You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (012)

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (012)

Pada artikel ini, kami mencoba menyebutkan contoh dari karomah yang Allah Swt anugerahkan kepada Sayyidi Syaikh Abul ‘Abbas Ahmad At-Tijany Ra.- Aku pun ridho kepada beliau dan semoga kita pun mendapat keridhoan beliau.-

Suatu hari Maulay Muhammad Abi An-Nashr Al ‘Alawi berjalan bersama Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, dimana Maulay Muhammad Abi Nashr mendapatkan sikap lapang (rasa nyaman) dari Sayyidi Syaikh Ra yang belum pernah beliau dapatkan sebelumnya. Maulay Muhammad pun bergumam dalam batin, “Di waktu inilah, aku harus bisa meminta (ijazah) isim a’zham,” saat beliau bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ra, kondisi jiwa Sayyidi Syaikh Ra pun berubah bahkan sampai menilai buruk apa yang Maulay Muhammad pinta itu.

Saat Maulay Muhammad Abi Nashr merasa bahwa beliau telah su`ul adab kepada Sayyidi Syaikh Ra, ia pun sangat menyesali perbuatannya itu dan meminta maaf kepada Sayyidí Syaikh Ra, dengan mengutarakan bahwa ia meminta perkara tersebut tak lain ikhlas semata-mata karena Allah Swt dan bukan untuk ragam tujuan lainnya, ia pun merasa sangat malu.

Ia pun melakukan perjalanan bersama Sayyidi Syaikh Ra dengan kondisi jiwa yang demikian, didalam perjalanan beliau melihat kuda Sayyidi Syaikh Ra, setiap kali kuda itu mengangkat kakinya untuk berjalan, kaki kuda itu menyisakan jejak kaki berupa lempengan emas yang tergeletak di tanah, Maulay Muhammad Abi Nashr pun kaget akan hal itu, ia pun mengambil lempengan emas tersebut, kemudian memikirkan kejadian tadi, lalu ia membuang semua itu setelah yakin bahwa lempengan itu adalah emas, ía sempat bergumam dalam diri, “Sungguh Sayyidi Syaikh Ra ingin mengujiku,” lalu ia pun mencoba mengejar kuda tersebut dan bergelayutan meraih tangan Sayyidi Syaikh Ra seraya berkata, “Wahai sayyidi, jangan sampai Allah Swt jadikan bagianku dari dirimu berupa dunia (urusan dunia; berupa lempengan emas). Aku bersumpah kepada Allah Swt untuk dirimu, janganlah aku diberi sangsi lantaran perkataanku (yang meminta diberi ijazah isim a’zham).”

Kondisi jiwa Sayyidi Syaikh Ra pun kembali seperti sediakala dan Sayyidi Syaikh Ra mendo’akan kebaikan serta menalqinkan isim a’zham kepadanya.

Maulay Muhammad Abi An-Nashr Al ‘Alawi merupakan salah satu sahabat khusus Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, ia juga merupakan salah satu dari sepuluh orang sahabat Sayyidi Syaikh Ra yang dijaminkan oleh Nabi Saw melalui bisyarah Sayyidi Syaikh Ra dengan kemakrifatan yg sempurna. la pun ahli kasyaf pada masanya, ia selalu berjama’ah di belakang Sayyidi Syaikh Ra selama 16 tahun. la meninggal dunia di Fes pada tahun 1273 H dan dikuburkan di Raudhahnya Sayyidi At-Tawaty, yang berada di kota Fes.

Sumber : BUKU 100 KAROMAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY