
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Amalan Guna Menggapai Kecintaan Nabi dan Kecintaan Sayyidi Syaikh Ra
Yaitu engkau membaca shalawat Fatih sebanyak 12 kali, kemudian membaca do’a berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِحَبِيْبِكَ وَرَسُوْلِكَ وَرَفِيْعِ الْقَدْرِ عِنْدَكَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ تَرْزُقَنِي مَحَبَّةً خَاصَّةً خَالِصَةً فِيْكَ، وَفِي حَبِيْبِكَ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاجْعَلْنِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنْ أَهْلِ وَلَا يَتِكَ الخاصَّةِ الْكَامِلَةِ وَالصَّرْفَةِ الَّتِي لَا شَائِبَةَ فِيْهَا لِغَيْرِكَ ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (12x)
“Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu dan ber-tawajjuh kepada-Mu dengan orang yang kaucintai dan juga Rasul-Mu, yang memiliki kadar kemuliaan disisi-Mu, penghulu kami Muhammad Saw, agar Engkau mengaruniakanku kecintaan khusus nan tulus pada-Mu, dan juga pada orang yang Kau cintai, penghulu kami Muhammad Saw, jadikanlah aku di dunia dan akhirat ini termasuk pemegang sisi kewalian-Mu yang khusus, sempurna dan murni, yang tidak ada keraguan pada selain-Mu, sungguh Engkau mampu akan segala sesuatu.” Diucapkan sebanyak 12 kali.
Do’a yang disebutkan oleh Sayyidi Muhammad bin al Arabi ad-Damrawi asy-Syarif ath-Thahir at-Tazi Ra agar bisa berkumpul/berjumpa dengan Rasulullah Saw disebut juga dengan shalawat Jâmi’ah. Berikut redaksinya,
اللَّهُمَّ اجْمَعْ جَمِيعَ أَذْكَارِ الذَّاكِرِينَ، وَجَمِيْعَ صَلَوَاتِ الْمُصَلِّيْنَ، وَاجْعَلْ لِي جَمِيعَ الْأَذْكَارِ ذِكْرِي، وَجَمِيعَ الصَّلَوَاتِ صَلَاتِي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ شَفِيْعَ الْمُذْنِبِيْنَ وَعَلَى آلِهِ الْأَبْحُرِ الْكَامِلِينَ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِكَ يَا رَبِّ
“Ya Allah kumpulkanlah dzikiran semua orang yang berdzikir, semua shalawat orang-orang yang bershalawat dan jadikanlah semua dzikiran itu sebagai dzikiranku, semua shalawat itu sebagai shalawatku kepada penghulu kami Muhammad, sang pemberi syafa’at bagi para pendosa dan juga kepada keluarga beliau yang unggul dan sempurna sebanyak apa yang ada dalam ilmu-Mu wahai Rabb.”
Pen-syarah shalawat ini mengatakan, bahwa shalawat ini diamalkan harus dengan izin khusus.
(Lihat, Sayyidi Ahmad al ‘lyyasy Sukairij, Raf an-Niqab Ba’da Kasyf al Hijab ‘Amman Talaqqa Ma’a Asy-Syaikh at-Tijany Min al Ashbab, baglan seperempat ketiga, hal. 168.)
