
Elsubha.com – Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (008)
Pada artikel ini, kami mencoba menyebutkan contoh dari karomah yang Allah Swt anugerahkan kepada Sayyidi Syaikh Abul ‘Abbas Ahmad At-Tijany Ra.- Aku pun ridho kepada beliau dan semoga kita pun mendapat keridhoan beliau.-
Maulay Sultan Sulaiman pernah meminta Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra agar beliau bisa melihat Rasulullah Saw, Sayyidi Syaikh Ra pun menolak permintaan itu berkali-kali, seraya berkata, “Engkau tidak akan mampu untuk itu,” namun saat beliau melihat sang sultan memaksa terus, beliaupun meng-iya-kan permintaan itu dan berwasiat padanya untuk menyembunyikan rahasia tersebut dari setiap orang, serta hendaknya sang sultan menyiapkan ritual khalwat, maka sang sultan pun menyetujui hal tersebut.
Saat sang sultan ingin masuk ke ruangan khalwat tersebut, ada rasa kekhawatiran yang dahsyat pada diri beliau, hingga beliau tidak mampu untuk duduk ber-khalwat sendirian dan membaca wiridan khusus yang sudah ditalqinkan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra kepada beliau untuk tujuan itu, beliau merasa ketakutan dan langsung keluar dari ruangan khalwat itu, kemudian sang sultan meminta Sayyidi Syaikh Ra untuk menemani beliau di ruang khalwat tersebut. Sayyidi Syaikh Ra pun meng-iya-kan permintaan sang sultan dan hadir di ruangan khalwat.
Ketika keduanya membaca wiridan tertentu, maka ruangan itu terpenuhi dengan luapan cahaya Al Muhammady, sang sultan pun merasakan kedahsyatan yang nyata hingga ia tidak sadarkan diri. Setelah satu jam lamanya pingsan, sang sultan pun bangun dari pingsannya, beliau menemukan tangan Sayyidi Syaikh Ra ada di atas dada beliau.
Saat sang sultan membuka mata, Sayyidi Syaikh Ra berkata kepadanya, “Engkau tidak apa-apa, sungguh beliau (Nabi Muhammad Saw) memberikan jaminan ini dan itu kepadamu.” Sang sultan berkata, “Semoga Allah memberikan balasan kebaikan padamu, engkau telah berkata kepadaku bahwa aku tidak akan sanggup untuk itu (melihat Nabi Saw), tetapi diriku meragukan hal itu hingga aku telah melihat sendiri kondisi ketidaksanggupan diriku untuk itu.”
Maulay Sultan Sulaiman merupakan imam yang adil, alim dan lagi melaksanakan apa yang ia ketahui, la mengambil thariqah Tijaniyyah dari Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dengan izin dari Nabi Saw, ia pun banyak menyaksikan ragam karomah Sayyidi Syaikh Ra, sehingga itu menambah kepercayaannya kepada Sayyidi Syaikh Ra.
