
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Amalan Peluntur Dosa Ghibah
Yang aku temukan dalam catatan, bahwa Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra pernah menulis surat untuk Sayyidi ad-Damrawi Ra ketika Sayyidi Syaikh Ra ditanya tentang ghibah serta maknanya terkait hak manusia. Sayyidi Syaikh Ahmad at-Tijany Ra pun mengatakan:
Caranya adalah dengan membaca shalawat Fatih, kemudian setelahnya mengucapkan :
هَذِهِ الصَّلَاةَ أُهْدِيْهَا لِكُلِّ مَنْ لَهُ عَلَيَّ تَبَاعَةٌ أَوْ مَظْلَمَةٌ أَوْ حَقٌّ أَوْ دَيْنٌ يُطَالِبُنِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بَيْنَ يَدَيْكَ مِنْ خُرُوجِي مِنْ بَطْنِ أُمِّي إِلَى مُسْتَقِرَى فِي التَّرَابِ: اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي وَبَلِّغ الثَّوَابَ إِلَيْهِمْ يَقْتَسِمُوْنَ ذَلِكَ عَلَى قَدْرِ أَنْصَابِهِمْ وَحِصَصِهِمْ في التَّبَعَاتِ وَالظُّلَامَاتِ وَالدُّيُونِ وَالْحُقُوقِ
“Sholawat ini kuhadiahkan untuk setiap orang yang memiliki hak yang berkaitan pada diriku, atau tindakan kezhaliman yang pernah kulakukan, atau juga hak atau juga utang yang nanti dihari Kiamat akan dipinta pertanggungjawabannya padaku ketika aku dihadapan-Mu, yaitu semua hak yang ada sejak ku dilahirkan hingga aku dikubur nanti. Ya Allah, terimalah ini dariku dan sampaikanlah pahala ini kepada mereka sesuai dengan bagian dan jumlah keterkaitan, kezhaliman, utang maupun ragam hak lainnya.”
