You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Nafa`is dan Asrar : Faedah Bagi Orang yang Belum Memiliki Keturunan

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Faedah Bagi Orang yang Belum Memiliki Keturunan

Faedah yang tidak pernah diulangi, yang aku dapatkan dari sebagian orang khusus dari Sayidi Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra, bahwa apabila seseorang belum memiliki keturunan dan tidak ada masalah hubungan intim dengan istri atau budak perempuannya, maka perbanyaklah beristighfar kepada Allah Swt, sungguh Allah pun akan mengaruniakannya anak yang akan mewarisinya dan Allah pun akan menjaga anak keturunannya.

Faedah ini diambil dari hembusan rohani yang tersirat dari firman Allah Swt pada cerita Nabi Nuh As; yaitu perkataan,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ غَفَّا رًا 
fa qultustaghfiruu robbakum innahuu kaana ghoffaaroo

“maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun,”
(QS. Nuh 71: Ayat 10)

يُّرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَا رًا 
yursilis-samaaa-a ‘alaikum midrooroo

“niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,”
(QS. Nuh 71: Ayat 11)

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَ مْوَا لٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّـكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّـكُمْ اَنْهٰرًا 
wa yumdidkum bi-amwaaliw wa baniina wa yaj’al lakum jannaatiw wa yaj’al lakum an-haaroo

“dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.””
(QS. Nuh 71: Ayat 12)

Yang juga terjamin dalam ayat itu adalah tercapainya kekayaan yang abadi bagi orang yang melazimkan perkara tersebut. (Lihat, Sayyidi Ahmad bin al ‘lyyasy Sukairij, Rafu an-Niqab Ba’da Kasyf al Hijab Amman Talaqqa Ma’a asy-Syaikh at-Tijany Min al Ashbab, Seperempat Keempat.)

Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijany Ra pernah berkata: Beragam perkara ada di tangan Allah Swt dan Dia memiliki hak untuk membentangkan atau menggenggamnya. Tidak ada yang dapat ber-tasharruf pada beragam perkara tersebut terkecuali Allah. Puncak sisi penghambaan pada turunan perkara yang belum Allah izinkan dalam ketentuannya adalah sikap berserah diri pada perkara Allah dan ridha dengan hikmah perkara tersebut serta ber-husnuz-zhan dengan perkara itu, bahwa Dzatnya tidak menggenggam perkara tersebut lantaran Dia pelit, akan tetapi Dia mengetahui bahwa dalam perkara itu ada kerusakan bagimu. Sebab Dzatnya memiliki ilmu atas segala sesuatu, dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَا لُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
kutiba ‘alaikumul-qitaalu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asaaa ang takrohuu syai-aw wa huwa khoirul lakum, wa ‘asaaa ang tuhibbuu syai-aw wa huwa syarrul lakum, wallohu ya’lamu wa angtum laa ta’lamuun

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)

Akan tetapi aku berprasangka bahwa telatnya ijabah Allah tersebut tak lain karena tidak sempurnanya kehadiran jiwa dalam berdzikir. (Lihat, Sayyidi Ahmad bin al ‘lyyasy Sukalrij, Raf’u An-Niqab Ba’da Kasyf al Hijab ‘Amman Talaqqa Ma’a asy-Syaikh at-Tijany Min al Ashbab, Seperempat Keempat.)

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY