You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (044)

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (044)

Pada artikel ini, kami mencoba menyebutkan contoh dari karomah yang Allah Swt anugerahkan kepada Sayyidi Syaikh Abul ‘Abbas Ahmad At-Tijany Ra.- Aku pun ridho kepada beliau dan semoga kita pun mendapat keridhoan beliau.-

Sayyidi Mahmud Bû Dawâyah membawa anaknya; As-Sayyid Buzayân datang kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra di kota Fes, Sayyidi Mahmud ini meminta kepada Sayyidi Syaikh Ra agar anaknya ditalqinkan sebuah asrar. Sayyidi Syaikh Ra berkata, “Dia (anakmu) tidak mampu mengembannya,” Sayyidi Mahmud menimpali, “Namun itu harus dilakukan (pada anakku),” maka akhirnya Sayyidi Syaikh Ra memerintahkan-nya untuk pergi kepada seorang wali Allah yang Sayyidi Syaikh Ra tunjuk dan sebutkan namanya, bahwa dia akan memberikannya (asrar tersebut).

Kemudian Sayyidi Syaikh Ra berwasiat kepada anak tersebut agar berbuat baik kepada ikhwan thariqah At-Tijaniyyah lainnya, serta mengingatkannya agar jangan sekali-kali menyakiti ikhwan thariqah At-Tijaniyyah dimanapun mereka berada, juga agar dirinya tidak menampakkan karomah yang ia miliki itu.

Ketika Sayyid Buzayân pergi kepada wali tersebut yang berada di Tawat dan juga bertemu dengannya, (wali yang digambarkan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra) iapun langsung meminta asrar tersebut kepada sang wali, dengan berdiri di hadapannya seraya berkata, “Sungguh aku datang kepadamu dengan izin guru kami Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra,” wali tersebut lalu berkata, “Buka mulutmu!” ketika As-Sayyid Buzayan membuka mulut, wali tersebut meniup mulutnya, terbukalah hijab seketika itu juga, ia bisa melihat apa yang sebelumnya tidak bisa ia lihat. Wali tersebut berpesan kepadanya agar menyembunyikan perkara ini, juga agar ia menjaga orang lain dari keburukan karomah tersebut, serta jangan menyakiti salah seorang pun dari sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra.

Tetapi kenyataannya, ia tidak bisa menjaga pesan tersebut, bahkan ia menampakkan kelebihan itu dan sibuk dengannya siang dan malam. Ketika ia butuh sesuatu, maka apa yang ia butuhkan ia dapatkan kala itu juga, orang yang ia tunjuk untuk binasa, maka ketika itu juga yang bersangkutan binasa, dengan kondisi ini nama As-Sayyid Buzayan pun semakin terkenal dalam dunia mukasyafah.

Diantara kelebihan yang ia miliki adalah: Pada suatu hari ketika ia bepergian bersama sebuah kafilah dan berada di padang pasir yang tandus, kala itu orang-orang membutuhkan air minum, As-Sayyid Buzayan berkata, “Galilah sini, kalian akan temui air yang jernih,” dan memang nyatanya orang-orang menemukan air tersebut. Ketika ia sibuk dengan karomah tersebut dan tidak lagi mengindahkan perkataan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra.

Lalu la melihat Sayyidi Syaikh Ra (ketika itu dirinya berada di tengah padang pasir dan Sayyidi Syaikh Ra berada di Fes), ada tali dari cahaya yang keluar dari mulutnya dan berpindah ke tangan Sayyidi Syaikh Ra, ia melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri. Setelah tali bercahaya keluar dari mulutnya, maka kasyaf tersebut pun sirna.

As-Sayyid Buzayân berkata kepada ayahnya (Sayyidi Mahmud Bû Dawayah) bahwa Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra telah mengambil amanah tersebut (yang berupa kasyaf itu) dan meninggalkanku tanpa kemampuan apa-apa.

Sang ayahpun bergegas menuju Sayyidi Syaikh Ra, ketika ia sudah bertemu dengan Sayyidi Syaikh Ra, beliau berkata kepadanya, “Bukankah sudah kukatakan, bahwa anakmu tidak mampu mengemban asrar?!, Asrar itu tidak bisa dikembalikan lagi, namun insyaallah kejadian tersebut merupakan pembuka kebaikan baginya.”

Sejak kejadian itu, pada tangan As-Sayyid Buzayân terjadi kesepakatan baik antara penduduk setempat dengan penduduk padang pasir, hal tersebut terjadi lantaran keberkahan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. As-Sayyid Buzayan meninggal dunia dengan kondisi yang baik, iapun istiqomah dalam thariqah Tijaniyyah; baik ketika ia berada di rumah maupun ketika bepergian.

Sumber : BUKU 100 KAROMAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY