَا عَلَى تَحَمُلِهِ، وَلَا قُوَّةَ بِنَا عَلَى طَلِّهِ فَضْلًا عَنْ وَبْلِهِ، وَأَنْتَ الْعَفُوٌّ الْكَرِيمُ وَالْمَجِيدُ الرَّحِيمُ الَّذِي مَا اسْتَغَاثَ بِكَ مُسْتَغِيْثُ إِلَّا أَغَثْتَهُ، وَلَا تَوَجَّهَ إِلَيْكَ مَكْرُوبٌ يَشْكُوْ كَرْبَهُ إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا نَادَاكَ ضَرِيْرٌ (4) مِنْ أَلِيْمٍ بَلَائِهِ إِلَّا عَافَيْتَهُ وَرَحِمْتَهُ

“Wahai Tuhan kami, Engkaulah yang menggerakkan dan mendiamkan setiap hal yang terjadi pada makhluk dari ragam kebaikan dan keburukan. Pada hukummulah ada solusi dan ikatan bagi semua perkara, Di tangan-Mu dan juga berdasar kehendak-Mu lah berjalannya ketetapan dan ketentuan yang telah diukir. Engkau paling tahu kelemahan kami, hilangnya daya dan kekuatan kami untuk menjauh dari keburukan yang terjadi pada kami; juga untuk kebersambungan kami dengan kebaikan yang kami inginkan itu terjadi atau apa yang sesuai dengan tujuan kami di semua kehidupan. Kami telah berdiri di hadapan pintu-Mu, kami berlindung disisi-Mu, kamipun berdiam diri menanti cercaan-Mu meminta pertolongan dari-Mu untuk mengalihkan beragam perkara buruk yang terjadi pada kami dan adzab yang turun pada kami sesuai pergantian waktu, dimana kami pun tidak mampu memikulnya, tiada kekuatan untuk menguasainya apalagi menanggung konsekwensinya, Engkaulah Maha Pemberi Maaf lagi Pemurah, yang Agung dan Penyayang yang jika ada yang meminta pertolongan pada-Mu kecuali Engkau cukupi, tidak ada pula yang ber-tawajjuh pada-Mu mengadu perihal cobaannya kecuali Engkau beri solusi, tidak pula ada orang buta yang mengadu deritanya itu kecuali Engkau sembuhkan dan rahmati.

وَهَذَا مَقَامُ الْمُسْتَغِيْثِ بِكَ وَالْمُلْتَحِي إِلَيْكَ، فَارْحَمْ ذُلِّي وَتَضَرُّعِي بَيْنَ يَدَيْكَ وَكُنْ لِي عَوْنًا وَنَاصِرًا وَدَافِعًا لِكُلِّ مَا يَحِلُّ بِيَ مِنَ الْمَصَائِبِ وَالْأَحْزَانِ، وَلَا تَجْعَلْ عَظَائِمَ ذُنُوْبِي حَاجِبَةً لِمَا يَنْزِلُ إِلَيْنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَلَا مَانِعَةً لِمَا تُنْحِفُنَا بِهِ مِنْ طَوْلِكَ، وَعَامِلْنَا فِي جَمِيعِ ذُنُوْبِنَا بِعَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَفِي جَمِيعِ زَلَّاتِنَا وَعَثَرَاتِنَا بِرَحْمَتِكَ وَإِحْسَانِكَ. فَإِنَّا لِفَضْلِكَ رَاجُوْنَ وَعَلَى كَرَمِكَ مُعَوِّلُوْنَ، وَلِنَوَالِكَ سَائِلُوْنَ، وَلِكَمَالِ عِنِّكَ وَجَلَالِكَ مُتَضَرِّعُوْنَ (5) فَلَا تَجْعَلْ حَظًّنَا مِنْكَ الْخَيْبَةَ وَالْحِرْمَانَ، وَلَا تُنِلْنَا (6) مِنْ فَضْلِكَ الطَّرْدَ وَالْخِذْلَانَ،

Inilah kedudukaannya orang yang meminta tolong dan berharap pada-Mu, maka rahmatilah kehinaanku, kerendahan diriku disisi-Mu. Jadilah Engkau pelindung, penolong dan penolak bagiku dari setiap mushibah dan kesedihan. Jangan Engkau jadikan dosa kami yang besar ini menjadi penghalang datangnya keutamaan-Mu, tidak pula penolak apa yang kau berikan dari sisi kemurahan-Mu. Perlakukanlah kami dalam segenap dosa-dosa kami dengan maaf dan ampunan-Mu; dalam segenap keterpelesetan dan dosa-dosa kami dengan rahmat dan ihsan-Mu. Sungguh kami benar-benar mengharapkan keutamaan-Mu; pada kemuliaan-Mu kami bersandar, nikmat-Mulah yang kami pinta dan pada sempurnanya sisi Keperkasaan serta Kemuliaan-Mu kami tunduk. Jangan Engkau jadikan bagian kami dari-Mu sia-sia dan terlarang. Jangan Engkau berikan kami dari sisi keutamaan-Mu berupa pengusiran dan kehinaan,

فَإِنَّكَ أَكْرَمُ مَنْ وَقَفَ بِبَابِهِ السَّائِلُوْنَ، وَأَوْسَعُ بَحْدًا مِنْ كُلِّ مَنْ طَمِعَ فِيْهِ الطَّامِعُوْنَ، فَإِنَّهُ لَكَ الْمَنُ الْأَعْظَمُ، وَالْحِنَابُ الْأَكْرَمُ، وَأَنْتَ أَعْظَمُ كَرَمًا وَأَعْلَى بَحْدًا مِنْ أَنْ يَسْتَغِيْثَ بِكَ مُسْتَغِيْتُ فَتَرُدَّهُ خَائِبًا ، أَوْ يَسْتَعْطِفُ أَحَدٌ نَوَالَكَ مُتَضَرِّعًا إِلَيْكَ فَيَكُوْنَ حَظِّهُ مِنْكَ الْحِرْمَانَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ يَا عَلِيُّ يَا عَظِيمُ يَا بَعِيْدُ يَا كَرِيمُ يَا وَاسِعُ الْجُوْدِ يَا بَرُّ يَا رَحِيمُ

Sungguh Engkau paling mulianya Dzat dimana orang-orang memohon dipintu-Mu, sisi kemuliaanmu pun lebih luas dari setiap tabiat orang-orang yang tamak. Sungguh Engkaulah pemilik karunia yang besar, pemilik sisi yang mulia, bahkan Engkau paling besar memiliki kemuliaan dan keagungan yang tinggi daripada permohonan orang-orang yang memohon pertolongan pada-Mu dan Engkau tolak sia-sia, atau seseorang yang meminta perlakuan lembut dari karunia-Mu seraya tunduk pada-Mu, namun nasibnya hanya mendapatkan penolakan belaka. Tiada ilah yang patut disembah melainkan Engkau, wahai Dzat yang Tinggi, wahai Dzat yang Besar, wahai Dzat yang Mulia, wahai Dzat yang Pemurah, wahai Dzat yang kedemawanannya luas, wahai Dzat yang Maha Baik, wahai Dzat yang Penyayang.

Catatan :

1. Dalam ar-Rimah dan al Kharidah disebutkan dengan redaksi, (تَعْلَمُ)

2. Dalam al Jaisy dan Mizab disebutkan dengan redaksi, (عَمَّا)

3. Ini sesuai dengan naskah tulisan tangan, sedangkan dalam naskah Jawahir yang tercetak disebutkan dengan redaksi, (بِجَنَابِكَ)

4. Dalam al Jami’, al Kharidah dan ar-Rimah disebutkan dengan redaksi, (ذُوْضُرٍّ)

5. Dalam al Jami’ disebutkan dengan redaksi, (مُتَضَرِّعُونَ)

6. Ini sesuai dengan naskah al Jami’, al Kharidah, Mizab dan Ar-Rimah. Dalam al Jaisy disebutkan dengan redaksi, (وَنَيْلُنَا). Dalam Jawahir disebutkan dengan redaksi, (وَلَا يُنِيْلُنَا). Dalam catatan pinggir naskah tulisan tangan disebutkan dengan redaksi, (وَلَا يَنَالُنَا)

Sumber : BUKU AHZAB WA AWRAD (AHZAB WA AWRAD AL QUTHB AR-RABBANI WA AL ‘ARIF ASH-SHAMDANI) SAYYIDI SYAIKH AHMAD AT-TIJANY RA, TAHQIQ : SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI