You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (095)

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (095)

Pada artikel ini, kami mencoba menyebutkan contoh dari karomah yang Allah Swt anugerahkan kepada Sayyidi Syaikh Abul ‘Abbas Ahmad At-Tijany Ra.- Aku pun ridho kepada beliau dan semoga kita pun mendapat keridhoan beliau.-

Sayyidi Muhammad Asy-Syarqi Al ‘Umari Ra pernah berkata, “Aku punya seorang sahabat dari kalangan penuntut ilmu yang juga merupakan keturunan As-Siba’, ia telah mengambil wiridan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra (bertalqin thariqah), lalu ia fokus istiqomah dalam thariqah Sayyidi Syaikh Ra.

Ketika aku mendapatinya berdzikir, aku melihatnya pada puncak kekhusyu’an dan hudhur, ia pun memejamkan mata dan khusyu dalam berdzikir, seolah-olah terlihat seperti orang yang sedang bersenda gurau, aku berkata padanya, “Apa yang biasa engkau perbuat dan apa kegiatan yang engkau lakukan ini?,” ia pun bersabar akan apa yang sudah ku ucapkan dan melanjutkan dzikirannya itu.

Setelah ia selesai, iapun datang kepadaku dan memberikanku pembelajaran, ia bersimpuh dan memberikanku nasehat atas ketidaksukaannya ketika aku mengolok-olok ahlullah, mungkin bisa jadi Sayyidi Syaikh Ra mengutarakan itu padaku agar aku tertarik mengambil thariqah beliau.

Pada suatu malam, akupun melakukan perkara itu kembali kepadanya, iapun menengok ke arahku dan ia berbincang-bincang, ia menyebutkan beberapa perkara dengan semangat dan juga memberikan ancaman kepadaku sebagai bahan nasehat untukku. Tanpa terasa akupun berkata padanya, “Andai engkau ingin aku masuk kedalam perkara ini (thariqah At-Tijaniyyah), perlihatkanlah karomah yang bisa menyejukkan kalbuku terkait perkara yang engkau katakan itu.” Dia menanggapinya, “Apakah benar engkau akan melakukannya apabila kutampakkan karomah di hadapanmu?,” Aku berkata, “Insya Allah.”

Pada suatu malam, tepatnya pada jam dimana orang-orang sudah mulai tertidur, ketika itu kami ingin menuju rumah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, namun kami tidak mampu membuka beberapa pintu-pintu yang kami lewati diantara pintu sekolah tempat kami memulai perjalanan ke rumah Sayyidi Syaikh Ra dan kamipun tidak mampu bertemu dengan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, maka bagiku itu sudah cukup sebagai karomah dan aku tidak akan pulang hingga aku mengambil (talqin) thariqah darinya.”

Temanku lalu bangkit dan bersemangat seraya berkata, “Ayo bangun!.”

Maka terbukalah pintu sekolah itu, kamipun keluar dari sana dan berjalan menuju rumah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, setiap kali kami menemukan pintu pembatas atau juga pasar, kami dapati terbuka, begitu pula dengan warung dengan segenap lampu yang ada pun terbuka dan menyala terang dan itu bukanlah kebiasaan penduduk setempat, sungguh itu merupakan perkara diluar kebiasaan manusia. Ketika itu akupun sangat takut hingga aku sampai di pintu rumah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, dimana ada cahaya yang nampak di pintu rumah beliau.

Ketika kami sampai di depan pintu, sahabatku ini meminta izin kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan ia diberikan izin dan ternyata Sayyidi Syaikh Ra sudah duduk dalam kondisi siap untuk suatu pertemuan, beliau melihat ke arah kami, kamipun memberi salam kepada beliau selazimnya dan duduk di hadapan beliau, beliaupun menyambut kami dengan perbincangan hangat.

Kemudian kamipun pulang dan pintu rumah Sayyidi Syaikh Ra masih seperti sediakala (cahaya terang lampu masih bersinar), begitu pula suasana warung-warung yang ada, ketika kami memasuki kawasan sekolah, kami pun mendengar beberapa suara muadzin di Qarawiyyin, yang biasanya tidak pernah adzan kecuali setelah sepertiga malam.

Sayyidi Al Umari berkata, “Inilah karomah Sayyidi Syaikh Ra yang pertama kusaksikan, setelah itu akupun banyak menyaksikan beragam karomah beliau yang tak terhingga jumlahnya.

Sumber : BUKU 100 KAROMAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY