You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Khalwat Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra; Khalwat Surah al Fatihah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Khalwat Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra; Khalwat Surah al Fatihah

“Untuk mengamalkan wirid ikhtiyari, alangkah lebih bijak jika dikonsultasikan terlebih dahulu kepada muqaddam masing-masing”

(Perlu Ada Izin Khusus dan Memenuhi Persyaratan Khalwat)

Berikut Tatacaranya:

1. Berpuasa 40 hari berturut-turut dengan meninggalkan makan daging hewan dan apa yang keluar darinya, agar, sisi ruhani semakin memuncak daripada sisi hewaninya. Kemudian bacalah do’a dibawah ini sebanyak 40 kali setiap kali selesai shalat fardhu.

2. Sedangkan surah al Fatihah, jangan sampai tidak dibaca siang ataupun malam kecuali karena mengantuk, sedang membaca wiridan lazimah, sedang shalat rawatib dan sedang membaca amalan perlindungan diri atau semisalnya.

3. Do’a yang dibaca sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْفَتَّاحُ الرَّزَّاقُ الْكَرِيمُ الْوَهَّابُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، الْمَلِكُ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ، يَا إِلَهَ الْأَلِةِ، وَإِلهُكُمْ إِلَهُ وَاحِدٌ، لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ بِالْأَسْمَاءِ الرَّبَّانِيَّةِ: الم، اللهُ لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ بِالْإِرَادَةِ الْأَزَلِيَّةِ : إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ بِالْأَقْسَامِ السُّرْيَانِيَّةِ : كهيعص ، طه ، طسم ، طس ، يس. بِالإِشَارَةِ الرَّبَّانِيَّةِ النُّوْرَانِيَّةِ: حم عسق ، لَيْسَ كَمِثْلِهَ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ بِالصَّمْدَانِيَّةِ الْوَحْدَانِيَّةِ : قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4).

يَا رَبِّ بِالنُّوْرِ الْمَكْنُوْنِ ثُمَّ بِاللَّوْحِ الْمَصُوْنِ، ثُمَّ بِالسِّرِّ الْمَخْزُوْنِ، ثُمَّ بِاللَّهِ وَالنُّوْنِ، ثُمَّ بِأَسْمَاءِ الرَّحْمَنِ، بِاخْتِلَافِ الْأَلْوَانِ، بِلُطْفِ الرِّضْوَانِ، بِسَعَةِ الْغُفْرَانِ، بِمُتَشَابِهِ الْقُرْآنِ، بِهَيْبَةِ الْمَنَّانِ، بِعَدْلِ الدَّيَّانِ، يَا حَنَّان يَا مَنَّانُ يَا كَرِيمُ يَا رَحِيمُ يَا رَحْمَن أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِكَ، وَأَنْ تُسَخَّرَ لِي خُدَّامَ هَذِهِ السُّورَةِ وَالْأَسْمَاءِ وَأَنْ تَجْمَعَ شَمْلِي بِنَبِيِّكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْخِيْرًا تَرْفَعُنِي بِهِ مِنَ الْمُلْكِ إِلَى الْمَلَكُوتِ، وَمِنَ الْعِزَّةِ إِلَى الْجِبَرُوتِ. فَأَحْيَا بِرُؤْيَةِ كَمَالِ جَلَالِكَ، وَلَا أَمُوْتُ إِلَّا مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ، وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى رَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ، وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah yang Maha Pemberi rezeki, yang Maha Mulia, yang Maha memberi, Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, Raja yang Maha Hidup Lagi Maha Berdiri sendiri, Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, yang Maha Merajai, yang Maha Penyayang, yang Maha Luhur, yang Maha Besar lagi Maha Tinggi, Wahai Tuhannya para tuhan dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang Satu, tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Aku memohon) dengan beragam nama-nama sisi Rububiyahnya Allah: Alif Lâm Mìm. Allah lah Tuhan yang patut disembah, Dialah Dzat Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. (Akupun memohon) dengan kehendak azali; ((Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: ‘kun (jadilah)’, maka jadilah ia)). (Qs. an-Nahl [16]: 40). (Akupun memohon) dengan ragam sumpah berbahasa Suryani: Kâf Ha Ya ‘Aîn Shâd, Thâ ha, Tha Sîn Mìm, Thâ Sîn, Yâsîn. (Akupun memohon) dengan beragam isyarat Rabbani yang bersinar; ((Hamim ‘Ain Sîn Qaf; Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat)) (Qs. asy-Syura [42] :11).(Akupun memohon) dengan sisi perlindungan Allah yang satu; ((Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia)) (Qs. al Ikhlas[112] :1-4). Wahai Rabb, dengan cahaya-Mu yang tersembunyi, kemudian dengan lauh yang senantiasa terjaga, lalu dengan rahasia yang tersimpan, kemudian dengan pena dan huruf Nûn, lalu dengan beragam nama-nama Allah yang Maha Penyayang, dengan ragam warna yang berbeda, dengan kasih sayangnya Allah ar-Ridhwan, dengan luasnya ampunan, dengan sisi al Qur’an yang mustabihat, dengan kewibawaan Allah yang Maha Pemberi Nikmat, dengan keadilan Allah ad-Dayyan, wahai Dzat yang Maha Santun dan Maha Memberi Nikmat, wahai Dzat yang Maha Mulia, wahai Dzat yang Maha Penyayang dan yang Maha Pengasih, aku memohon agar Engkau berkenan menyampaikan shalawat kepada penghulu kami Muhammad yang merupakan utusan-Mu dan agar Engkau menundukkan bagiku khoddam surah dan ragam nama-nama Allah ini, juga agar Engkau kumpulkan yang terserak dariku dengan nabi-Mu; penghulu dan tuan kami Muhammad Saw yang berupa penundukan yang dengannya dapat mengangkat aku dari alam manusia menuju alam malaikat, dari bait al izzah menuju alam Jabarut, sehingga aku hidup dengan melihat sempurnanya sisi keperkasaan-Mu dan aku tidak mati kecuali bersama para nabi, ash-Shiddiqin, syuhada dan orang-orang shaleh. Mereka itulah sebaik-baiknya teman. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Ya Allah, semoga Engkau berkenan menyampaikan shalawat kepada utusan-Mu, penghulu kami Muhammad Saw, kepada keluarga beliau yang baik lagi suci, semoga kitapun menjadi bagian dari mereka dengan rahmat-Mu wahai Dzat paling penyayang.”

Sumber : BUKU AHZAB WA AWRAD (AHZAB WA AWRAD AL QUTHB AR-RABBANI WA AL ‘ARIF ASH-SHAMDANI) SAYYIDI SYAIKH AHMAD AT-TIJANY RA, TAHQIQ : SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI