You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Kenali Imammu; Nabi Muhammad Saw : Haqiqah Al Muhammadiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Kenali Imammu; Nabi Muhammad Saw : Haqiqah Al Muhammadiyyah

Sungguh Sayyidina Muhammad Saw merupakan madad yang senantiasa mengalir pada segala pemberian Allah Swt. Semua alam yang ada merupakan satu dari ragam pemberian keutamaan Allah Swt. Allah Swt memperbagus ciptaannya, dimana Dia menciptakan pertama, kemudian memperbagus ciptaan-Nya dengan adanya kehidupan dan sampainya beragam manfaat dan tercegahnya beragam kemudaratan.

Nabi Muhammad Saw yang menebarkan faidhah dengan madad-nya yang terus berjalan pada semua alam. Allah Swt memberikan Nabi Muhammad Saw faidhah dari sisi rahmat-Nya kepada alam semesta ini sejak zaman azali sampai seterusnya. Beragam madad dan juga faidhah Allah Swt semuanya tersimpan pada hakekat Al Muhammadiyyah, kemudian kucuran rahmat Allah dan madad beliau terbagi-bagi pada semua makhluk. Nabi Muhammad Saw bersabda,

أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ مُعْطِي

“Aku adalah yang membagikan dan Allah lah yang hakekatnya memberi.”

Lantas apa makna dari haqiqah al Muhammadiyah itu?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنْ كَا نَ لِلرَّحْمٰنِ وَلَدٌ ۖ فَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْعٰبِدِيْنَ
qul ing kaana lir-rohmaani waladung fa ana awwalul-‘aabidiin

“Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 81)

Nabi Muhammad Saw bersabda,

كُنتُ نَبِيًّا وَآدَمُ بَيْنَ الرُّوحِ وَالجَسَدِ

“Aku telah menjadi nabi sementara Adam berada di antara ruh dan jasad.”

(HR. Ath-Thabrani dalam al Kabir dari riwayat Ibnu ‘Abbas, dimana As-Suyuthi menilainya sebagai hadits shahih.)

Nabi Muhammad Saw merupakan makhluk pertama yang menghamba kepada Allah Swt, karena ketika itu belum ada satu makhluk pun dalam kehidupan ini.

Sungguh haqiqah al Muhammadiyah adalah awal makhluk yang Allah adakan dari hadhrah ghaib, dimana di sisi Allah belum ada makhluk sebelum haqiqah al Muhammadiyah tersebut. Dengan demikian, haqiqah al Muhammadiyah merupakan sebuah inti yang memiliki dua nisbat, nisbat cahaya dan nisbat kegelapan. Allah Swt ciptakan haqiqah al Muhammadiyah sebagai sebuah inti yang tidak membutuhkan tempat. Haqiqah al Muhammadiyyah dalam martabat ini tidak dikenal dan tidak diketahui oleh siapapun, lalu haqiqah al Muhammadiyah ini dilingkupi dengan ragam cahaya Ilahi sehingga terhalang dari makhluk. Dalam martabat ini haqiqah al Muhammadiyah disebut juga sebagai ruh.

Ini merupakan puncak pengetahuannya para nabi, para utusan Allah dan para wali quthub, dimana mereka mampu sampai pada maqam ini dan berhenti di sana. Kemudian haqiqah al Muhammadiyyah terlingkupi lagi dengan ragam cahaya ilahi yang lain, yang dengan itulah ia dinamakan sebagai akal. Lalu haqiqah al Muhammadiyah dilingkupi dengan beragam cahaya ilahiyah lainnya, yang dengan sebab itulah, ia disebut sebagai kalbu. Kemudian haqiqah al Muhammadiyyah terlingkupi lagi dengan ragam cahaya Ilahiyyah yang lain, maka ia pun disebut sebagai nafs. Setelah ini muncullah jasad Nabi Muhammad Saw.

Para wali-wali Allah memiliki tingkatan yang berbeda dalam mengetahui ragam martabat diatas. Ada golongan wali yang puncak pengetahuan mereka adalah nafs atau jiwa Nabi Muhammad Saw yang disitu terdapat beragam ilmu asrar dan juga ma’rifat. Ada juga golongan wali lainnya di atas mereka, yang puncak pengetahuan mereka adalah kalbunya Nabi Muhammad Saw, yang disitu pula terdapat beragam ilmu asrar dan juga ma’rifat yang lain. Ada juga golongan wali lain di atas mereka, yang puncak pengetahuan mereka adalah akalnya Nabi Muhammad Saw, dimana disitu pula terdapat beragam ilmu asrar dan juga ragam ma’rifat yang lain. Lebih lanjut ada pula golongan wali di atas mereka, dimana merekalah yang paling tinggi pada martabat tersebut, mereka sampai pada martabat puncak dalam pengetahuan mereka tentang Nabi Muhammad Saw, mereka inilah yang mengetahui maqam ruhnya Nabi Muhammad Saw, dan inilah puncak dari pengetahuan para wali Allah, tidak ada orang lain yang mampu mengetahui inti dari haqiqah al Muhammadiyah yang Allah Swt telah ciptakan Nabi Muhammad Saw darinya.

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY